Tim Prabowo siapkan relawan TPS bersama PKS

Selasa, 01 Juli 2014


Tim sukses calon Presiden Prabowo Subianto menyiapkan relawan saksi yang akan ditugaskan di tempat pemungutan suara (TPS) yang akan bekerjasama dengan para kader Partai Keadilan Sejahtera pada Pemilihan Presiden 9 Juli 2014.

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen selaku tim pemenangan pasangan calon Presiden dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa, mengatakan, relawan tersebut nantinya akan bertugas hingga ke TPS.

"Para relawan tersebut nantinya akan membantu saksi dari Partai Keadilan Sejahtera yang juga akan menjadi pengawas sampai di tingkat TPS," katanya saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi nasional bertajuk pertahanan, keamanan, energi, politik, ekonomi, sosial dan budaya dalam kerangka NKRI.

Ia mengatakan, para saksi tersebut akan bekerja sama dengan saksi dari PKS karena selama ini partai itu dikenal solid sampai dengan tingkat bawah.

"Ia mengatakan, nantinya semua unsur tersebut akan bekerja secara menyeluruh demi menyelamatkan suara mulai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas," katanya.

Disinggung mengenai dugaan politik uang dirinya mengaku tidak begitu khawatir dengan isu yang sedang dihembuskan tersebut.

"Mengenai masalah politik uang tidak menjadi kendala karena uang masih kalah dengan hati nurani. Seperti halnya seorang yang sedang pacaran maka kekasihnya tidak akan bisa dibeli dengan menggunakan uang," katanya.

Ia juga mengatakan kalau syarat sebagai calon presiden minimal haruslah orang yang pernah berperang atau juga sosok yang memiliki ilmu dan pengalaman perang.

"Jika tidak pernah latihan menembak, kira-kira bagaimana dia bisa mengatakan tekan tombol roket, jika keadaan perang atau juga pengalaman berperang," katanya.

Ia mengatakan, dari dua sosok calon presiden, hanya Prabowo yang memiliki pengalaman yang komplit sehingga bisa disegani oleh negara lain.

Apalagi, kata dia, Indonesia saat ini sangat tertinggal jauh dari negara tetangga dari sisi pertahanan seperti dengan Singapura. Alat utama sistem persenjataan Indonesia masih jauh tertinggal.

"Jika dengan negara tetangga saja kalah, belum lagi dengan negara-negara besar lainnya mulai dari Australia, Tiongkok, maupun Amerika," katanya.

Pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan calon masing-masing Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa dan Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla. [antara]
Read Post | komentar

Kicauan Fahri Belum Seberapa Dibanding Kubu Jokowi-JK


Jubir Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya menilai, kicauan Fahri Hamzah belum seberapa bila dibandingkan dengan yang dilakukan kubu Jokowi-JK.

"Kalau kita lihat dari pihak sana kalau menghujam kita juga lebih tajam. Ada yang menaruh foto ketua partai politik dengan Osama Bin Laden, menurut saya itu lebih jahat," kata Tantowi Yahya di Jakarta, Selasa (1/7).

Terkait kicauan Fahri, Tantowi yang Wasekjen Golkar ini mengaku tidak memiliki kapasitas untuk memberi suatu penilaian, ia menyerahkan semua keputusan kepada Bawaslu.

"Kita serahkan kepada lembaga yang berurusan dengan itu, apabila menyinggung kan kita ada Bawaslu yang memberikan semprit peringatan apabila ucapan tersebut sudah offside," ujarnya.

Tantowi yang baru saja dilantik menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR ini meyakinkan, kicauan Fahri tidak akan menjadi blunder bagi langkah Prabowo-Hatta memenangkan pilpres.[aktual]
Read Post | komentar

Empat Kali Survei Puskaptis, Prabowo Selalu Unggul

Hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Kebijakan & Pembangunan Strategis (Puskaptis) menunjukan pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta masih unggul dibandingkan Capres/Cawapres no urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Demikian dikatakan oleh Direktur Puskaptis Husin Yazid saat ditemui di arena debat Cawapres yang di selenggarakan KPU RI di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu (29/6) malam.

Menurutnya, dari empat kali survei yang diadakan oleh Puskaptis selama tiga kali survei dari bulan Juni dimenangkan oleh Prabowo-Hatta. Sedangkan elektabilitas Jokowi hanya unggul pada akhir Mei lalu.

“Dalam survei keempat yang kami gelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68 persen. Sebaliknya elektabilitas Jokowi 40,83 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan tapi akan berpartisipasi (swing voter) yakni 15,49 persen,” terang Husin Yazid di Jakarta, Minggu (29/6) malam.

Dia menuturkan, selama empat kali survei tersebut, elektabilitas Prabowo terus meningkat setiap minggunya. Dia menyebutkan dalam surveri pertama yang diadakan oleh Puskaptis pada 20-25 Mei.

"Pada saat itu elektabilitas Prabowo hanya 39,28 persen dan Jokowi mencapai 44,72 persen," ujarnya.

Kemudian dalam survei pada 16-21 Juni, elektabilitas Prabowo melonjak menjadi 45,60 persen mengalahkan elektabilitas Jokowi yang bertengger di angka 43,21persen dan swing voter mencapai 11,19 persen. [aktual]
Read Post | komentar

Anis Matta Apresiasi Bergabungnya Demokrat di Koalisi Merah Putih


Ibarat jarum di ujung benang, Partai Demokrat mulai menyulam dengan baik. Inilah kata-kata yang tepat diberikan kepada Demokrat yang telah resmi memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 1, Prabowo-Hatta.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengapresiasi dukungan partai besutan SBY tersebut. 

Dukungan Demokrat ini sebuah pertanda kemenangan bagi pasangan Prabowo-Hatta pada pilpres 9 Juli nanti.

"Ini artinya Demokrat tidak akan golput. Dan ini menjadikan kekuatan bagi koalisi Indonesia Raya bertambah," ujar Anis usai deklarasi dukungan Prabowo-Hatta dari Pemuda Histeria Prabowo-Hatta dan Generasi Anis Matta Pemimpin Muda, di Gedung Sabuga, Bandung, Selasa sore (1/7).

Menurutnya, Partai Demokrat pandai mengambil momentum. "Ini momentum luar biasa dimana dukungan datang diujung. Ini akan menentukan. Ini tentu akan menjadi tambahan kekuatan," terang Anis.

Dengan dukungan Partai Demokrat pada koalisi merah putih ini, diyakini Anis akan membawa Prabowo-Hatta menjadi pemenang pada 9 Juli nanti.

"Ini semakin meyakinkan bahwa pasangan Prabowo-Hatta Insya Allah akan menang," pungkasnya.

Selain diisi orasi politik oleh Anis Matta, acara juga diisi ngabuburit bersama The Changcuters, Fathin Shidqia dan sejumlah band lokal lainnya. [rmol]
Read Post | komentar

Survei: Mesin Parpol tak Bergerak, Jokowi Disalip Prabowo


JAKARTA - Lembaga Survei Jakarta (LSJ) menyebutkan tingkat elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 47,5 persen, sedang elektabilitas Jokowi-JK sebesar 41,3 persen. Menurut peneliti utama LSJ, Ikhsan Rosidi, segala kemungkinan masih bisa terjadi disebabkan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) masih cukup signifikan, yakni sebesar 11,2 persen.

"Bisa saja jika tim pemenangan Prabowo-Hatta lengah dan terlena dengan peningkatan elektabilitasnya, pasangan Jokowi-JK bisa menyodok menjadi pemenang Pilpres 9 Juli nanti," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/7).

Dia mengungkapkan, kenaikan elektabilitas Prabowo-Hatta dikarenakan partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih bekerja secara maksimal. Sedangkan partai pengusung Jokowi-JK kurang maksimal dalam memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua tersebut.

"Secara agregat, mesin partai pengusung Jokowi-JK baru bergerak 55,5 persen jauh dibawah kinerja mesin partai pendukung Prabowo-Hatta yang sudah bergerak 70,4 persen. Dengan fakta ini dapat dimaklumi apaliba elektabilitas Jokowi-JK cenderung tidak beranjak sejak pasangan tersebut terbentuk dan didukung oleh lima partai," katanya.

Survei LSJ dilaksanakan sejak tanggal 18 sampai dengan 27 Juni 2014 di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah responden yang dilibatkan 1.240 responden dan mereka yang telah memiliki hak pilih pada Pilpres 9 Juli nanti.

Survei tersebut menggunakan teknik pencuplikan secara multi stage random sampling dan margin of error 2,8 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. [rol]
Read Post | komentar

Prabowo: Saya Tempuh Jalan Susah, Bukan dengan Tank

JAKARTA -- Capres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto memaparkan pandangannya mengenai politik luar negeri dan kepentingan nasional di hadapan perwakilan berbagai kedutaan besar negara asing di Indonesia, Senin (30/6). Prabowo berorasi dalam forum yang diadakan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di Hotel Borobudur, Jakarta itu.

Dalam forum itu, sempat dibuka sesi tanya jawab. Seorang pengajar dari Australia menanyakan mengenai pandangan Prabowo akan demokrasi. Karena ia sempat mendengar ucapan Prabowo di salah satu acara yang menyebut demokrasi Indonesia merupakan produk Barat. Ia pun menanyakan apakah Prabowo sepakat dengan kepemimpinan otoritarian.'

Prabowo memberikan penekanan arah pembicaraan saat itu mengenai konsep demokrasi. Bukan, menurut dia, membicarakan pemerintahan demokrasi dan otoriter. "Saya merasakan ke mana anda mengarahkan pertanyaan ini," kata mantan Danjen Kopassus itu seraya tersenyum. Komentar Prabowo itu disambut tawa hadirin yang hadir.

Selama ini Prabowo mengaku ada yang berusaha membentuk citra dirinya. "Saya dicitrakan sebagai seorang yang antidemokrasi. Saya ingin pemerintahan otoriter. Saya ingin kembali pada Orde Baru."

Hadirin ada yang bertepuk tangan. "Mohon dipastikan saya demokratis. Saya percaya demokrasi," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Prabowo mengatakan sebagai tentara dia telah bersumpah dan berjanji untuk menjaga konstitusi Indonesia. Ia mengaku masih menjaga janji itu. Karena itulah Prabowo mengatakan terjun ke dunia politik.

"Ini pemilihan ketiga saya. Jadi saya tempuh jalan yang susah. Saya tidak gunakan tank dan mengambil alih parlemen. Tidak," ujar Prabowo, yang kembali disambut tawa.

Karena itu Prabowo membantah jika disebut ingin menghilangkan demokrasi dan sistem pemilihan langsung oleh rakyat. Namun, ia memang menilai harus ada pemikiran agar demokrasi Indonesia tidak mahal seperti sekarang ini.

"Bukan saya mengajukan untuk menghilangkan pemilihan langsung. Jika saya dipilih, saya akan dipilih melalui pemilihan langsung. Itu yang saya setuju, itu yang saya terima," kata dia. [rol]
Read Post | komentar

Jelang Pilpres, PKS Riau telah Memastikan 100% Kesiapan Saksi

PKSMARPOYAN.ORG. Pekanbaru (30/7),  Dalam suasana Ramadhan, seluruh ketua dan sekretaris DPD PKS di Riau berkumpul di Kantor DPW PKS Riau Jl. Soekarno Hatta, Pekanbaru dalam rangka konsolidasi.  Pertemuan konsolidasi struktur PKS antara DPW dan DPD se-Riau ini dipimpin langsung oleh H.Nurdin, SE.Ak selaku ketua DPW PKS Riau, didampingi H.Hasyim Aliwa sebagai wakil ketua, dan Suroyo, S.Pi, selaku Sekretaris.
 
Malam itu DPW PKS Riau ingin memastikan kesiapan seluruh struktur PKS di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat ranting mengenai pengkoordinasian saksi, sehingga diperoleh data valid untuk 12.166 TPS se Riau.

Dalam agenda pertemuan selepas Isya itu hanya ada satu permasalahan yang dibahas, yakni supervisi kesiapan saksi dengan melakukan pengecekan langsung oleh DPW PKS Riau kepada semua koordinator saksi, bertingkat mulai dari TPS-PPS-PPK hingga koordinator di tingkat DPD PKS serta petugas untuk Tabulasi Nasional.

Selanjutnya PKS Riau juga memastikan jadwal pelaksanaan pelatihan saksi di tingkat kecamatan se-Riau yang diberikan time limit kepada semua kabupaten kota supaya menyelesaikannya hingga H-3 pencoblosan.

Sebagaimana diketahui, bahwa PKS sudah menyatakan siap menyukseskan Pilpres dengan menghadirkan saksi di semua TPS untuk memenangkan pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta, sehingga target 100% saksi di TPS menjadi konsekuensi logis dari komitmen tsb. [adn/pksmarpoyan.org]
Read Post | komentar (1)
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all