• Home
  • Tentang PKSMarpoyan
  • PKS Riau on Story
  • Galeri Foto
  • Kontak
  • App for Android
Today is :
skip to main | skip to sidebar
Indonesia Bangkit !
  • Jiwa Melayani PKS Yang Tak Lekang Oleh Waktu [PKS Riau on Story]
  • Kami Akan Lawan Sampai Kiamat !!!
  • Sepenggal Firdaus by Anis Matta
  • Tifatul : PKS "Pekanbaru Keren Sekali"
  • Anak Muda Partainya Yaa PKS !

Jiwa Melayani PKS Yang Tak Lekang Oleh Waktu [PKS Riau on Story]

Kami Akan Lawan Sampai Kiamat !!!

Sepenggal Firdaus

Tifatul: PKS "Pekanbaru Keren Sekali"

Anak Muda Partainya Yaa PKS !

Follow @PKSmarpoyan

Posting TerJempol

  • Polisi Pekanbaru : Makan Sate Dululah, Orang PKS Dah Tertib, Gak Perlu Diatur
  • Pengamat Hukum Ini Ngaku Milih PKS di Program Duel Kandidat TVONE
  • Bambang Soesatyo : Nasib Golkar dan Gerindra Tergantung Bandul PKS
  • Buat Real Count, PKS Klaim Raih Suara 9,44 Persen
  • Istri Bos RS Swasta Terbesar di Pekanbaru Ini Mantap ke Senayan
  • Survei LSI, PKS Tumbuh 140%
  • Meski Kalah Suara, Caleg PKS Imami Shalat Jenazah Ketua PAC Demokrat Kampar Timur
PERNIK

[Video] Bangsa Ini Membutuhkan Kebaikan Anda, Meski Kecil Itu Cukup Berarti

Selasa, 26 November 2013

" Sedikit Kebaikan lebih memberi arti, daripada banyak kesempatan untuk berbuat tapi kikir memanfaatkan kesempatan itu. "


Sebagai generasi masa depan, selayaknyalah kita berkontribusi untuk bangsa ini, berikanlah sedikit tenaga, pikiran dan sumber daya apapun yg kita miliki untuk tanah air ini. Cita-cita mulia tidak akan terwujud hanya dengan berpangku tangan dan tidak berbuat, apalagi memaki, menghina orang-orang yg sudah berbuat, mari bekerjasama, semoga cucuran keringat kita dinilai sebagai amal yg besar oleh Allah SWT. Dengan cinta, kerja dan harmoni lebih dekat dan melayani, mari kita jayakan Indonesia. PKS Cinta Indonesia. Salam 3 Besar ) 3 (. (def)

Semoga video ini menginspirasi kita :) :

Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 09.46 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: PERNIK
Opini

PKS ITU APAKAH SEPERTI INI ?

Satu lagi bukti PKS menjadi sasaran tembak politik 2014 : "Ketika saya masih di KPK; mungkin hanya satu partai di indonesia; ketika akan di periksa KPK untuk menjadi saksi kasus, tidak pernah mengirimkan 'kurir' nya untuk basa basi tanya negoisasi, ya cuma PKS tokh.."(Bibit Samad Riyanto ,Mantan Wakil Ketua KPK)

"Hanya satu partai di Indonesia, yang ketika saya rapat dengar pendapat dengan DPR, tidak pernah bertanya kepada saya melalui sekretaris pribadi saya,..."tentang ada komisinya tidak?, atau bisa ikutan proyek tidak"...; hanya satu partai yang tidak pernah melakukan itu; cuma anggota dari fraksi keadilan sejahtera.." (Said Didu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN)- 

PKS tidak ada mafia nya, mau bukti; Saya ingat hal hal diatas; karena saya penasaran apakah benar PKS masih menjadi partai penyeimbang sekaligus pembeda dengan partai lain nya; Saya langsung bertanya kepada mereka berdua dengan kapasitas sebagai koresponden sebuah media; walau sebenarnya pertanyaan tersebut tidak masuk dalam poin poin isi pertanyaan yang di kirimkan oleh pihak redaksi ke saya, Entahlah; mungkin rasa ingin tahu saya serta rasa pernah bersama partai tersebut (PKS; red) menjadi motivasi saya untuk berani bertanya hal tersebut.

Ketika semua partai di DPR di isukan di back up para mafia; memjadi pertanyaan menarik apakah PKS termasuk? Tetapi mendengar jawaban dua tokoh diatas yang 'berpengalaman' bersentuhan dengan penguasa, partai politik dan hegemoni mafia, sepertinya bisa dijadikan tolak ukur.

Tolak ukur tentang bagaimana PKS dengan mafia Kalau saja kita mau jujur; coba cek sekali lagi, mengenai informasi tentang prilaku anggota dewan di DPR. Adakah anggota DPR dari PKS yang memiliki usaha jasa keamanan atau pengamanan pribadi ?

Karena bisnis bagi bagi proyek tak lepas dari kepemilikan usaha jasa keamanan.
Jasa keamanan berujung bagi bagi lapak.  Selanjutnya; ada kah anggota DPR dari PKS yang bergaya ala preman ketika kesehariannya.  Karena 80 persen bisnis mafia dekat dengan jiwa premanisme. Selanjutnya, ada kah dari anggota DPR dari PKS yang memimpin ormas yang kerjaannya menekan alias memalak dan meminta jatah ?.  Karena ketika mereka telah memiliki ormas yang 'kerja annya' cuma meminta jatah dan memalak, dapat membawa dampak kepada karakter sang anggota dewan.

Pemimpin ormas tersebut menjadi peminta jatah dan pemalak proyek Selanjutnya; adakah anggota DPR dari PKS yang gaya bahasa nya seperti Ruhut Sitompul, Sutan Bhatoegana yang ABS alias asal bapak senang.

 Karena terlalu banyak bicara dengan emosi dan ngotot; itu menandakan karakter takut di kritik dan tidak mau kalah dan ketinggalan proyek serta jatah. Hingga lahirlah sifat ABS asal bapak senang. Dan mafia sangat cocok dengan para ABS tadi Apakah prilaku anggota DPR dari PKS bisa digambarkan seperti karakter diatas ?  Kalau tidak, maka harus kita akui PKS NO MAFIA.


by Yusuf Mohammad
Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.45 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Opini
Profil Caleg

H. Muhammad Gazali, Lc, Caleg DPR RI Dapil Riau 2 No. Urut 1


Ini Dia Daftar Riwayat Hidup, H. Muhammad Gazali, Lc, Caleg DPR RI Dapil Riau 2 No. Urut 1 dari PKS )3(.


Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.38 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Profil Caleg
Profil Caleg

H. Sukmo Mulyo Rejo, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 No. Urut 4


caleg dpr ri riau dapil 1, caleg pks dpr ri dapil riau 1

Inilah Daftar Riwayat Hidup, H. Sukmo Mulyo Rejo, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 (Pekanbaru) No. Urut 4 dari PKS )3(.



Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.35 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Profil Caleg
Sudut Pandang

Kader PKS: Bersiap Siagalah Untuk Berkuasa!

Diskursus Islam dan kekuasaan, nampaknya sudah final. Faham-faham yang kolonialisme yang dijejalkan kepada kalangan Muslim, nampak semakin pudar. Paham kolonialisme yang dimaksud adalah setiap faham yang hendak menjauhkan umat Islam dari pengelolaan SDA dan SDM sesuai misi besar manusia menjadi khalifah dan pemakmur alam semesta.

Pihak kolonial memanfaatkan beragam faham untuk menjauhkan umat Islam dari kekuasaan:


1. Faham yang mempersempit makna ibadah tidak dalam bingkai Din, Dunia, Daulah. Faham ini sangat marak di era Kolonial Inggris, Holland, AS, Yahudi dan bertahan hingga kini. Dengan faham tersebut, umat Islam dibuat tak berkutik. Hanya diberi jatah sebagai kuli atau tukang parkir di etalase negara yang asset-assetnya dimiliki penjajah. 


2. Faham yang menunggu kekuasaan dan memalingkan umat dari pertempuran nyata di hadapan, dengan dalih kondisi yang tidak ideal. Faham ini meniadakan Jihad hingga ada komandan tertinggi, yang disebut amir atau khalifah. Maka faham ini meniadakan peran yayasan, sekolah, lembaga sosial, hingga lembaga sosial masyarakat. Faham yang mengarahkan umat mendengkur dan tak sadar sedang bertempur. Hobinya ikut campur menebar agitasi, tak sadar perannya telah membuat umat Islam semakin babak belur. 


3. Faham inferior, yaitu faham yang menganggap kita kurang ilmu, minim pengalaman, sepi keahlian. Faham ini dimanfaatkan kolonial untuk membuat umat Islam terutama kaum mudanya, setback dan mengalihkan perjuangan yang sudah di depan mata.


Faham pertama dan kedua, sangat mudah dikenali. Sangat absurd jika kita mengikuti faham pertama dan kedua di saat umat terpuruk. Namun untuk faham yang ketiga, seringkali membuat kita terperosok ke dalam penyakit 'ajzuts tsiqoot (ketidakberdayaan orang-orang yang telah tsiqoh dalam perjuangan). Contohnya sangat lumrah terjadi. Massifnya aksi-aksi politik di PKS, acap membuat kader-kader tidak lagi meereguk samudera ilmu. Liqoaat dirasa sekedar rutinitas. Para pembina dituduh tidak sempat lagi melakukan persiapan-persiapan memadai. Demikian jajaran kaderisasi, dinilai tak sempat menginternalisasi nilai-nilai tarbawi yang dulu begitu kental. Lalu terdengar suara dari sayup-sayup hingga terang-terangan, untuk menjauhi dunia politik dan menghentikan perjuangan politik dengan dalih politik selama ini sia-sia belaka. Jiwa-jiwa yang tsiqoh ini pun memilih mundur teratur atau bersikap tak acuh dan ikut bergaduh. 


Bagi kita, menuntut ilmu adalah fardhu 'ain. Tak ada kata berhenti hingga kita dijemput mati. Namun ilmu yang terbaik adalah ilmu aplikatif, yang dapat membimbing kita membimbing perjuangan-perjuangan yang efektif, terukur, dan inovatif. Masalahnya adalah berapa lama waktu yang kita butuhkan? Semisal kita mencita-citakan tafaqquh fiddien (faham mendalam agama), pertanyaannya adalah, berapa tahunkah? Lalu apakah pantas saat kita belajar itu kita meninggalkan perjuangan-perjuangan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pencerdasan umat? 


Ada baiknya kita mengikuti konsep yang ditawarkan Syaikh Al-Qaradhawi. Beliau membuat buku khusus berjudul Taisiirul Fiqhi Lil Muslim Al-Mu'ashir (Konsep Fiqh yang Mudah Untuk Muslim Kontemporer). Artinya kita pelajari yang mudah-mudah dari agama ini. Syaikh Al-Qaradhawi memandang, umat Islam harus terjun ke perjuangan hakiki; dalam persaingan ekonomi global, pergulatan politik praktis, pembebasan Al-Aqsha, hingga pada kebangkitan nyata umat Islam. 


Bayangkan, jika kader-kader yang telah tsiqoh mundur teratur dari perjuangan-perjuangan di atas? Siapa yang akan melawan pertarungan di parlemen dengan SEKULER-LIBERAL-SYI'AH-PAHAM SESAT-Hegemoni Non Islam? Hari ini saja kita tak mampu menandingi massifnya ekonomi yang kita faham dikuasai Non Islam? Bukankah Jakarta saja kini menjadi tak tentu arah dan tak jelas jalan? 


Permasalahan adanya praktik-praktik yang tidak ideal dan dilakukan beberapa kader PKS, menurut saya itu bagian dari pendewasaan. Tidak perlu apologetik dan tidak perlu juga emosional. Mental penguasa itu akan terlatih dari ujian-ujian yang berlaku. 


Tugas kita saat melihat saudara kita yang terpeleset adalah mengulurkan tangan, bukan mengepalkan tangan apalagi menjorokkannya hingga terkapar. Tugas kita adalah mencari celah, mengapa seorang kader bisa terpeleset? Untuk kemudian kita cari solusinya. Lantas adakah jaminan saat kita gagal atau menghindar dari ujian-ujian itu kita akan bebas dari ujian yang sama di masa depan? 


Kallaa ...sama sekali tidak. Justru di saat kita menghindar atau gagal menghadapi ujian korupsi, godaan wanita, dan jabatan, ujian itu akan datang sedia kala di masa depan? Ini sudah sunnatullah. Kia anggap beberapa Pemilu masa lalu sebagai tim ekspedisi pemantau situasi. Di 2014, adalah momentum terbaik untuk menebar cinta-kerja-harmoni. Wallahu A'lam. 

By Nandang Burhanuddin

Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.28 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Sudut Pandang
Berita Nasional

Mahfudz Siddiq : Singapura & Korsel Juga Sadap Indonesia

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menduga aksi penyadapan terhadap Indonesia tidak dilakukan sendiri oleh Australia, namun bersama Singapura dan Korea Selatan.

Penyadapan terhadap Indonesia dilakukan terkait politik militer yang dijalankan negara-negara sekawasan itu di mana Singapura dan Korsel selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan intelijen aliansi itu.

"Apalagi, misalnya, salah satu basis kantor intelijen Israel yang merupakan sekutu dekat AS itu berbasis di Singapura untuk kawasan Asia Tenggara," kata Mahfudz di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, dia meminta Indonesia memahami bahwa tak ada teman yang abadi dan tidak ada perkawanan antarnegara yang dilandasi kerjasama seimbang dan tanpa kecurangan, bahkan negara tetangga pun pasti melakukan penyadapan.

Setiap negara yang beraliansi dengan AS, sebut politisi PKS itu, pasti akan menempuh berbagai cara untuk mengambil informasi sebanyak-banyaknya tentang Indonesia.

"Karena itu, yang bisa dilakukan Indonesia ke depan ialah meningkatkan kewaspadaan dan keamanan dari kemungkinan penyadapan dengan memperkuat sistem keamanan informasi," kata dia. [antaranews]
Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.24 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Berita Nasional
Berita Nasional

Cinta bukan dengan Kata tapi dengan Laku : Hari Guru Gubernur SUMUT rayakan di posko pengungsi Sinabung

Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho,ST merayakan hari guru di lokasi pengungsian Bencana Gunung Sinabung, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Senin (25/11) siang. Di tengah cuaca terik dan terpaan abu vulkanik, Gubernur bersama para guru dan siswa pengungsi, merayakan peringatan ini dengan sederhana. 

“Terimakasih, walaupun dalam suasana bencana seperti ini, para guru masih menunaikan kewajibannya mengajar anak-anak kita,” ujar Gubsu sembari memberi bunga sebagai ungkapan terimakasih kepada para guru di Zentrum GBKP, Kabanjahe. 

Gubsu meminta para guru tak putus semangat menunaikan kewajiban mengajar meski saat ini sedang menghadapi situasi yang sulit. Saat ini sebanyak 11.116 warga mengungsi akibat erupsi Gunungi Sinabung yang tersebar di 21 lokasi pengungsian. Sebagian besar warga lereng Gunung Sinabung ini sudah tinggal di pengungsian selama tiga pekan. 

Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga pengungsi. Demikian halnya untuk anak-anak, Pemkab Karo mengkoordinasikan anak-anak pengungsian bisa tetap belajar di sekolah-sekolah sekitar lokasi pengungsian. 

Gubsu dalam kesempatan itu juga menekankan agar pemerintah daerah terus berupaya agar proses belajar-mengajar tetap berlanjut.
“Anak-anak kita tetap harus belajar, terimakasih atas tanggungjawab dan keikhlasan bapak-ibu guru sekalian,” ujar Gubsu. 

Gatot yg juga Capres PKS ini juga pernah, melakoni profesi pengajar selama 25 tahun ini pun tak menyiakan waktu dengan memberikan motivasi bagi para pelajar. Kepada anak-anak yang hadir, Gatot menjelaskan bahwa meskipun saat ini Gunung Sinabung menganggu manusia, hewan dan tumbuhan, namun kelak letusan gunung akan bermanfaat bagi kehidupan. 

“Hikmah dari ini, setelah letusan, tanah menjadi semakin subur secara jangka panjang,” ujar Gatot. Dalam kesempatan tersebut Gubsu menyerahkan bantuan berupa Beras 5 ton, 500 selimut dan handuk, 500 paket makanan, 1.000 pasang baju seragam SD dan SMP, 1.000 paket alat tulis dan tas. Gubsu juga menyerahkan bantuan bantuan PT Bank Sumut senilai RP 78 juta dan dana CSR Bank Sumut Rp 85 juta. 

Gubsu hadir bersama rombongan diantaranya Kepala Dinas Kominfo Jumsadi Damanik, Kadis Peternakan Tetty Erliana Lubis, Kadis Binamarga Effendi Pohan, Kepala BNPB Sumut Asren Nasution, Kadis Pendidikan M Zein, Kadis Sosial Alexius Purba, Dirut Pemasaran PT Bank Sumut Esther Ginting dan mewakili Kadis Pertanian, Kabid Bina Hortikultura Yulizar, 

Selama di Tanah Karo, Gubsu juga menyinggahi dua lokasi pengungsian lainnya yaitu posko Mesjid Istihrar di Berastagi dan Posko di Jambur Peceren yang dipadati ribuan pengungsi.
Dandim Tanah Karo Letkol Kav Prince Meyer Putong menjelaskan Gunung Sinabung yang kini berstatus Awas terus mengeluarkan lahar dan awan panas namun belum sampai menyentuh permukiman penduduk. Meski penyebarannya masih disekitar lereng sekitar radius 1,5 km, namun tetap diwaspadai erupsi yang lebih besar.[suaranews]
Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.19 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Berita Nasional
Berita Nasional

Anis Matta : Elektabilitas PKS Turun Hanya Sekedar "Warning"

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menganggap beberapa hasil survei yang menyebutkan elektabilitas partai Islam ini terus melorot hanya sebagai peringatan (warning).
"Begini, saya tidak ingin menolak semua hasil survei yang ada sekarang. Kita anggap sebagai 'warning' saja bagi PKS," katanya usai "Dialog Kebangsaan Mencari Pemimpin Indonesia" di Semarang, Senin. 

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu mengungkapkan bahwa nantinya yang akan menentukan hasil akhir tetaplah pemilihan umum sehingga PKS akan tetap fokus untuk menguatkan barisan menghadapi Pemilu 2014. 

"Hasil survei ini hanya sebagai 'warning'. Mau suaranya turun, mau partai terburuk, dan seterusnya (dari hasil survei, red.), kita anggap ini hasil-hasil survei ini sebagai 'warning' saja," katanya.
Tentunya, Anis Matta mengingatkan, dibutuhkan kerja keras dengan menyiapkan seluruh mesin parpol untuk memenangkan PKS dalam Pemilu 2014. 

Sebelumnya, Anis juga mengatakan bahwa prahara yang membelit partainya selama ini dianggap sebagai ujian terbesar dan ternyata tak banyak berpengaruh terhadap elektabilitas partai politik ini.
Berbagai pendapat kalangan pengamat dan lembaga survei telah memprediksi aib politik itu bakal memengaruhi elektabilitas PKS, kata dia, namun ternyata tidak terbukti dengan kemenangan PKS dalam pilkada di berbagai daerah. [suaranews]

"Rasanya prahara partai akhir Januari lalu itu justru membuat kader PKS semakin solid. Ini kami cermati dengan terpilihnya kader PKS menjadi kepala daerah di beberapa tempat," ucap Anis.[suarenews]
Read Post | komentar
Diposting oleh adminweb di 08.07 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Berita Nasional
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Anis Matta Quotes

"Pileg 2014 menandai berakhirnya era transisi demokrasi.. Kita memasuki demokrasi yg lebih stabil.. Tidak ada keluarbiasaan yg betul-betul luar biasa..."

Arsip Blog

  • ►  2014 (653)
    • ►  Agustus (8)
      • ►  Agu 06 (3)
      • ►  Agu 05 (5)
    • ►  Juli (26)
      • ►  Jul 07 (3)
      • ►  Jul 03 (6)
      • ►  Jul 02 (10)
      • ►  Jul 01 (7)
    • ►  Juni (32)
      • ►  Jun 08 (1)
      • ►  Jun 07 (2)
      • ►  Jun 04 (5)
      • ►  Jun 03 (7)
      • ►  Jun 02 (6)
      • ►  Jun 01 (11)
    • ►  Mei (208)
      • ►  Mei 31 (4)
      • ►  Mei 30 (11)
      • ►  Mei 29 (9)
      • ►  Mei 28 (11)
      • ►  Mei 26 (1)
      • ►  Mei 23 (4)
      • ►  Mei 22 (3)
      • ►  Mei 21 (6)
      • ►  Mei 20 (11)
      • ►  Mei 19 (5)
      • ►  Mei 18 (9)
      • ►  Mei 17 (8)
      • ►  Mei 16 (7)
      • ►  Mei 15 (6)
      • ►  Mei 14 (14)
      • ►  Mei 13 (5)
      • ►  Mei 12 (11)
      • ►  Mei 11 (5)
      • ►  Mei 10 (7)
      • ►  Mei 09 (5)
      • ►  Mei 08 (5)
      • ►  Mei 07 (9)
      • ►  Mei 06 (8)
      • ►  Mei 05 (7)
      • ►  Mei 04 (10)
      • ►  Mei 03 (9)
      • ►  Mei 02 (10)
      • ►  Mei 01 (8)
    • ►  April (189)
      • ►  Apr 30 (9)
      • ►  Apr 29 (9)
      • ►  Apr 28 (11)
      • ►  Apr 27 (11)
      • ►  Apr 26 (6)
      • ►  Apr 25 (7)
      • ►  Apr 24 (4)
      • ►  Apr 23 (10)
      • ►  Apr 22 (6)
      • ►  Apr 21 (10)
      • ►  Apr 17 (3)
      • ►  Apr 16 (4)
      • ►  Apr 15 (3)
      • ►  Apr 14 (6)
      • ►  Apr 13 (2)
      • ►  Apr 12 (5)
      • ►  Apr 11 (5)
      • ►  Apr 10 (8)
      • ►  Apr 09 (10)
      • ►  Apr 08 (12)
      • ►  Apr 07 (8)
      • ►  Apr 06 (3)
      • ►  Apr 05 (9)
      • ►  Apr 04 (5)
      • ►  Apr 03 (10)
      • ►  Apr 02 (6)
      • ►  Apr 01 (7)
    • ►  Maret (60)
      • ►  Mar 31 (6)
      • ►  Mar 30 (7)
      • ►  Mar 29 (8)
      • ►  Mar 28 (7)
      • ►  Mar 27 (7)
      • ►  Mar 26 (8)
      • ►  Mar 25 (2)
      • ►  Mar 24 (1)
      • ►  Mar 22 (3)
      • ►  Mar 21 (3)
      • ►  Mar 18 (5)
      • ►  Mar 14 (1)
      • ►  Mar 06 (1)
      • ►  Mar 05 (1)
    • ►  Februari (33)
      • ►  Feb 12 (7)
      • ►  Feb 07 (1)
      • ►  Feb 06 (5)
      • ►  Feb 05 (6)
      • ►  Feb 04 (7)
      • ►  Feb 03 (5)
      • ►  Feb 01 (2)
    • ►  Januari (97)
      • ►  Jan 31 (4)
      • ►  Jan 29 (2)
      • ►  Jan 28 (6)
      • ►  Jan 27 (6)
      • ►  Jan 25 (5)
      • ►  Jan 24 (3)
      • ►  Jan 23 (4)
      • ►  Jan 22 (6)
      • ►  Jan 20 (1)
      • ►  Jan 17 (2)
      • ►  Jan 16 (5)
      • ►  Jan 15 (7)
      • ►  Jan 14 (3)
      • ►  Jan 13 (2)
      • ►  Jan 10 (3)
      • ►  Jan 08 (6)
      • ►  Jan 07 (7)
      • ►  Jan 06 (5)
      • ►  Jan 05 (1)
      • ►  Jan 04 (5)
      • ►  Jan 03 (9)
      • ►  Jan 02 (3)
      • ►  Jan 01 (2)
  • ▼  2013 (431)
    • ►  Desember (161)
      • ►  Des 31 (4)
      • ►  Des 30 (6)
      • ►  Des 29 (1)
      • ►  Des 28 (7)
      • ►  Des 26 (3)
      • ►  Des 24 (5)
      • ►  Des 23 (1)
      • ►  Des 22 (2)
      • ►  Des 21 (2)
      • ►  Des 20 (8)
      • ►  Des 19 (5)
      • ►  Des 18 (9)
      • ►  Des 17 (5)
      • ►  Des 16 (6)
      • ►  Des 15 (4)
      • ►  Des 14 (10)
      • ►  Des 13 (13)
      • ►  Des 12 (6)
      • ►  Des 11 (12)
      • ►  Des 10 (8)
      • ►  Des 09 (7)
      • ►  Des 07 (1)
      • ►  Des 06 (8)
      • ►  Des 05 (5)
      • ►  Des 04 (6)
      • ►  Des 03 (7)
      • ►  Des 02 (7)
      • ►  Des 01 (3)
    • ▼  November (214)
      • ►  Nov 30 (4)
      • ►  Nov 29 (10)
      • ►  Nov 28 (10)
      • ►  Nov 27 (9)
      • ▼  Nov 26 (8)
        • [Video] Bangsa Ini Membutuhkan Kebaikan Anda, Mesk...
        • PKS ITU APAKAH SEPERTI INI ?
        • H. Muhammad Gazali, Lc, Caleg DPR RI Dapil Riau 2 ...
        • H. Sukmo Mulyo Rejo, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 No....
        • Kader PKS: Bersiap Siagalah Untuk Berkuasa!
        • Mahfudz Siddiq : Singapura & Korsel Juga Sadap Ind...
        • Cinta bukan dengan Kata tapi dengan Laku : Hari Gu...
        • Anis Matta : Elektabilitas PKS Turun Hanya Sekedar...
      • ►  Nov 25 (7)
      • ►  Nov 24 (5)
      • ►  Nov 23 (8)
      • ►  Nov 22 (6)
      • ►  Nov 21 (12)
      • ►  Nov 20 (8)
      • ►  Nov 19 (7)
      • ►  Nov 18 (7)
      • ►  Nov 17 (2)
      • ►  Nov 16 (9)
      • ►  Nov 15 (5)
      • ►  Nov 14 (25)
      • ►  Nov 13 (9)
      • ►  Nov 12 (5)
      • ►  Nov 11 (7)
      • ►  Nov 09 (5)
      • ►  Nov 08 (6)
      • ►  Nov 07 (6)
      • ►  Nov 06 (4)
      • ►  Nov 05 (2)
      • ►  Nov 04 (6)
      • ►  Nov 03 (3)
      • ►  Nov 02 (13)
      • ►  Nov 01 (6)
    • ►  Oktober (56)
      • ►  Okt 30 (5)
      • ►  Okt 28 (9)
      • ►  Okt 26 (2)
      • ►  Okt 25 (6)
      • ►  Okt 24 (9)
      • ►  Okt 23 (1)
      • ►  Okt 22 (3)
      • ►  Okt 21 (5)
      • ►  Okt 20 (3)
      • ►  Okt 19 (13)
 

Kontak Admin

twitter :
@pksmarpoyan
email :
pksmarpoyan@gmail.com

Blog History

Dimulai sejak :
18 Oktober 2013

Total Kunjungan

© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all