PKS Andalkan Tim Tabulasi Sendiri

Selasa, 08 April 2014

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan tabulasi internal hasil Pemilu Legislatif (Pileg) yang dilakukan oleh saksi-saksi internal.

Dalam keterangan persnya, (Selasa, 8/4), Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Fahri Hamzah menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan saksi-saksi yang tersebar di setiap tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia yang akan melapokan hasil penghitungan secara real time ke pusat data di Kantor DPP PKS di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kami memiliki sistem sendiri yang tidak hanya menggunakan scanning formulir C1, tetapi juga menggunakan pesan singkat dari setiap saksi. Hasil pindaian dan pesan singkat tersebut akan masuk ke sistem tabulasi yang stand by di kantor pusat kami," ungkapnya.

PKS sendiri akan menyampaikan hasil tabulasi internalnya secara bertahap setelah TPS-TPS selesai menghitung suara di wilayah Indonesia bagian barat. "Kami mengundang rekan-rekan pers hadir di Kantor DPP PKS untuk mengikuti hasil real count kami dari berbagai daerah," ujar Fahri.

PKS sudah menyiapkan kader-kadernya untuk menjadi saksi pada setiap TPS. Persiapan ini diikutsertakan juga dengan pelatihan tabulasi suara. Fahri berharap tim tabulasi PKS bisa mendapatkan hasil penghitungan lengkap suara dari saksi-saksi pada pukul 22.00 WIB pada Hari H Pemilu, 9 April 2014.

"Kami percaya kepada kader-kader kami dapat memberikan saksi yang jujur dan akurat," ungkap Fahri. *


Read Post | komentar

PKS Optimistis Dapat Dukungan Besar, Besok

JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis dalam pemilihan umum (pemilu), Rabu (9/4), partai politiknya akan mendapatkan dukungan besar dari publik. Hal ini disampaikan Wakil Sekjen  DPP PKS Fahri Hamzah dalam pernyataannya, Selasa (8/4).   
 
"PKS belum pernah turun peringkat dari partai nomor 7 di Pemilu 1999, lalu nomor 6 di Pemilu 2004, dan nomor 4 di Pemilu 2009 lalu. Wajar kalau sekarang naik ke tiga besar dan memimpin koalisi," katanya. 

Dia yakin akan hal ini, karena menyaksikan geliat massa dan opini publik selama kampanye. Menurutnya, PKS yakin publik Indonesia bakal memberikan dukungan yang mengejutkan partai saat pencoblosan. 

Karena itu, menurut anggota Komisi III DPR ini, posisi yang paling mungkin bagi PKS nanti adalah memimpin koalisi pemerintahan atau oposisi. "Kami merasa bahwa situasi ini hanya memberikan dua pilihan dengan kejutan itu." 

Dia menilai, sudah bukan saatnya lagi bagi PKS ikut-ikutan dalam pemerintahan tanpa posisi yang jelas dalam kepemimpinan nasional seperti di masa yang lalu." 

Sebelumnya, kata dia, PKS menjadi partai Islam yang menyatakan posisinya sejak awal dengan mengajukan tiga calon presiden sendiri hasil pemilu raya internal.  Sementara partai politik lain mempertimbangkan untuk merapat ke salah satu capres. 

Ketika ditanya soal koalisi dan wakil presiden yang mau dipilih, Fahri berpendapat, pimpinan DPR yang ada sekarang ini termasuk sumber mitra koalisi dan kepemimpinan nasional yang potensial. "Mereka adalah tim kepemimpinan nasional yang telah membuktikan kinerja dan kekompakan selama ini," katanya. *



Read Post | komentar

Melalui Fatwa As-Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri, Ustadz Firanda Ajak Pilih PKS

Dari diskusi dengan beberapa kawan mahasiswa pasca sarjana di Madinah, dan beristikhoroh kepada Allah, berikut ini saya sampaikan beberapa buah pemikiran seputar pemilu, yang saya harapkan bisa menjadi pertimbangan dalam menyikapi pileg yang sudah di depan mata :

PEMILU 2014 (Pilih Siapa?)

Berdasarkan fatwa para ulama besar yang memiliki pandangan yang tajam, fikih yang tinggi, serta ketakwaan kepada Allah (seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-'Utsaimin, dan Syaikh Al-Albani rahimahumullah) demikian juga fatwa Ulama Besar Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizohullah, dan juga beberapa ulama lainnya yang sempat kami minta nasehat dari mereka, maka kami mengikuti nasehat para ulama tersebut untuk menganjurkan kaum muslimin untuk ikut mencoblos dalam pemilu -sebagai pengamalan dari kaidah fikih (ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ) "Menempuh mudhorot yang teringan", terlebih lagi mengingat kondisi tanah air yang cukup mengkhawatirkan.

Setelah itu kami bermusyawarah dan mengambil keputusan untuk menganjurkan kaum muslimin melakukan hal berikut :

Pertama: Jika mengenal caleg yang terbaik dan cenderung kepada sunnah dan membela kepentingan islam maka pilihlah caleg tersebut.

Kedua: Berilah peringatan terhadap caleg nashrani, syiah maupun liberal walaupun dari partai islam.

Ketiga: Jika tidak kenal caleg, maka pilihlah Partai PKS, Walaupun Kami tetap menyatakan haramnya demokrasi, karena bagaimanapun PKS –dengan segala kekurangannya- masih merupakan partai yang secara umum masih diharapkan bisa memberi kontribusi kepada Islam dan Kaum Muslimin. namun tetaplah berhati-hati terhadap caleg syiah dan non muslim walaupun dari PKS.

SERUAN kami kepada PKS agar terus membenahi diri, dan mencari keridhoan Allah, dan tidak mencalonkan non muslim, syiah maupun liberal.

Sesungguh kemenangan bukanlah pada jumlah yang banyak akan tetapi pada meraih keridoan Allah dengan  menjalankan syari'atNya dan menjauh sebisa mungkin larangan-Nya.

Akhirnya kami mengharapkan kaum muslimin menyatukan suara mereka demi Islam, dan terus berdoa dengan tulus dan membenahi ibadah masing-masing, karena penolong hanyalah Allah semata. Semoga menjadi kemaslahatan bagi kaum muslimin.

Allahul musta'an

Berikut ini kami sampaikan juga fatwa As-Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri yang merupakan jawaban atas pertanyaan salah seorang saudara kami kemarin sore (07 April 2014), semoga menjadi bahan renungan. Wallahul Musta'aan

PERTANYAAN:

هل يجوز المشاركة في الانتخابات في بلادنا أندونيسيا؟
علما أن الساحة السياسية تحتوي على فرق وأفكار كثيرة..ولكن يخشى أن خطر تقدم الشيعة كبير جدا. وكذلك العلمانيون.
فهل يجوز التصويت للجماعة/للشخص الأقرب للسنة؟
ولكن يجب التنبيه أنه حتى إذا فازت هذه الجماعة (أو إذا أدخل هذا الشخص البرلمان) فسيكون من الصعب عليهم تطبيق الشريعة إلا أن ينقص بعض المضرات أو المفاسد و بل يفتن الكثير في دينهم و دنياهم...فماهي نصيحتكم؟؟ وجزاكم الله خيرا..

Kepada Syaikh yang mulia semoga Allah menjaga Anda..

Apakah boleh berpartisipasi didalam pemilu di negeri kami Indonesia?

Perlu diketahui bahwasannya kancah politik terbagi kedalam banyak kelompok dan pemikiran..akan tetapi ditakutkan bahwasannya bahaya akan kemajuan (tersebarnya) syiah sangat besar..demikian juga dengan kaum sekuler.

Maka apakah boleh memberikan suara kepada kelompok Jama’ah atau orang yang paling dekat kepada sunah?

Akan tetapi yang perlu diketahui juga bahwasannya apabila Jama’ah tersebut menang (ataupun orang tersebut masuk kedalam parlemen) maka akan sulit bagi mereka menerapkan syari’ah kecuali hanya mengurangi sebagian dari keburukan-keburukan dan kerusakan-kerusakan dan bahkan kebanyakan dari mereka terfitnah atas agama mereka dan dunianya..

Maka bagaiman nasihat dari Anda??  Semoga Allah membalas segala kebaikan Anda..

JAWABAN:

العمل السياسي على نوعين:
 النوع الأول من يدخل من أجل أن يرشح للبرلمان أو لغيره, مثل هذا لا يصح لطلبة العلم, ليس من شأنهم مثل هذا و ذلك لأن المهمة التي يؤدونها لتعليم الخلقة وإعادتهم إلى الله جل وعلى أعظم من مهمة الإنشغال بمثل هذه الأمور. و لأن هذه الأمور تجلب أصحابها إلى أفعال و أخلاق لا تتناسب مع شأن طالب العلم, المهاترات الكلامية.

وطالب العلم بمثابة المربي و الأب للجميع و لأن هذا النظام الديمقراطي فيه مخالفات شرعية كثيرة في أساسه و بنيته تجلب خطى أهل العلم بهذا قد يتنافى مع المقصود الشرعي.

أما بالنسبة للتصويت, فنقول هذا من ارتكاب أهون الضررين لدفع أعلاهما, فلا ندخل في المهاترات مع هؤلاء المتسابقين إلى هذه المقاعد نضيع المهمة التي قدمنا من أجلها, حينئذ لابأس من المشاركة في التصويت بشرط أن يغلب على ظن الإنسان أن من اختاره الأصلح الذي يعين الخلق إلى الله جل و علا

هذا و الله أعلم

Kegiatan politik tersebut dibagi menjadi dua jenis:

Jenis pertama, siapa yang masuk (dalam perpolitikan) dengan maksud untuk mencalonkan diri kedalam parlemen atau selainnya, semisal ini tidaklah dibenarkan bagi penuntut ilmu karena hal ini bukanlah bagian dari urusannya.

Hal itu dikarenakan pentingnya menunaikan pengajaran kepada manusia dan kembalinya mereka kepada Allah Jalla wa ála lebih agung daripada pentingnya menyibukkan diri terhadap perkara tersebut (politik).

Dan juga dikarenakan perkara (politik) tersebut menjerumuskan pelakunya kedalam perbuatan-perbuatan dan akhlak-akhlak yang tidak sesuai dengan jati diri penuntut ilmu yang mengacaukan ucapan-ucapannya.

Dan penuntut ilmu adalah sebagai pendidik dan pengayom dari semuanya.

Dan sesungguhnya sistem demokrasi ini didalamnya terdapat banyak hal-hal yang menyelisihi syariat baik pada pondasinya maupun bangunannya yang menyelisihi jalannya ulama sehingga terkadang tidak sesuai dengan maksud syariat.

Adapun (jenis kedua) memberikan suara, maka kita katakan bagian dari mengambil yang paling ringan mudhorotnya untuk menolak yang paling besar mudhorotnya. Maka janganlah kita masuk kedalam kerusakan-kerusakan bersama mereka yang berlomba-lomba kepada kursi (parlemen) tersebut, sebagaimana telah kita jelaskan sebelumnya.

Adapun berpartisiapsi didalam memberikan suara maka tidaklah mengapa dengan syarat kuatnya prasangka seseorang yang dipilihnya adalah paling memberikan maslahat yang dapat menolong manusia (untuk kembali) kepada Allah Jalla wa ála..*

Wallahu a'lam..

By: Ustadz Firanda Andirja 
firanda.com

Read Post | komentar

Kerja 'Gila' Anak-Anak Muda Pendukung Anis Matta Presiden Muda di Bengkulu

Ada suatu hal yang menarik bagi saya ketika bergabung dengan relawan salah satu Calon Presiden (Capres) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Relawan yang menamakan diri sebagai Gen-AMPM ini mempunyai anggota hampir 100% adalah anak muda.

Anis Matta Pemimpin Muda yang disingkat dengan (AMPM) ini sudah memilki relawan ditiap daerah di 34 Provinsi Indonesia, dan termasuk di Provinsi Bengkulu. Ketika saya bergabung dengan komunitas ini, ada suatu kata yang ingin saya katakan pada kerja mereka yaitu “Gila”.

Kerja mereka nggak ada matinya, setelah dibentuknya komunitas ini hampir setiap malam mereka rapat dan mempersiapkan bahan untuk dibagikan di pagi harinya, terkadang juga mereka bagikan brosur dan pamphlet Anis Matta ditiap persimpangan jalan.

Yang lebih gila lagi adalah mereka menyewa mobil dan pasang sound system, mengelilingi kota Bengkulu setiap hari dengan memainkan lagu-lagu PKS, dan sepasang badut Upin-Ipin juga mereka ikutkan dalam kegiatan keliling ini, tentu dalam rangka menarik simpati masyarakat terhadap PKS.

Dan hal inilah yang diakatakan oleh Presiden PKS Anis Matta bahwa Gen-AMPM punya Kerja-kerja Gila, semangat muda semangatnya Indonesia, tentu Anis Matta sangat mengapresiasi relawannya yang semakin hari semakin bertambah untuk mendukung beliau menjadi Presiden Indonesia.

Hingga saat ini pun saya kira partai lain nggak ada yang melakukan hal seperti ini secara gratis, tentu partai lain jika ada pasti dengan bayaran. Akan tetapi tidak untuk relawan AMPM ini yang asli mereka pakai uang sendiri dalam melakukan kegiatan tersebut, dan saya katakan adalah disinilah letak kemenangan PKS sesungguhnya yang memiliki kader-kader yang militan. *



Read Post | komentar

Kader PKS Di Bodoh-Bodohi Pimpinannya ???

Melihat berbagai foto dan iklan PKS di Perancis, Jerman, Turki, Inggris, Australia dll, bagi yang sudah lama ‘kenal’ PKS sebenarnya tidak ada yang aneh.

Pergilah ke berbagai negara, hadir dalam berbagai pengajian lokal, maka akan bertemu dengan kader PKS. 

Mereka calon master, calon doktor dari berbagai bidang keilmuan. Sebagian lagi doktor-doktor lulusan luar negeri yang sedang kontrak kerja dengan perusahaan asing dan menetap di negara tersebut. 

Mereka hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Doktor, tapi guru iqra. Doktor tapi pengasuh grup anak-anak dalam kegiatan bersama.

Wajar jika ada data yang menyebutkan, jumlah doktor di dalam barisan kader PKS paling banyak dibandingkan partai lainnya. 
 
Data ini tentu agak berseberangan dengan kalimat, ‘PKS mencuci otak kadernya….PKS mencocok hidung kadernya, hingga logika tidak digunakan, otak tak lagi berfungsi, bisa didustai pemimpinnya.’


I laugh

Bagaimana mungkin para doktor sebanyak itu bisa dibodohi qiyadah/pemimpin mereka? Sedang dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan logika scientifika?

Ada satu yang sulit diterima orang luar PKS, bahwa para calon doktor dan doktor itu bergerak karena satu hal, ‘Lillah….lillah…lillah…’ Bukan lil partai…’ Karena Allah, bukan karena partai.

Ingin menjelaskan pada semua pembaca di sini, dalam ruang kecil diskusi para doktor ini (saya saksinya), analisa kritis tentang kebijakan partai adalah hal biasa. Menyampaikan masukan pada pimpinan pusat tak pernah jengah. Komunikasi dua arah, atas-bawah, dan sebaliknya jauh lebih sehat dan hidup dibandingkan partai lainnya.

Partai mana yang menterinya bisa langsung ditelpon tanpa melewati asisten pribadi? Tidak ada sekat antara yang sedang memimpin dan dipimpin, karena di dalam tubuh PKS dihidupkan semangat menerima amanah, menjauh dari nafsu mengejar kekuasaan. Saat ini memimpin, esok menjadi yang dipimpin. Siap menjadi prajurit ataupun komandan jika diminta.

Pemilihan caleg itu dasarnya penunjukan partai melalui mekanisme musyawarah. Saya kenal banyak mereka yang awalnya keberatan dan menolak. Coba, partai mana yang calegnya menolak dicalonkan? Yang ada malah caleg membayar untuk dapat nomor di surat suara.

Berbagai dusta dan berita miring tentang PKS sedang banyak beredar. Jawabku, Allah Maha Tahu. Wa makaru wa makarallahu, wallahu khairul makirin.


Allah tahu apa yang terjadi sesungguhnya.

Saya wartawan yang juga dosen Jurnalistik. Dari sejak menjadi mahasiswa, saya dididik untuk berdiri hanya di atas kebenaran, di atas semua golongan. Bukan berdiri di atas kepentingan satu kelompok, misalnya PKS.

Dengan demikian, saya bersaksi, ada begitu banyak kebaikan di dalam PKS. Semoga Allah berkahi, Allah lindungi, Allah terima amal kebaikan mereka, orang-orang yang bekerja dalam diam, jauh dari sorotan media.

Saya saksikan pengorbanan harta yang tak masuk di akal dari mereka yang di sana, untuk meninggikan agamaNYA. Saya saksikan, malam-malam bertanggang yang mereka jalani untuk mencari solusi persoalan terdekat yang menjadi bebannya.

Saya saksi ketika mereka mendahulukan beberapa kerja dakwah, dan luar biasa, nilai A+ lah yang jadi hasil tugas belajar di kampusnya. Saya saksikan, mereka yang untuk bulanan saja sulit, namun tetap bersemangat memberikan kontribusi. Saya melihat perjuangan mereka datang dari kota-kota sebelah, berjam-jam dalam perjalanan, demi membuhul cinta, bekerja untukNYA.

Apakah kursi parlemenkah yang menjadi ambisinya?
Tidak. Andai ada satu dua yang menjadi lebih dekat dengan Rabbnya, cukup. Andai satu dua ada yang menemukan cintaNYA, Alhamdulillah.

Tetap bekerja, ada atau tidak ada dalam parlemen. Dekat atau jauh dari pemilu, bakti itu terus diberikan. Selalu melatih diri menjadi yang pertama menegakkan hukumNYA.

Bukan hasil di dunia….tapi catatan di sisiNYA hingga semoga terbawa nanti sampai di akhirat.
Hingga, apapun yang terjadi, tetap menang.

Menjadi wartawan yang berdiri di atas kebenaran, sungguh sejalan dengan semangat gerakan ini. Karena gerakan dakwah ini pun tidak bekerja demi kelompoknya….Cita-citanya adalah kebaikan bagi dunia.

Lihatlah di berbagai belahan dunia. Tak berada di Indonesia pun, semangat memberi itu tetap kobar.
Saya akan akhiri dengan: Kelemahan pun banyak. Namanya manusia. Tapi, semangat perbaikan itu kental dan merata di segala lapisan. Semangat ini kemudian melandasi kajian-kajian kritis, adu argumentasi.

Saya berdoa, semoga sambil terus bekerja, satu-satu pe-er itu nampak solusinya. Ini juga ujian dalam perjuangan. Andai mulus-mulus saja, tentu bukan itu tabiat dakwah.

Adapun dakwah, milik Allah. Manusia di dalamnya sebagian bisa tertinggal….terlepas dari dakwah. Namun dakwah terus berjalan….ada atau tidak ada kami/mereka di sana.

Yang mengikat adalah nilai laa ilaha illallah. Nilai tak berubah dari dahulu sampai sekarang. Di manapun berada. Palestina, Afghan, Siria, Mesir, Inggris. Membawa pada Allah…

Dan terakhir, lihatlah sosok kader PKS di sekitarmu….bandingkan dengan berita di media. Percayalah, sebagian besar media sudah ditunggangi kepentingan pemiliknya….Sudah sekian banyak penelitian membuktikan.

Percayailah nuranimu.Andaipun belum bisa percaya penuh pada PKS, pilihlah Partai Islam lainnya. Jangan biarkan hakmu tersia-sia. *


Maimon Herawati
Read Post | komentar

Ibu - Ibu Arisan : "Maaf Mas, Kita Semua Sudah Dapat Tugas Dari PKS"

Beberapa anak – anak  SMA yang sudah masuk dalam kategori pemilih pemula di daerah Cikoko ditawari oleh partai lain untuk menjadi saksi. Namun serempak, Ibu – Ibu mereka mengatakan, “Maaf mas, kita semua sudah dapat tugas dari PKS.”

Terharu mendengar curhatan ibu – ibu arisan Cikoko tersebut, yang memang selama ini selalu sering ketemu dengan kader – kader PKS dalam berbagai acara. Mereka memang simpatisan setia pemilih PKS, sejak pemilu 2004 sampai sekarang. 

Alhamdulillah mereka tidak terpengaruh dengan pemberitaan media dan yang lainnya. Tanpa bayaran saat kampanye perdana di GBK Senayan mereka berduyun duyun ikut pergi ke sana. Kader – kader PKS sangat akrab dengan mereka dalam berbagai acara, dari acara arisan, pengajian sampai wisata kuliner.

Anak – anak mereka pun mengikuti pengajian bersama para kader PKS Cikoko, bukan hanya pengajian mereka pun tidak jarang mengikuti bimbingan belajar dari para kader PKS untuk membahas beberapa PR yang mereka punya.
 
Mereka juga tidak sungkan – sungkan untuk melaporkan kejadian di wilayahnya masing – masing termasuk ketika ada kegiatan money politic dari para caleg parpol di wilayahnya. Mereka ikut mengamankan wilayahnya dari praktik – praktik politik kotor yang akan menciderai demokrasi.


sumber: http://pks-jakarta.or.id/pemilih-pemula-ditawari-saksi-ibunya-sudah-dapat-tugas-dari-pks/
Read Post | komentar

Ini Dia Video PKS 'Kongkow' Bareng Komunitas Anak Muda Pekanbaru Part 1


PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. PKS melalui Ketua GMPro PKS Riau, Dian Sukheri, S.Ip memberikan ruang kepada anak-anak muda Pekanbaru ini yg tergabung dalam beberapa komunitas untuk menyampaikan uneg-uneg mereka dalam jamuan makan malam dan bincang santai sekaligus silaturahmi pasca suksesnya kampanye PKS 'Saatnya Putihkan Riau" pada 30 Maret 2014 yg lalu, dimana beberapa dari komunitas yg hadir turut berpartisipasi memeriahkan kampanye yg memecahkan rekor sebagai kampanye dengan massa terbanyak di Pekanbaru versi Polrestabes Pekanbaru.

Penasaran dengan keseruannya ?? Berikut rekaman videonya....C3kidooots...

Read Post | komentar

Pak RW Caleg PKS Ini Bentuk Tim Tangkap Tangan Politik Uang di Daerahnya

Kreatifitas masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan jauh dari money politik perlu diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan di Desa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Riau. Untuk mengantisipasi ''siraman'' uang atau bingkisan di daerah tersebut, salah satu RW (rukun warga) sudah membentuk Tim Tangkap Tangan.

Ketua RW 09 Simpang Baru, Kampar, Mulyadi,A.Md kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014) nengatakan, Tim Tangkap Tangan dibentuk untuk mengantisipasi pemberian uang dan bingkisan kepada warga yang akan memilih.

''Tim tangkap Tangan berada di setiap perumahan dan RT yang ada di lingkunngan RW 09 yang terdiri dari 13 RT dan perumahan, dengan total anggota 130 orang lebih,'' ujarnya.

Dikatakannya, selain membentuk Tim Tangkap Tangan, pihaknya juga menghimbau warga agar tidak Golput serta membuka semua atribut kampanye milik semua Caleg, tanpa terkecuali.

Pemilu Legislatif, tambahnya, menjadi harapan baru bagi perubahan daerah dan bangsa karena itu anggota dewan yang dihasilkan dari Pemilu nanti harus merupakan perwakilan suara rakyat. Baik buruknya perwakilan ditentukan oleh warga itu sendiri.

Sayangnya, selama ini, tambahnya, pesta demokrasi, penentuan nasib dan pembangunan daerah sepertinya tidak akan menghasilkan anggota DPRD berkualitas bahkan akan banyak menghasilkan Anggita Dewan koruptor.

''Karena itu kita sejak awal sudah menolak caleg yang membodoh-bodohi warga dengan pemberian-pemberian seperti minyak goreng,bahan baju, jilbab, uang, wireless dan lain sebagainya,'' ujarnya. *



Mulyadi, Amd, pada pemilu 2014 ini juga terdaftar sebagai Caleg DPRD Kota Pekanbaru Dapil 5 (Tampan - Payung Sekaki) No. Urut 10 dari PKS.

Kreatifitas masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan jauh dari money politik perlu diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan di Desa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Riau. Untuk mengantisipasi ''siraman'' uang atau bingkisan di daerah tersebut, salah satu RW (rukun warga) sudah membentuk Tim Tangkap Tangan.
Ketua RW 09 Simpang Baru, Kampar, Mulyadi,A.Md kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014) nengatakan, Tim Tangkap Tangan dibentuk untuk mengantisipasi pemberian uang dan bingkisan kepada warga yang akan memilih.

''Tim tangkap Tangan berada di setiap perumahan dan RT yang ada di lingkunngan RW 09 yang terdiri dari 13 RT dan perumahan, dengan total anggota 130 orang lebih,'' ujarnya.

Dikatakannya, selain membentuk Tim Tangkap Tangan, pihaknya juga enghimbau warga agar tidak Golput serta membuka semua atribut kampanye milik semua Caleg, tanpa terkecuali.

Pemilu Legislatif, tambahnya, menjadi harapan baru bagi perubahan daerah dan bangsa karena itu anggota dewan yang dihasilkan dari Pemilu nanti harus merupakan perwakilan suara rakyat. Baik buruknya perwakilan ditentukan oleh warga itu sendiri.

Sayangnya, selama ini, tambahnya, pesta demokrasi, penentuan nasib dan pembangunan daerah sepertinya tidak akan menghasilkan anggota DPRD berkualitas bahkan akan banyak menghasilkan Anggita Dewan koruptor.

''Karena itu kita sejak awal sudah menolak caleg yang membodoh-bodohi warga dengan pemberian-pemberian seperti minyak goreng,bahan baju, iilbab, uang, wireless dan lain sebagainya,'' ujarnya. ***
- See more at: http://www.goriau.com/berita/politik/untuk-caleg-jangan-bagibagi-uang-atau-bingkisan-di-daerah-ini-pak-rwnya-sudah-buat-tim-tangkap-tangan.html#sthash.iwlhaLog.dpuf
Kreatifitas masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan jauh dari money politik perlu diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan di Desa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Riau. Untuk mengantisipasi ''siraman'' uang atau bingkisan di daerah tersebut, salah satu RW (rukun warga) sudah membentuk Tim Tangkap Tangan.
Ketua RW 09 Simpang Baru, Kampar, Mulyadi,A.Md kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014) nengatakan, Tim Tangkap Tangan dibentuk untuk mengantisipasi pemberian uang dan bingkisan kepada warga yang akan memilih.

''Tim tangkap Tangan berada di setiap perumahan dan RT yang ada di lingkunngan RW 09 yang terdiri dari 13 RT dan perumahan, dengan total anggota 130 orang lebih,'' ujarnya.

Dikatakannya, selain membentuk Tim Tangkap Tangan, pihaknya juga enghimbau warga agar tidak Golput serta membuka semua atribut kampanye milik semua Caleg, tanpa terkecuali.

Pemilu Legislatif, tambahnya, menjadi harapan baru bagi perubahan daerah dan bangsa karena itu anggota dewan yang dihasilkan dari Pemilu nanti harus merupakan perwakilan suara rakyat. Baik buruknya perwakilan ditentukan oleh warga itu sendiri.

Sayangnya, selama ini, tambahnya, pesta demokrasi, penentuan nasib dan pembangunan daerah sepertinya tidak akan menghasilkan anggota DPRD berkualitas bahkan akan banyak menghasilkan Anggita Dewan koruptor.

''Karena itu kita sejak awal sudah menolak caleg yang membodoh-bodohi warga dengan pemberian-pemberian seperti minyak goreng,bahan baju, iilbab, uang, wireless dan lain sebagainya,'' ujarnya. ***
- See more at: http://www.goriau.com/berita/politik/untuk-caleg-jangan-bagibagi-uang-atau-bingkisan-di-daerah-ini-pak-rwnya-sudah-buat-tim-tangkap-tangan.html#sthash.iwlhaLog.dpuf
Read Post | komentar

Menang Mutlak di Johor, PKS Makin Gila-Gilaan !

Pemilihan Umum di Malaysia dilaksanakan mulai 30 Maret 2014 sehingga 15 April 2014. Malaysia dibagi dalam lima (5) PPLN yaitu Kuala Lumpur, Johor, Penang, Sabah dan Serawak. Ada tiga sistem pengambilan suara: TPS, Drop Box dan Pos. TPS seperti umumnya di Indonesia, penyelenggara pemilu menunggu pemilih datang untuk memilih. 

Pos dilakukan dengan pengiriman surat suara ke alamat pemilih, kemudian surat suara yang sudah dipilih akan dikirimkan kembali ke PPLN. Sedangkan drop box adalah panitia pemungutan suara mendatangi pemilih untuk memilih ditempat pemilih.

Johor memiliki kurang lebih memiliki 350 ribu pemilih (DPT) atau sekitar 30% dari total pemilih diseluruh Malaysia yang mencapai 1 juta lebih.  Diantara  350 ribu pemilih tersebut 10 ribu suara diantaranya menyalurkan hak pilihnya melalui sistem TPS. Pemilihan TPS dan Drop Box dilaksanakan serentak tanggal 6 April 2014 atau maju 3 hari dari waktu pemilu di Indonesia.

Untuk mengetahui distribusi suara menurut partai bagi para pemilih, sekali lagi CORAK (Corong Aspirasi Rakyat) melakukan sampling menggunakan metode Exit Poll. Sebagaimana dilakukan di Western Digital untuk Wilayah KL dengan 11 000 pemilih, di Johor CORAK juga mengadakan exit poll. 10 TPS didirikan di premis Konsulat Jendral (Konjen) Johor Bahru dengan DPT 10 Ribu, atau 1000 per TPS.

Kesertaan Pemilih untuk TPS 666 pemilih dari DPT. Exit Poll kali ini melibatkan 25%  Pemilih dengan cara setiap kelipatan ke-4 dari pemilih yang keluar dari bilik suara akan ditanya, partai apa yang bapak/ibu pilih ? distribusi suara sebagai berikut :

1. PKS  = 102 atau 61.4%
2. PDIP  = 3 atau 1.8%
3. Golkar  = 2 atau 1.2%
4. Gerindra= 2 atau 1.2%
5. PKB= 2 atau 1.2%
6. Demokrat  = 1 atau 0.6%
7. Nasdem  = 1 atau 0.6%
8. Tidak mau menjawab = 53 Atau 31.9 %

Melihat komposisi suara seperti diatas ada beberapa kesimpulan:
1. Orang Johor Bahru lebih tertutup dalam hal pilihan partai. Mereka cenderung untuk tidak mau menjawab, dibandingkan orang Kuala Lumpur. Kemungkinan lainnya mereka malu dengan partai yang dipilihnya.

2. Terlihat PKS menang telak dibandingkan partai2 yang lain, bahkan dua kali lipat daripada perolehannya di Kuala Lumpur.  Atau dengan kata lain, pemilih di Malaysia banyak yang menjadi pendukung PKS.

Sedangkan informasi yang sempat masuk, total suara yang masuk ke Konjen Johor Bahru sudah mencapai 43.333 pemilih dari 202.000 surat suara Drop Box Negeri Johor Bahru atau 21,45% kesertaan pemilih. Sedangkan  666 pemilih menyalurkan suara melalui TPS dari DPT sebanyak 10 ribu atau 6,66%. 

Melalui POS diperkirakan akan mencapai  3.000 pemilih dari 12.000 Surat Suara yang dikirimkan ke alamat DPT atau 25%. Drop box dari Negeri Sembilan,Melaka dan Pahang belum sampai hingga 16.00 Waktu Johor Bahru. Perhitungan akan dilakukan mulai tanggal 9 April 2014 pk 09.00 Waktu Johor hingga 15 April 2014.

Melihat hasil diatas juga Exit Poll di Kuala Lumpur dan Johor Bahru, PKS diperkirakan menang mutlak di Malaysia. Jika pola itu berkembang sampai Indonesia maka bisa diramalkan kalau PKS akan menjadi partai pemenang Pemilu 2014.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada kawan2 UTM yang menjadi relawan exit poll.*


Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all