Ninda Virlia Sasmita, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 No. Urut 6

Kamis, 28 November 2013


Ini Dia Daftar Riwayat Hidup, Ninda Virlia Sasmita, S.Si, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 (Pekanbaru) No. Urut 6 dari PKS )3( .


Read Post | komentar

Karena Berikan Kesaksian Palsu Terhadap LHI, Fatanah Pidanakan Supirnya

JAKARTA - Teman dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, berniat memidanakan sopir pribadinya, Sahrudin, terkait kesaksiannya di kasus pengurusan izin kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Ahmad Rozi selaku kuasa hukum Fathanah menyatakan kliennya akan melaporkan Sahrudin ke Mabes Polri dengan tuduhan memberi kesaksian palsu dalam kasus impor daging sapi.

"Barusan saya diskusi dengan AF, jadi saya diminta untuk membuat laporan ke polisi terhadap supir AF, Sharudin," kata dia usai bertemu Fathanah di Rumah Tahanan KPK, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2013).

Menurut Rozi, Sahrudin saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengaku mendapat telepon dari Fathanah beberapa saat sebelum suami Sefti Sanustika itu ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sahrudin mengatakan di persidangan, AF mengatakan 'sahrudin kamu jangan jauh-jauh.' Karena ada daging buat Luthfi, sehingga diasumsikan bahwa uang Rp 1 miliar itu uang buat Pak Luthfi," ujar Rozi.

Namun, kata Rozi, Fathanah tidak pernah menyatakan hal itu. Sehingga, Rozi menambahkan, tim penasehat hukum meminta Hakim agar Jaksa memutar ulang percakapan Fathanah dengan Sahrudin di persidangan. "Namun sampai sekarang belum diputar rekamannya. Tapi, di persidangan Luthfi, diputar rekaman AF dengan supir, di situ terbukti bahwa tidak ada kata daging buat Luthfi. Yang dikatakan AF adalah kamu jangan jauh-jauh dari mobil soalnya ada daging busuk," tegas Rozi.

Rozi kembali menegaskan uang Rp1 miliar dari PT Indoguna Utama itu bukan untuk Luthfi Hasan Ishaaq. "Ini sejalan keterangan saksi Felix yang juga ada di Hotel Le Meridien yang dikatakan terima pembayaran utang dari AF Rp450 juta. Jadi uang itu bayar utang. AF tidak bayar uang selain Rp 1 miliar itu," ungkap Rozi.

Dia menilai ada keterangan palsu yang diberikan Sahrudin di persidangan Fathanah. Demi menemukan kebenaran materil, kata Rozi, Fathanah menunjuk dirinya melaporkan dugaan kesaksian palsu Sahrudin ke Polisi. "Saya melihat ini memberikan keterangan palsu. Akan proses hukum pidana dan lapor ke polisi agar kebenaran materil bisa terungkap. Kita tidak ingin mengada-ada, tapi memberikan pelajaran sesuai hukum yang benar," kata Rozi.

sumber : http://news.okezone.com/read/2013/11/26/339/903094/fathanah-pidanakan-sopir-pribadinya
Read Post | komentar

Innalillah, Minim Fasilitas Kesehatan, Cucu PM Palestina Wafat

GAZA – Perdana Menteri  Otoritas Nasional Palestina Ismail Haniya, Rabu (27/11) siang waktu setempat kehilangan salah satu cucu perempuan dari anaknya Abdusaalam. Menurut keluarga, Amal, nama cucu Haiya,  yang baru berusia 1 tahun meninggal akibat sakit saluran pencernaan yang dideritanya sejak pekan lalu.

Haber7 mengabarkan, akibat tidak adanya rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap di wilayah Gaza, Amal sempat dirujuk ke rumah sakit di Mesir. Namun karena pintu perbatasan Rafah ditutup sejak pemerintahan kudeta berkuasa di Mesir, terpaksa sang bayi dibawa ke salah satu rumah sakit di Israel.

Namun itu pun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Pada akhirnya Amal dipulangkan kembali ke Gaza dan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Anak En-Nasr.
“Kita menerima Amal sebagai salah satu syahidah di Gaza. Amal juga seperti anak-anak Palestina lainnya yang dirampas haknya mendapatkan obat-obatan dan fasilitas perawatan. Ini adalah takdir anak-anak Palestina,” kata Haniya.

“Kita mohon kepada Allah semoga ia dimasukkan ke dalam barisan para syahidah. Seperti apa yang rakyat Palestina persembahkan sebelumnya, dengan rendah hati kita juga mempersembahkannya sebagai hadiah kepada Allah,” imbuh Haniya saat upacara pemakaman.
Upacara pemakaman tersebut juga dihadiri oleh beberapa menteri, wakil rakyat, dan pemimpin partai Palestina. [tajuk/MAF]

Foto : PM Palestina Ismail Haniya membawa sendiri jenazah cucunya ke pemakaman. Foto: haber7
Read Post | komentar

Ternyata, PKS dimana-mana sama

Kejadiannya Jumat malam sabtu lalu (26 November). Sepulang kerja, ada teman satu tempat kerja yang mengajak untuk maen futsal di salah satu GOR di kota Rangkasbitung, Lebak Banten.

Malamnya, sesuai janji saya datang ke lokasi yang dimaksud. Lapangan futsal GOR Ona, Rangkasbitung. Sesampai disana, sudah ada beberapa orang berkumpul melakukan pemanasan.

Dari gaya pakaian yang mereka kenakan, mereka sepertinya bukan pemain profesional, atau pemain futsal (bola) profesional. Kenapa? Sebab kebanyakan diantara mereka maen futsal pakai celana panjang. Meski ada juga yang pakai celana pendek.

Setelah dua jam lamanya maen futsal, akhirnya kelar juga latihan di malam itu. Kami tak langsung pulang. Tapi ngobrol-ngobrol melepas lelah dulu. Baru kemudian, saat nongkrong-ngobrol itu terbongkarlah rahasia dibalik latihan futsal itu. Semuanya menjadi jelas sesudah itu.

Rupanya, latihan itu diagendakan oleh PKS. Yah, Partai Keadilan Sejahtera. Tepatnya DPD PKS Lebak. Ini sudah rutin dilakukan sejak dulu. Yang ikut latihan adalah kader PKS. Makanya mereka pake celana panjang. Inilah salah satu ciri mereka; futsal pakai celana panjang. Katanya, menutup aurat.

Lalu yang tidak pake celana panjang? Ada beberapa diantara kader PKS yang ngajak temannya. Nah, meski mereka tidak pakai celana panjang, mereka tetap dibolehkan ikut latihan kok. Jadi latihan itu tidak hanya untuk kader saja. Terbuka untuk umum.


PKS sama saja dimana-mana

Ternyata, PKS dimana-mana sama saja. Peduli dengan kaum muda. Peduli dengan olahraga. Yah, PKS bukan sekedar partai politik yang mengurusi masalah politik melulu. PKS mengerti betul pentingnya kualitas kader mereka. Tidak hanya masalah pengetahuan politik (fikriyah), atau agama (ruhiyah) saja. Tapi PKS peduli juga dengan kualitas fisik (jasadiyah) kadernya. Makanya, PKS selalu mengagendakan tarbiyah jasadiyah (fisik) kadernya. Salah satunya adalah dengan latihan futsal ini.

Kenapa saya katakan dimana-mana saja? Sebab sebelum ini, di kota dimana saya kuliah (Padang/ 4 tahun 10 bulan) dan tempat kerja saya sebelum ini (Pasaman Barat/ 2 tahun), saya juga menemukan fenomena ini. Ada jadwal rutin bagi kader PKS untuk berolahraga (riyadhah) khususnya maen bola.

Kalau di Padang, jadwal maen futsal hari Sabtu dan Minggu di GOR Adzkia Padang mulai pukul 06.30 – 10.00 WIB. Ada dua lapangan futsal tapi berlantai futsal. Lumayan ramai karena masih termasuk pusat kota. Tak jarang, latihan itu dihadiri oleh petinggi DPD PKS Padang dan DPW PKS Sumatera. Bahkan pernah waktu itu, Bapak Mahyeldi Ansharullah, wakil walikota Padang yang saat ini mencalonkan sebagai walikota Padang 2014 (sudah memenangi/unggul pada pilkada putaran 1) sering ikut latihan sepakbola.


Sedangkan kalau di Pasaman Barat, jadwal maen bola adalah hari Minggu pukul 07.00-09.00 WIB. Berbeda dengan di Padang, disana latihannya di lapangan besar. Lapangan rumput Lumayan ramai juga yang ikut. Bahkan sampai dua trip. Anak-anak sekitar pun ikut dalam latihan ini. Berarti ada sekitar 40-an orang yang berkumpul di lapangan Padang Hijau ini. Tak hanya mereka yang maen bola saja yang hadir, tetapi para orang tua juga ikut menonton anak-anak mereka maen bola.



PKS Emang Beda !

PKS emang beda. Tak sekedar partai. PKS peduli dengan kadernya. Tak hanya saat mendekati pemilu saja partai ini aktif. Bahkan saat masih jauh dengan prosesi demokrasi pun, partai ini selalu ada kegiatan untuk kadernya.

Bahkan seandainya PKS kalah dalam pilkada atau pesta demokrasi di daerah mana, kegiatan riyadhah untuk kadernya semacam ini akan terus dan tetap ada dan bertahan.

Dengan demikian, kader PKS merasa “diperhatikan”. Bukan sekedar diperhatikan ketika ada yang ingin diminta dari kadernya.

Beda dengan partai lain. Saya pernah merasakan berbaju kuning lalu berubah menjadi hijau dengan bintangnya saat SMP dulu. Lalu berubah menjadi merah dengan moncong putihnya, bahkan hampir mendekati maniak saat itu. Tapi saya tak menemui diketiga warna itu seperti saya menemukan ‘sesuatu’ di PKS. Ini yang membuat saya sejak 7 tahun lalu hingga sekarang memilih tetap bergabung dengan partai bernomor 3 ini.

Karena kesehatan jasmani, dan kebugaran mutlak diperlukan dalam mengemban amanah dakwah, untuk menjalankan tugas-tugas organisasi (wajihah). Ketiadaan kesehatan jasmani dan kebugaran, akan menghambat amanah dan dakwah. Kerja-kerja dakwah yang berat, hanya akan mampu ditopang oleh kader yang kuat.

“Allah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah…” Hadist ini benar-benar diperhatikan oleh (kader) PKS. Karena itu, setiap kader PKS senantiasa memenuhi syarat agar dicintai oleh Allah.

Semoga kader PKS tetap dan semakin istiqamah dalam menjaga kekuatan kesehatan jasmani (jasadiyah) mereka, dengan tidak melupakan kekuatan ruhiyah dan fikriyah. Sehingga, kerja dakwah dan organisasi dapat diselesaikan dengan maksimal. Agar dapat memenangkan dakwah di bumi Indonesia ini. [kompasiana]

Oleh Supadilah*

Kader PKS Lebak, Banten. Pindahan dari Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sebelumnya dari Padang (kuliah). Asal Jambi (SD-SMP-SMA). Lahir di Lampung pada 10 November 1987.

Read Post | komentar

PKS Tolak Kenaikan Ongkos Haji

Jakarta (27/11) – Pemerintah berencana menaikkan besaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada 2014. Rencana kenaikan setoran awal haji mendapat respon negatif dari DPR. 

Wakil ketua komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Ledia Hanifa membantah telah mengamini rencana Pemerintah untuk menaikkan besaran setoran awal haji pada 2014.

“Kami tak bisa mengatakan menerima atau menolak sesuatu yang bahkan belum dijadikan pembicaraan antara pemerintah dan DPR. Harus ada pembahasan yang lebih mendalam mengenai rencana kenaikan setoran awal BPIH ini,” ujar ledia, rabu (27/11).

Pemerintah lewat Kementrian Agama berdalih bahwa kebijakan ini akan mempermudah mereka mengatur segala hal terkait penyelenggaraan haji. Kenaikan setoran awal BPIH ini diyakini tidak akan memberatkan jamaah. Hal ini justru akan membuat antrian jamaah lebih sedikit. Terkait hal ini, Ledia Hanifa kembali menyanggahnya.

“Kalau dasarnya untuk memperpendek antrian, menaikkan setoran awal BPIH bukan satu-satunya jalan. Perbaikan sistem lebih utama,” sanggahnya.

Lebih lanjut Ledia Hanifa mengajukan keberatannya jika kenaikan setoran awal BPIH dijadikan satu-satunya kriteria untuk menyaring mereka yang ingin menunaikan ibadah haji. Artinya, hanya orang yang benar-benar mampu secara materi yang boleh mendaftarkan diri untuk berhaji.

“Pemerintah diskriminatif jika menjadikan setoran awal BPIH sebagai dasar untuk menentukan siapa yang berhak menunaikan ibadah haji. Kemampuan untuk menunaikan ibadah haji bukan hanya soal kemampuan materi. Selain itu faktor kesehatan dan kondisi psikologis seseorang harus dipertimbangkan, ini saja belum ada solusinya,” papar Anggota DPR yang baru saja melakukan kunjungan kerja pengawasan haji di Arab Saudi ini.[pks.or.id]

Read Post | komentar

Badan Intelejen Mesir Berhasil Ungkap Spionase Mossad Israel

Badan intelejen Mesir berhasil mengungkap aksi mata-mata jaringan badan intelejen Israel di berbagai kota besar di Mesir. 

Dalam keterangannya, pihak Mabahits Mesir menyatakan sebanyak 17 orang yang berasal dari berbagai negara menjadi agen spionase Israel di Mesir berhasil diamankan.

Mereka tergabung dalam 3 jaringan kelompok yang berhubungan langsung dengan Badan intelijen Israel ‘Mossad’. Menurut pihak berwenang Mesir, beberapa orang diantaranya mendapat perlindungan diplomasi dari kedutaan besar negaranya di Mesir.

Seperti dilansir kantor berita Al Rai Kuwait dari sumber keamanan Mesir, “jaringan tersebut mengumpulkan informasi mengenai situasi ekonomi di Mesir dan pergerakan di jalanan Mesir, serta informasi keamanan dan militer Mesir terutama di wilayah semenanjung Sinai selama periode terakhir.”

Selain itu mereka juga mengumpulkan gambar-gambar instalasi militer dan kendaraan lapis baja yang kini sedang ditempatkan di jalan-jalan Mesir, beserta laporan sejumlah peralatan modern yang kini dimiliki oleh Mesir. [eramuslim]
Read Post | komentar

Prof. Romli : KPK tak Berani Sentuh Boediono dan SBY

Ahli hukum pidana Romli Atmasasmita menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memiliki bukti yang cukup dalam kasus pengucuran fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century.

"Kasus ini sudah terang benderang, tidak perlu muter-muter, kita ada presedennya. Teori sudah tidak laku. Dewan Gubernur BI tangung jawabnya jelas, kolektif kolegial," ujar Romli dalam rapat dengan Timwas Century, di Gedung DPR, Senayan, Rabu (27/11/2013).

Dalam kasus Century, lanjut dia, KPK sudah memegang seluruh datanya sehingga alur penyelidikannya sudah jelas. Namun KPK hingga saat ini belum bergerak dan hanya berkutat dalam permasalahan yang sama.

Dalam kasus Century sudah sangat jelas siapa saja pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pencairan FPJP tersebut. Sebab seluruh keputusan yang dilakukan harus didasari atas keputusan kolektif kolegial.

"Kalau kita lihat dari penanggung jawab di BI ya gubernur BI, di LPS ya presiden. Karena pimpinan LPS bertanggung jawab pada presiden. Ini saya bicara sesuai aturan, baca saja UU LPS," jelasnya.

Selain itu, jika dilihat alur pihak yang paling bertanggung jawab dalam kebijakan ini adalah gubernur BI, presiden, dan menteri keuangan. Namun hal itu seakan masih belum disentuh oleh KPK sampai saat ini.

"Cuma satu, keberanian tidak ada. Bagaimana KPK meminta BPK investigatif, tapi tetap tidak bergerak," tandasnya. [inilah]
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all