Tampilkan postingan dengan label Save Palestine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Save Palestine. Tampilkan semua postingan

Kecewa Dengan Sikap Inggris Soal Gaza, Menteri Senior Ini Mundur

Selasa, 05 Agustus 2014

"Dengan penyesalan yang mendalam, saya pagi ini telah menuliskan dan menyerahkan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri Inggris. Dan saya tak lagi bisa mendukung kebijakan pemerintah mengenai Gaza," sambungnya.


Jakarta, Aktual.co — Menteri Senior Negara Inggris di Luar Negeri dan Persemakmuran, Baroness Sayeeda Warsi mengundurkan diri dari jabatannnya. Ini dilakukannya karena kecewa dengan kebijakan pemerintah Inggris soal Gaza.

Ia mengabarkan pengunduran dirinya melalui akun twitternya, dan dilansir Al Jazeera, Selasa (5/8).

"Dengan penyesalan yang mendalam, saya pagi ini telah menuliskan dan menyerahkan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri Inggris. Dan saya tak lagi bisa mendukung kebijakan pemerintah mengenai Gaza," sambungnya.

Baroness Warsi, yang merupakan wanita muslim pertama yang memegang jabatan di kabinet Inggris. Warsi sebelumnya ditunjuk menjadi menteri di pemerintahan Perdana Menteri David Cameron ketika berkuasa pada tahun 2010.

Terkait Gaza, Perdana Menteri Inggris David Cameron menuai kritikan karena tidak bisa mengambil sikap yang tegas terhadap serangan militer Israel terhadap Palestina. [aktual]
Read Post | komentar

Klub Bola Chili Deportivo Palestino, Untuk Palestina Yang Bersejarah, Tidak Kurang

Senin, 27 Januari 2014

CHILI –  Klub sepak bola Chili, Deportivo Palestino, yang didirikan masyarakat Palestina di Chili, diminta  mengubah kostumnya setelah lobi Yahudi di negara Amerika Latin itu mengajukan sejumlah keluhan.

Menurut WorldBulletin,  masyarakat Yahudi di Chili mengecam jersey klub itu karena menampilkan peta tradisional Palestina sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948. Peta dalam jersey itu menampilkan, bukan saja Gaza dan Tepi Barat, tetapi juga wilayah yang dikuasai Israel hari ini.

Patrick Kiblisky, pemilik klub divisi Ñublense, mengajukan keluhan kepada asosiasi sepak bola Chili. "Kami tidak bisa menerima keterlibatan politik dan agama dalam sepak bola,” keluh dia.

Pihak Deportivo Palestino sendiri menyatakan dalam laman Facebooknya: "Bagi kami, Palestina yang bebas akan selalu menjadi Palestina yang bersejarah, tidak kurang."

Deportivo Palestino didirikan para imigran Palestina di Chili pada 1920. Ketika  itu status Palestina masih mantan negara Ottoman, dan sebagian besar wilayah Arab di bawah pendudukan Inggris.
Atas apa yang dilakukannya, klub terancam denda AS$ 1.300 untuk tuduhan diskriminasi. *


 *tajuk
Read Post | komentar

Zionis : Kami Tidak Perlu Untuk Hancurkan Hamas, Sepertinya Mesir Sudah Memainkan Peran Itu

Selasa, 07 Januari 2014

Presiden Israel Shimon Peres memuji apa yang disebutnya sebagai "perang" yang dilancarkan oleh pemerintah hasil kudeta Mesir terhadap gerakan perlawanan Islam Hamas.

Dalam laporan selama pertemuan yang diadakan pada tanggal 5 Januari dengan perwakilan kementerian luar negeri, Peres juga memuji komentar-komentar pedas dari pemerintah Mesir terhadap faksi-faksi perlawanan Palestina, khususnya Hamas, demikian laporan middleeastmonitor.com.

Pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammad Ibrahim, mengklaim bahwa Hamas telah memberikan pelatihan militer di Jalur Gaza untuk anggota Ikhwanul Muslimin Mesir. Dimana saat ini, pemerintah Mesir menetapkannya sebagai organisasi teroris.

Mantan Kepala Mossad Meir Dagan juga memuji tindakan pemerintah Mesir terhadap Hamas sejak kudeta militer yang menggulingkan mantan presiden Mesir, Mohamed Mursi. Dia mengatakan "Kami tidak perlu untuk menghancurkan Hamas, sepertinya Mesir sudah memainkan peran itu."

Menghadiri Forum Majdi di Kfar Saba, Dagan menjelaskan, "Israel tidak memiliki kepentingan dalam menghancurkan Hamas, dan alasannya adalah adanya upaya penting yang dilakukan oleh Mesir untuk mengerdilkan kekuatan Hamas. Dan saya juga melihat upaya yang sama yang diberikan oleh negara-negara Teluk. Israel tidak terlibat dalam upaya ini. " *


Read Post | komentar

Wakil Walikota Banda Aceh Menangis di Konser Palestina

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, menumpahkan airmata saat memenangkan lelang foto miniatur Pejuang Palestina, Syeikh Ahmad Yasin.
 
“Saya akan pajang foto ini di Kantor Wali Kota Banda Aceh, semoga foto ini bisa memberikan inspirasi untuk mewujudkan kota Banda Aceh sebagai model kota Madani, sesuai cita-cita Pemkot Banda Aceh”, kata Illiza sambil terisak Ahad (05/01/2014).

Illiza tak bisa menahan air matanya saat proses pelelangan foto-foto pejuang Palestina berlangsung. 

Dalam lelang untuk donasi Palestina ini, Illiza memenangkan dua kali lelang dengan jumlah dana mencapai seratus juta rupiah. Kata-kata Illiza disambut pekikan takbir oleh ribuan masyarakat yang hadir karena bangga dengan sikap pemimpin mereka yang peduli terhadap kelangsungan aturan Syariat Islam di Aceh, satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menerapkan aturan Syariat Islam.

Sebelumnya, saat menyambut Tahun Baru 2014 beberapa hari lalu, Illiza yang juga ketua DPC PPP Kota Banda Aceh ini juga dengan sigap mengantisipasi maksiat saat perayaan tahun baru. Illiza dengan sigap merespon fatwa ulama di Banda Aceh yang mengharamkan perayaan Tahun Baru dan Perayaan Natal bagi umat Islam (bukan bagi non Islam).

Selain Illiza, ketua DPW PKS Aceh, Ghufran Zainal  Abidin, MA terlihat juga memenangkan dua kali barang yang dilelang dengan harga puluhan juta rupiah.

Dalam konser amal untuk Palestina ini, 19 Ormas Islam dan OKP di Aceh juga memberikan pernyataan sikap “Mendukung Palestina Merdeka & Mendukung Pembebasan Mesir dari Rezim Kudeta serta siap menggalang dana.

Dukungan juga datang dari Fans Club Sepakbola Eropa di Banda Aceh. 

Terlihat hadir dari Milanisti Aceh, fans Chelsea FC, dan Fans Manchester United Indonesia di Aceh, masing-masing fans club memakai jersey (pakaian sepakbola) tim favorit mereka. 

Kehadiran fans sepakbola ini mendapat perhatian dari beberapa masyarakat yang duduk di sebelah kanan ruangan tempat konser karena memberikan kesan berbeda, “ini konser nasyid atau mau nonton bola”. Celetuk seorang pengunjung sambil bercanda.

Sebagaimana diketahui, Konser Peduli Palestina ini diselenggarakan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP)  di Gedung AAC Dayah Dawood, Banda Aceh. Konser juga menghadirkan penyanyi Opick yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Aceh, termasuk kalangan akademisi.

Konser ini berhasil mengumpulkan dana hingga 1 Miliar lebih. *


Read Post | komentar

Allahu Akbar, Anak-Anak Palestina ditangkapi karena Bikin 'Ciut' Tentara Zionis

Jumat, 03 Januari 2014

GAZA -- Kepala Departemen Sensus Palestina, Abdul-Nasser Farawna, mengatakan Israel sengaja menargetkan anak muda Palestina, termasuk anak-anak. Itu karena mereka adalah inti dari masyarakat dan faktor yang bergerak.

Mantan tahanan politik itu menambahkan Israel takut kepada pemuda Palestina karena kesabaran dan ketekunan mereka untuk berjuang mencapai pembebasan dan kemerdekaan.

"Inilah sebabnya mengapa penangkapan terhadap pemuda dan anak-anak meningkat. Mereka dipenjara, disiksa, dilecehkan dan diintimidasi," kata Farawna seperti dikutip Mirajnews. Farawna menambahkan bahwa sebanyak 931 anak-anak diculik dan ditawan dari berbagai daerah di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah. Terjadi peningkatan sekitar 5,7 % jumlah anak-anak yang diculik oleh tentara pada 2012 dan 37,5 % meningkat dibandingkan dengan 2011.

"Fakta pelanggaran yang paling serius dengan menculik anak-anak lalu dipukuli dan disiksa selama interogasi," jelasnya.

Farawna menyatakan mereka dipermalukan dan mengalami penyiksaan fisik serta emosional. "Penderitaan semua orang Palestina yang diculik, terutama anak-anak, mulai saat penangkapan yang dilakukan oleh puluhan tentara bersenjata. Para tentara itu menyerang rumah mereka, memukul dan menendang mereka di depan keluarga mereka," tegasnya.

Ia menambahkan pelanggaran juga mencakup penyerangan anggota keluarga. Mereka kemudian diborgol, ditutup matanya dan ditempatkan ke dalam jip militer di mana mereka sering dipukuli sebelum diseret ke fasilitas interogasi di kamp-kamp militer atau pemukiman.


 sumber :*republika
Read Post | komentar

KNRP berikan keceriaan kepada para pengungsi Palestina

Sabtu, 28 Desember 2013

Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) bekerja sama dengan ADARA Relief International kembali melakukan misi kemanusiaan di penghujung tahun 2013 untuk memberikan keceriaan kepada para pengungsi Palestina di Yordania.

Bantuan ini, khususnya diberikan kepada anak-anak dan perempuan, Sabtu, (28/10).

Ketua Harian KNRP Pusat Caca Cahayaningrat mengatakan, saat ini di negeri-negeri Syam (Palestina, Jordania, Suriah dan Libanon) terkena musibah Badai Alexa. Badai tersebut  seiring dengan turunnya hujan salju yang meliputi wilayah tersebut sejak pekan kemarin.

Caca melepas keberangkatan Tim Relawan ke Yordania, Jumat (27/12) dini hari di Bandara Internasional Soerkarno Hatta, Jakarta.

"Tim relawan yang berjumlah empat orang ini, rencananya akan dibantu sejumlah mahasiswa Indonesia di Amman Jordania untuk menuju tempat-tempat pengungsian Palestina yang tersebar di dua tempat, diantaranya Seweleh pinggiran kota Amman dan Irbid yang terletak tidak jauh dari Suriah dan berbatasan dengan sebagian Palestina di Tepi Barat," katanya.

Mereka, terang Caca, akan bertugas selama satu pekan, untuk memberikan keceriaan dan hiburan kepada korban musibah khususnya anak-anak dan perempuan.

Sementara aktivis yang mewakili ADARA Latifah Hariri mengatakan, tim relawan akan melakukan koordinasi dengan mahasiswa setempat, untuk terjun dilokasi pengungsian. Mereka juga sudah menyiapkan bantuan berupa barang dan suvenir.

"Semoga semua berjalan sesuai rencana. Sumbangan yang diberikan oleh rakyat Indonesia melalui KNRP dan ADARA menjadi berkah mereka jelang tahun 2014 yang akan datang," kata Latifah.


sumber : *republika
Read Post | komentar

Keluarga di Gaza Gunakan Taksi Untuk Bermalam Setelah Banjir

Minggu, 22 Desember 2013

GAZA - Sopir taksi Gaza, Kahmis Kaud, bersama dengan istri dan sembilan anak-anak, harus meninggalkan rumah ketika badai musim dingin mulai penerjang Jalur Gaza pekan lalu.

Ketika badai "Alexa," mereda, keluarga Kaud itu kembali ke rumah mereka, namun separuh dari rumah mereka rusak oleh badai, sementara setengah lainnya terendam air.

Tidak ada tempat yang bisa menampung anak-istri Kaud, kecuali taksinya yang sudah tua. Bantuan sangat diharapkan Kaud untuk memperbaiki rumahnya.

"Saya benar-benar kasihan kepada istri dan anak-anak saya," ujar Kaud, yang berusia lima puluhan, kepada Anadolu Agency, sebagaimana dilansir worldbulletin.net, Sabtu 21 Desember.

 "Mobil ini terlalu kecil untuk menampung mereka semua."

Sejumlah besar rumah di Jalur Gaza rusak oleh badai, sementara ratusan keluarga harus mengungsi. Pemerintah tidak mampu menangani krisis karena kekurangan peralatan dan dana, memaksanya untuk menyatakan bahwa kondisi Gaza sangat 'tertekan'.

Ketika banjir bandang melanda, Kaud dan keluarganya baru saja menuju ke tempat tidur. Beberapa menit kemudian, mereka mendengar orang-orang berteriak di luar.

Ketika ia melihat keluar jendela, Kaud melihat banjir menerjang rumah-rumah.

"Saya bangunkan istri dan anak-anak saya dan membawa mereka naik ke atap," kenang Kaud.

Mereka akhirnya diselamatkan oleh personel pertahanan sipil, yang mengantar mereka bersama dengan ribuan warga  Gaza lainnya ke kamp-kamp darurat yang telah didirikan di sekolah-sekolah. Selama berhari-hari, Kaud mengatakan kepada istrinya dan sembilan anak-anak bahwa mereka akan segera kembali ke rumah. Tapi itu tidak terjadi.

Tidak ada yang tersisa dari rumah mereka yang sederhana selain tumpukan pecahan batu bata dan besi-besi, semua perabotan mereka telah rusak karena banjir.

Sekarang, taksi Kaud telah menjadi rumah baru bagi keluarga, di mana empat anak-anak tidur di bagasi, tiga di kursi belakang dan dua di kursi depan dengan ibu mereka. Kaud berada diluar untuk menjaga keluarganya meski angin dingin menerjang hingga menusuk tulang.

Kaud hanya tidur saat pagi, ketika anak-anak pergi ke sekolah. Dia hanya bisa tidur siang singkat, namun, karena ia harus segera bekerja menjalankan taksinya untu memberikan makan keluarganya.

Ketika anak-anak kembali dari sekolah, Kaud dan istri menggelar seprei untuk makan siang bersama.

Sekarang, harapan terbesar keluarga Kaud adalah untuk sekali lagi memiliki atap di atas kepala mereka.


sumber : muslimdaily.net
Read Post | komentar

Surat dari Gaza: Dikepung 7,5 Tahun, Kedinginan, Kebanjiran

Kamis, 19 Desember 2013




Pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah Palestina di Gaza menyebutkan lebih dari 5200 jiwa saat ini berada di 13 pusat penampungan dua di antaranya merupakan penampungan UNRWA

Sahabatalaqsha.com – Minggu lalu selama empat hari Jalur Gaza yang sudah 7,5 tahun dikepung zionis israel diserang badai musim dingin dan banjir. foto: Business Insider
 
BismillahirRahmanirRahim

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Saudaraku yang kucintai Muhammad Fanni Rahman, dan saudara-saudaraku relawan dan pendukung Sahabat Al-Aqsha semoga Allah menjagamu dan memantapkan langkahmu dalam kebaikan dan keberhasilan. Ya Allah kabulkanlah…

Saudaraku yang mulia, ketika tengah malam hari Kamis (12 Desember 2013), air bah dengan deras menerjang puluhan bahkan ratusan rumah di Gaza. Dan para penduduk waktu itu tidak sempat untuk menyelamatkan barang-barang miliknya meski hanya sedikit saja.

Air bah datang setinggi antara 2 sampai 4 meter di berbagai lokasi. Hampir saja peristiwa itu merenggut nyawa banyak anak-anak secara tiba-tiba sedangkan para penduduk dalam keadaan tidur.
Air itu mengepung mereka sampai datangnya para petugas kepolisian dan Pertahanan Rakyat dengan perahu-perahu untuk mengevakuasi mereka ke tempat penampungan. Ratusan pengungsi pun menempati sekolah yang didirikan oleh lembaga pengungsian setelah rumah mereka tenggelam setelah badai musim dingin menerjang Gaza selama 4 hari.

Pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah Palestina di Gaza menyebutkan  lebih dari 5200 jiwa saat ini berada di 13 pusat penampungan dua di antaranya merupakan penampungan UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina).

Pihak medis yang berwenang menyatakan,  pihaknya melakukan penanganan atas 80 kasus cedera, 4 orang dalam keadaan kritis sedangkan dua meninggal dikarenakan bancana ini.

Badai musim dingin dan banjir yang menimpa Gaza menyebabkan ribuan keluarga mengungsi ini sekali lagi menyingkap dampak dari pengepungan selama 7,5 tahun. Di mana banyak bangunan yang pondasinya keropos serta kurangnya peralatan yang dibutuhkan oleh regu penyelamat.

Sebenarnya Emir Qatar telah mengirimkan kapal bahan bakar untuk menyuplai pembangkit listrik Gaza yang sejak dua bulan berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar dan bantuan senilai 10 juta dolar untuk korban bencana banjir.

Kabarnya, pemerintah Mahmoud Abbas menolak bantuan itu masuk kecuali setelah pihak Qatar membayar pajak sebesar 10 juta dolar. Subhanallah… Dan rakyat Gaza sendiri saat ini masih menderita karena pengepungan, dan penderitaan itu semakin berat setelah kudeta As-Sisi terhadap Presiden Muhammad Mursi, dimana rezim As-Sisi menghancurkan terowongan-terowongan yang sebelumnya digunakan oleh penduduk Gaza untuk memasukkan bahan makanan dan kebutuhan pokok.

Rakyat Gaza juga masih menderita disebabkan penutupan pintu Rafah terus-menerus, dimana rakyat Gaza tidak boleh keluar kecuali mereka yang memiliki visa di luar atau yang sakitnya sudah parah. Itupun dengan cara yang amat dipersulit dimana dalam sebulan hanya ada kesempatan 6 hingga 8 hari dan itu hanya berlaku 4 jam tiap harinya.

Bersama dengan surat ini disertakan foto-foto bencana banjir dan musim dingin di Gaza.

Semoga Allah menolong rakyat Gaza. Jangan lupa doakan kami dari kejauhan. Doakan kami setiap usai kalian menegakkan shalat.

Hanya kepada Allah kami menyandarkan diri dan harapan.

Salam rindu kami dari Gaza yang Mewakili Kehormatan Umat Islam sedunia,

Wassalaamu’alaykum,

Abu Muhammad Ziad, Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief


sumber : sahabatalqsa.com/hidayatullah.com
Read Post | komentar

Biadab, Israel Siksa Warga Palestina Hingga Sakit Jiwa

Kamis, 12 Desember 2013

Kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestina meninggalkan bekas luka, baik fisik maupun mental. Tidak jarang, warga Palestina yang mengalami kekerasan oleh tentara zionis mengalami gangguan jiwa.

Salah satunya dialami oleh Aamil, warga Hebron, Palestina. Menurut pernyataan Médecins Sans Frontières (Dokter Lintas Batas/MSF) kepada VIVAnews, Kamis 12 Desember 2013, Aamil adalah warga Palestina yang bekerja di Israel.

Namun, pria 30 tahun ini jadi sulit bekerja setelah Israel membangun dinding yang memisahkan warga Palestina dan Yahudi. Padahal, dia harus mencari uang untuk membiayai pernikahannya. Akhirnya, dia mencari jalan pintas, memanjat dinding, ketimbang melalui pos pemeriksaan.

Saat berada di atas dinding, naas, tentara Israel telah menunggunya di bawah. “Ayo turun, kami tidak akan menyakitimu; kami akan mengizinkanmu keluar dan kembali masuk melalui pos pemeriksaan,” kata tentara Israel itu.

Namun tentara ini berbohong. Saat Aamil turun dia ditarik dan dipukuli. Aamil dibawa ke sebuah tempat di perbukitan. Di sana dia ditinggal sendirian. Beruntung, setelah beberapa jam berlalu, kawannya menelepon ponselnya dan ambulans menjemputnya pada pukul satu pagi.

Hasil rumah sakit: tulang panggul, siku, dan pergelangan tangan Aamil retak, kandung kemihnya pecah. Ia di rumah sakit selama enam bulan. MSF mulai merawatnya karena depresi. Hingga kini, Aamil masih mengalami gangguan kejiwaan berupa depresi yang kemungkinan akan selamanya melekat.

Perangainya berubah menjadi pendiam. Pacarnya memutuskan pertunangan, membuatnya semakin terpukul. “Kini mereka meninggalkan saya sendiri, saya merasa tidak diterima di rumah. Apakah saya punya masa depan? Harapan? Saya sama sekali tidak optimistis,” Aamil menuturkan.

Huda dan Dua Anaknya
Aamil bukanlah satu-satunya warga Palestina yang menderita gangguan jiwa. Hal ini dialami juga oleh anak-anak yang ditangkap secara ilegal oleh tentara Israel. Di antara mereka adalah Ashraf dan Jamal, berusia 7 dan 8 tahun.

Keduanya ditangkap tentara Israel di Silwan, Yerusalem, bersama 10 anak lainnya. Saat memberontak, kepala mereka dibenturkan ke badan mobil. Gigi depan Ashraf patah. Ibunya, Huda, mencari anak-anak mereka dari kantor polisi hingga perbukitan. Akhirnya, dia menemukan dua buah hatinya mendekam di penjara Russian Compound di pusat kota.

Anak-anaknya ditahan dengan tuduhan klasik ‘melempari tentara dengan batu’. Menurut Huda, tentara tidak punya bukti. Orangtua dan saudara mengajukan protes ke petugas. Petugas meminta mereka menandatangani dokumen yang mengatakan anak-anak telah melempar batu. Mereka menolak tanda tangan.

Anak-anak ditahan selama seminggu. Menurut anak-anak, mereka kerap dipukul. Mereka diperbolehkan menelepon ke rumah. Akhirnya, anak-anak pun dibebaskan. Akibat peristiwa ini, anak-anak tersebut trauma berat. Prestasi Ashraf dan Jamal di sekolah anjlok.

“Mereka susah tidur dan saat tidur sering bermimpi buruk melihat tentara mendobrak pintu dan meringkus mereka dan orang-orang lainnya. Anak saya yang besar mengompol seperti bayi. Mereka tidak berani keluar, jarang tidur, mereka sangat kaget dan takut mendengar bel, mereka sangat takut pada polisi,” Huda menuturkan.

Setahun kemudian, anak-anak itu masih jarang keluar rumah, mereka lebih suka di rumah bersama ibu dan adik bayinya, bermain komputer. Mereka sangat pendiam dan penurut, bisa dibilang terlalu pendiam.

Kemudian, Huda mulai berkonsultasi dengan MSF. “Ada seorang psikolog yang menemui anak-anak dan setelah beberapa waktu, saya bisa melihat perkembangan mereka. Di kelas mereka lebih aktif dan napsu makan membaik. Namun, anak saya yang kecil selalu membawa mainan favoritnya di tas, seolah dia takut jika kejadian itu terulang lagi, seolah mainannya bisa sedikit membuatnya merasa tenang,” ujar Huda.

Huda, yang suaminya tidak bekerja punya masalah lain. Rumahnya yang sederhana, dibangun di dekat gunung, akan digusur.

Penduduk tidak diizinkan membangun di wilayah Palestina di Yerusalem Timur. Namun jumlah penduduk terus bertambah, mereka perlu tempat tinggal dan membangun rumah. MSF telah memperkenalkan Huda dengan seorang pengacara yang akan membantunya mengurus persoalan hukum rumahnya.

“Saya hanya ingin hidup tenang, anak saya bisa ke sekolah dan bisa pulang ke rumah setiap harinya.”


Foto : Ashraf dan Jamal, anak Palestina yang disiksa tentara Israel

sumber : viva.co.id
Read Post | komentar

Amerika Gelontorkan 400 Juta Dollar untuk Israel, Hamas makin Ditakuti

Senat dan parlemen Amerika akhirnya menyetujui anggaran pertahanan AS tahun 2014 mencapai 552.100.000.000 dollar, termasuk bantuan tambahan mencapai 400 juta dolar untuk pertahanan udara Zionis.

Sementara itu, menurut situs harian Yedeot Aharonot hari Selasa menyebutkan, anggaran pertananan Amerika untuk tahun 2014 telah mendapat persetujuan dari sebagian besar anggoat senat baik dari partai Republik maupun demokrat.

Mereka juga sudah menyepakati pemberian bantuan tambahan untuk sistem pertahanan udara Zionis “Tongkat Sihir” sebanyak 400 juta dollar. Demikian juga peningkatan roket Arow3 yang diperkirakan masuk dalam bantuan militer tahun depan dan penambahan sistem baterai baru "Iron Dome."
Ia mengisyaratkan, bantuan dana ini di luar bantuan rutin AS tiap tahunnya ke Israel yang mencapi 3,1 milyar dollar tiap tahun.

Kekuatan Hamas

Sementara itu, dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), perwira tinggi Shabak (Intelijen zionis) memperkirakan pertempuran mendatang dengan Hamas tidak akan mudah, dan lebih sulit dari sebelumnya. Meski Hamas ditimpa kesulitan, namun mereka mampu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi setiap kemungkinan konfrontasi dengan militer zionis, apa yang disiapkannya meningkat sepuluh kali lipat dari sebelumnya, tegasnya.

Perwira tersebut mengklaim, produksi rudal Hamas yang mencapai 70 KM terus dikembangkan tanpa henti, dan mampu mencapai seluruh pelosok Tel Aviv.
Sementara itu Panglima Militer Zionis, Beny Gantz, menyebutkan bahwa ada peningkatan nyata dalam sejumlah uji coba rudal buatan Hamas. Menurutnya uji coba tersebut berhasil sesuai yang mereka harapkan.*

sumber : hidayatullah.com
Read Post | komentar

Innalillah, Minim Fasilitas Kesehatan, Cucu PM Palestina Wafat

Kamis, 28 November 2013

GAZA – Perdana Menteri  Otoritas Nasional Palestina Ismail Haniya, Rabu (27/11) siang waktu setempat kehilangan salah satu cucu perempuan dari anaknya Abdusaalam. Menurut keluarga, Amal, nama cucu Haiya,  yang baru berusia 1 tahun meninggal akibat sakit saluran pencernaan yang dideritanya sejak pekan lalu.

Haber7 mengabarkan, akibat tidak adanya rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap di wilayah Gaza, Amal sempat dirujuk ke rumah sakit di Mesir. Namun karena pintu perbatasan Rafah ditutup sejak pemerintahan kudeta berkuasa di Mesir, terpaksa sang bayi dibawa ke salah satu rumah sakit di Israel.

Namun itu pun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Pada akhirnya Amal dipulangkan kembali ke Gaza dan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Anak En-Nasr.
“Kita menerima Amal sebagai salah satu syahidah di Gaza. Amal juga seperti anak-anak Palestina lainnya yang dirampas haknya mendapatkan obat-obatan dan fasilitas perawatan. Ini adalah takdir anak-anak Palestina,” kata Haniya.

“Kita mohon kepada Allah semoga ia dimasukkan ke dalam barisan para syahidah. Seperti apa yang rakyat Palestina persembahkan sebelumnya, dengan rendah hati kita juga mempersembahkannya sebagai hadiah kepada Allah,” imbuh Haniya saat upacara pemakaman.
Upacara pemakaman tersebut juga dihadiri oleh beberapa menteri, wakil rakyat, dan pemimpin partai Palestina. [tajuk/MAF]

Foto : PM Palestina Ismail Haniya membawa sendiri jenazah cucunya ke pemakaman. Foto: haber7
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all