Kader PKS Riau Membeli Atribut Kampanye Sendiri

Senin, 31 Maret 2014

PEKANBARU -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menggratiskan atribut kepada massa kampanye akbar di Lapangan Purna MTQ, melainkan harus dibeli oleh kader, simpatisan dan pendukungnya.

"Baju tidak gratis, ini kita beli dari pengurus. Di PKS tidak ada yang gratis, malah kita bayar sebagai cara memperbesar partai," kata salah seorang kader PKS dari Kecamatan Rumbai Herman pada saat kampanye di Pekanbaru, Minggu (30/3/2014).

Tidak gratisnya atribut itu terlihat dengan adanya pojok penjual baju atribut. Diantara barang dagangannya terlihat baju kaus berkerah, baju kaos oblong dan baju kurung untuk wanita. Selain itu juga ada pernak-pernik seperti pin, syal, dan bendo rambut bertuliskan PKS.

Ketika ditanyakan, untuk baju kaus berkerah Rp 110 ribu dan baju kaos oblong Rp 70 ribu. Sedangkan baju kurung untuk wanita harganya Rp 90 ribu. Ketika ditanyakan apakah penjualnya merupakan orang dari PKS, penjual tersebut membenarkan.

Febri, warga yang datang menyaksikan kampanye PKS mengatakan harga baju tersebut cukup mahal. Namun, menurutnya patut diapresiasi apa yang dilakukan PKS dengan menjual baju atribut.

Hal ini, kata dia, menandakan tidak adanya upaya mempengaruhi pemilih yang biasanya oleh partai lain diberikan baju ataupun atribut lainnya secara gratis. "Partai lain memberikan baju, kalau PKS malah menjual baju," katanya.

Tifatul Sembiring dan unsur pimpinan PKS Riau bersemangat
Sebelumnya Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Riau Suroyo menyatakan dalam kampanye akbar, Partai nomor urut 3 ini tidak akan melakukan mobilisasi massa dalam artian tidak memfasilitasi massa.

"Kita memutihkan Pekanbaru bukan dengan cara mobilisasi masa. Kita tak mau cara-cara yang demikian itu, tetapi mengukur loyalitas masyarakat setempat terhadap PKS," katanya.

Oleh sebab itu, katanya, kampanye rapat umum terbuka yang digelar PKS disajikan dengan seunik dan semenarik mungkin, sehingga masyarakat tertarik untuk untuk menyaksikan.

Beberapa atraksi ditampilkan dalam kampanye tersebut adalah beladiri Jepang Hokaido, Tarung Derajat, Motor Cross, dan Skateboard. (detik)
Read Post | komentar

Tifatul Hadiri Temu Tokoh-Tokoh Riau di Pekanbaru + Video

PKSMARPOYAN.ORG. PEKANBARU. Momen kehadiran Menkominfo RI dan Presiden PKS ke- 3 Ir. H. Tifatul Sembiring sebagai jurkamnas di Pekanbaru dimanfaatkan dengan maksimal oleh unsur pimpinan DPW PKS Riau untuk melakukan penguatan pada basis - basis massa yg telah menyatakan dukungannya terhadap PKS terutama para ketua-ketua RW dan tokoh-tokoh masyarakat dibawah yg dibawa oleh caleg-caleg PKS.

Oleh karena itu, pada Minggu malam, pukul 21.00 Wib bertempat di Ball Room Hotel Pangeran, Pekanbaru, Pak Tif hadir bersama unsur-unsur pimpinan PKS Riau lainnya seperti Ketua DPP PKS Wilda Sumatra Chairul Anwar, Wakil Ketua DPW PKS Riau Hasyim Aliwa, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, S.Si dan unsur pimpinan DPW PKS Riau lainnya.

Acara dimulai dengan penayangan video Pak Tif yg menyamar sebagai wartawan untuk menyisir daerah-daerah yg terkena dampak erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu yg lalu.

Setelah pemutaran film, Pak Tif juga memaparkan bahwa kader-kader PKS sudah terbiasa melayani seperti pada tahun 2004 yg lalu pada bencana Tsunami di Aceh, PKS menurunkan ribuan relawan selama lebih dari 3 bulan.
 
Tamu yg hadir saat mengajukan pertanyaan
Di sesi dialog ada beberapa pertanyaan yg cukup menggelitik, diantaranya pertanyaan : mengapa PKS tidak pernah mempublish ke media televisi/cetak tentang prestasi seperti ini, Pak Tif menjawab enteng yaitu karena kita (PKS-red) belum punya media televisi/cetak sendiri.

Pertanyaan lain, Mengapa para pejabat hampir mayoritas melakukan korupsi ? Pak Tif menjawab : sekarang kita kaji gaji walikota, yaitu 6,5 juta total dengan tunjangan 13 juta. 

Nah, untuk kampanye mereka supaya menjabat, jika kita hitung 1 orang kader dihargai baju harga sebutlah Rp. 10.000,- sementara mereka butuh 6 juta kader se-Indonesia, berarti total dana yg mereka keluarkan 60 Miliar.

Nah, itu untuk partai yg pengkaderannya kurang baik, Partai yg pengkaderannya baik di Indonesia itu cuma 2 yaitu : 1. PKS, 2. PDIP.

Acara berakhir hingga menjelang tengah malam, Pak Tif kemudian mengajak kepada para tokoh-tokoh yg hadir untuk bergandengan tangan untuk merapatkan barisan memenangkan partai dakwah ini, agar bisa berbuat lebih banyak untuk rakyat Indonesia. Menurut informasi yg pksmarpoyan.org dapatkan dari Dian Sukheri salah satu pengurus DPW PKS Riau, besok Senin (31/3) menjelang pulang ke Jakarta, Tifatul Sembiring akan berkunjung ke rumah budayawan senior Riau DR (HC) Tenas Effendi. (def)


Foto by ArifBanna

Bonus : Mari kita saksikan aksi Tifatul Sembiring menyamar sebagai wartawan untuk menelusuri lebih dalam informasi mengenai dan menemukan solusi yg tepat korban erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu yg lalu bertajuk Perjalanan Menuju Batas Tifatul Sembiring yg juga ditayangkan pada pertemuan tokoh-tokoh Riau di Pekanbaru ini. Selamat menyaksikan !!!


Read Post | komentar

[VIDEO] Persembahan Puisi Anak Kader PKS Riau Yang Menyentuh Hati

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Kampanye Nasional PKS "Saatnya Putihkan Riau" menyisakan banyak cerita menarik yg menjadi bahan perbincangan internal PKS dan tentunya khalayak di Kota Bertuah, Pekanbaru. Kampanye yg tertib, santun, bersih, penuh kekhusu'an dan tentunya atraktif dan kreatif. 

Tidak diperlukan artis-artis top ibu kota untuk mengerahkan massa sampai ribuan orang dan tidak juga perlu mengeluarkan dana yg besar untuk mengiming-imingi masyarakat untuk datang dengan rupiah, tetapi cukup dengan mengundang mereka dengan menawarkan cinta dan harapan, dan tentunya sebagai pengganti hiburan di libur panjang.

Anak-anak kader PKS Riau yg rata-rata dari anak kader-kader senior tidak mau ketinggalan untuk mempersembahkan kontribusinya pada acara ini, dengan membawakan puisi nan syahdu dan menyentuh hati, mereka menggugah, mencerahkan dan menyejukkan hati ribuan massa yg dari tengah hari rela berpanas-panasan.

Dengan Puisi berjudul Ummi Abi, membuat air mata tak tahan untuk diteteskan dan pikiran melayang kepada wajah orang tua yg ada di kampung halamankah, dirumahkah, di lokasi kampanyekah atau yg sudah berada di alam kubur sana.

Penasaran ??? Saksikan sendiri ya.......

Read Post | komentar

Hiiiii......Zombie-Zombie Berkeliaran, Juga Mau Ikut Nyoblos

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Massa siang itu di Purna MTQ, Pekanbaru tetap bersemangat mengikuti dan mendengarkan orasi dari jurkam-jurkam yg dihadirkan. Alunan irama lagu-lagu penyemangat pun tak henti-hentinya menggetarkan panggung kampanye dengan dentuman drum yg memicu adrenalin.

Di kerumunan massa, tiba-tiba datang beberapa zombie sedang berkeliaran dan ingin berpartisipasi pada kampanye PKS "Saatnya Putihkan Riau". Zombie-zombie ala film Walking Dead ini juga ikut berjingkrak dan mendengarkan orasi politik. 

Haha....jangan khawatir, ini ternyata bukan zombie benaran, zombie-zombie ini adalah sekelompok anak muda kreatif yg didandani sebagai simbol untuk mengkritisi masih adanya orang-orang yg sudah meninggal masih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilu 2014. Jumlahnya cukup signifikan, ada 5-10 orang per TPS saja, bisa banyak suara yg tak berpenghuni. 

Jadi, mereka ingin, jika nanti mereka mati tetap setia milih PKS No. 3. Tidak ketinggalan zombie-zombie juga narsis di depan Branding Car Tim Asykar Jempol PKSMarpoyan. (def)
Zombie juga hobi narsis :)
Para Zombie narsis di Branding Car Asykar Jempol PKSMarpoyan

Branding Car Asykar Jempol PKS Marpoyan jadi objek 'narsis'

Read Post | komentar

Komunitas Raggae Pekanbaru Pun Tak Mau Ketinggalan

PKSMARPOYAN.ORG. PEKANBARU. Setelah penampilan group band alternatif "AYRA BAND" membawakan lagu-lagu pilihannya. Di akhir acara, Komunitas Raggae Pekanbaru pun tak mau ketinggalan untuk diberi kesempatan menampilkan kebolehannya bermusik dengan aliran musik raggae.

Tampak kebersamaan kader-kader PKS bersama komunitas ini, tanpa sungkan kader-kader PKS yg masih bertahan hingga akhir acara turut melompat ala raggae bersama anak-anak raggae yg juga turut meramaikan kampanye PKS "Saatnya Putihkan Riau" di Lapangan Purna MTQ. (def)

Salah seorang KORSAD berpose bersama anak-anak raggae Pekanbaru

Salah seorang fotografer relawan PKS berfoto bersama komunitas raggae Pekanbaru
Uda Irfan (paling kanan berkaos putih), menantu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama anak-anak raggae

Read Post | komentar

Polisi Pekanbaru : Makan Sate Dululah, Orang PKS Dah Tertib, Gak Perlu Diatur

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Banyak cerita-cerita menarik yg dapat diungkapkan dari Kampanye Nasional PKS "Saatnya Putihkan Riau" pada Minggu (30/3) di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru.

Disamping banyak aksi-aksi yg menarik dan atraktif dari komunitas-komunitas yg notabene merupakan anak-anak muda Pekanbaru yg bukan kader PKS. Sehingga, benarlah jika dinyatakan bahwa PKS "Partai Kita Semua".

Ribuan massa yg memutih dan kali ini tidak tampak anak-anak berada di dalam lokasi kampanye, karena sebelumnya sudah di sebarkan pemberitahuan dianjurkan tidak membawa anak-anak, namun jika terpaksa PKS Riau sudah menyiapkan tempat penitipannya.
Pak Razali, paling kanan, tak sungkan berfoto bersama kader-kader PKS setelah Ashar berjamaah. Foto/ArifBanna
Disamping itu, kampanye kali ini juga mendapat pujian dari seorang Polisi yg terlibat pengamanan dari Kesatuan Sabhara Polresta Pekanbaru, Pak Razali, yg menyatakan salut dan memuji kader-kader PKS yg disampaikannya sesaat setelah shalat ashar berjamaah bersama kader-kader PKS kepada Arif Banna, Tim Asykar Jempol (Tim Sosmed PKS Riau), "Selama mengamankan kampanye di Pekanbaru,  kampanye PKS ini lah yg massanya paling rame, tertib, kader-kadernya taat hukum, tidak ada yg melanggar. Dan satu lagi saya tau kalo massa yg hadir ini datang ke sini tanpa dibayar." ujarnya.

Selain Pak Razali, ada cerita lain yg pksmarpoyan.org kutip dari status fb salah seorang Korsad DPW PKS Riau Ramon Diaz yg mendengar pembicaraan 2 orang Polisi : Polisi 1: cepatlah, turun ke jalan, kampanyenya dah selesai nich!!! Di lain tempat, Polisi 2 : makan sate-lah dulu... org PKS dah tertib, gak perlu diatur. Jalanan aman terkendali...(bocoran pembicaraan antar polisi-Kampanye PKS di Purna MTQ, Pekanbaru, Riau).

Anggota polisi yg dikerahkan kurang lebih 150 orang, tugas anggota kepolisian jd ringan karena PKS punya pasukan pengamanan (kepanduan). (def)

Pujo WismonoQiyadah PKS Riau ini pun tak nyaman dengan hanya duduk santai di tenda tamu VIP
Tim Pengamanan dari elemen Kepanduan DPW PKS Riau
Seorang anggota Korsad PKS Riau, kesatuan elite pengamanan PKS Riau

Santika DPW PKS Riau


  Foto by TokGuruAqzia
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all