Kader PKS Di Bodoh-Bodohi Pimpinannya ???

Selasa, 08 April 2014

Melihat berbagai foto dan iklan PKS di Perancis, Jerman, Turki, Inggris, Australia dll, bagi yang sudah lama ‘kenal’ PKS sebenarnya tidak ada yang aneh.

Pergilah ke berbagai negara, hadir dalam berbagai pengajian lokal, maka akan bertemu dengan kader PKS. 

Mereka calon master, calon doktor dari berbagai bidang keilmuan. Sebagian lagi doktor-doktor lulusan luar negeri yang sedang kontrak kerja dengan perusahaan asing dan menetap di negara tersebut. 

Mereka hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Doktor, tapi guru iqra. Doktor tapi pengasuh grup anak-anak dalam kegiatan bersama.

Wajar jika ada data yang menyebutkan, jumlah doktor di dalam barisan kader PKS paling banyak dibandingkan partai lainnya. 
 
Data ini tentu agak berseberangan dengan kalimat, ‘PKS mencuci otak kadernya….PKS mencocok hidung kadernya, hingga logika tidak digunakan, otak tak lagi berfungsi, bisa didustai pemimpinnya.’


I laugh

Bagaimana mungkin para doktor sebanyak itu bisa dibodohi qiyadah/pemimpin mereka? Sedang dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan logika scientifika?

Ada satu yang sulit diterima orang luar PKS, bahwa para calon doktor dan doktor itu bergerak karena satu hal, ‘Lillah….lillah…lillah…’ Bukan lil partai…’ Karena Allah, bukan karena partai.

Ingin menjelaskan pada semua pembaca di sini, dalam ruang kecil diskusi para doktor ini (saya saksinya), analisa kritis tentang kebijakan partai adalah hal biasa. Menyampaikan masukan pada pimpinan pusat tak pernah jengah. Komunikasi dua arah, atas-bawah, dan sebaliknya jauh lebih sehat dan hidup dibandingkan partai lainnya.

Partai mana yang menterinya bisa langsung ditelpon tanpa melewati asisten pribadi? Tidak ada sekat antara yang sedang memimpin dan dipimpin, karena di dalam tubuh PKS dihidupkan semangat menerima amanah, menjauh dari nafsu mengejar kekuasaan. Saat ini memimpin, esok menjadi yang dipimpin. Siap menjadi prajurit ataupun komandan jika diminta.

Pemilihan caleg itu dasarnya penunjukan partai melalui mekanisme musyawarah. Saya kenal banyak mereka yang awalnya keberatan dan menolak. Coba, partai mana yang calegnya menolak dicalonkan? Yang ada malah caleg membayar untuk dapat nomor di surat suara.

Berbagai dusta dan berita miring tentang PKS sedang banyak beredar. Jawabku, Allah Maha Tahu. Wa makaru wa makarallahu, wallahu khairul makirin.


Allah tahu apa yang terjadi sesungguhnya.

Saya wartawan yang juga dosen Jurnalistik. Dari sejak menjadi mahasiswa, saya dididik untuk berdiri hanya di atas kebenaran, di atas semua golongan. Bukan berdiri di atas kepentingan satu kelompok, misalnya PKS.

Dengan demikian, saya bersaksi, ada begitu banyak kebaikan di dalam PKS. Semoga Allah berkahi, Allah lindungi, Allah terima amal kebaikan mereka, orang-orang yang bekerja dalam diam, jauh dari sorotan media.

Saya saksikan pengorbanan harta yang tak masuk di akal dari mereka yang di sana, untuk meninggikan agamaNYA. Saya saksikan, malam-malam bertanggang yang mereka jalani untuk mencari solusi persoalan terdekat yang menjadi bebannya.

Saya saksi ketika mereka mendahulukan beberapa kerja dakwah, dan luar biasa, nilai A+ lah yang jadi hasil tugas belajar di kampusnya. Saya saksikan, mereka yang untuk bulanan saja sulit, namun tetap bersemangat memberikan kontribusi. Saya melihat perjuangan mereka datang dari kota-kota sebelah, berjam-jam dalam perjalanan, demi membuhul cinta, bekerja untukNYA.

Apakah kursi parlemenkah yang menjadi ambisinya?
Tidak. Andai ada satu dua yang menjadi lebih dekat dengan Rabbnya, cukup. Andai satu dua ada yang menemukan cintaNYA, Alhamdulillah.

Tetap bekerja, ada atau tidak ada dalam parlemen. Dekat atau jauh dari pemilu, bakti itu terus diberikan. Selalu melatih diri menjadi yang pertama menegakkan hukumNYA.

Bukan hasil di dunia….tapi catatan di sisiNYA hingga semoga terbawa nanti sampai di akhirat.
Hingga, apapun yang terjadi, tetap menang.

Menjadi wartawan yang berdiri di atas kebenaran, sungguh sejalan dengan semangat gerakan ini. Karena gerakan dakwah ini pun tidak bekerja demi kelompoknya….Cita-citanya adalah kebaikan bagi dunia.

Lihatlah di berbagai belahan dunia. Tak berada di Indonesia pun, semangat memberi itu tetap kobar.
Saya akan akhiri dengan: Kelemahan pun banyak. Namanya manusia. Tapi, semangat perbaikan itu kental dan merata di segala lapisan. Semangat ini kemudian melandasi kajian-kajian kritis, adu argumentasi.

Saya berdoa, semoga sambil terus bekerja, satu-satu pe-er itu nampak solusinya. Ini juga ujian dalam perjuangan. Andai mulus-mulus saja, tentu bukan itu tabiat dakwah.

Adapun dakwah, milik Allah. Manusia di dalamnya sebagian bisa tertinggal….terlepas dari dakwah. Namun dakwah terus berjalan….ada atau tidak ada kami/mereka di sana.

Yang mengikat adalah nilai laa ilaha illallah. Nilai tak berubah dari dahulu sampai sekarang. Di manapun berada. Palestina, Afghan, Siria, Mesir, Inggris. Membawa pada Allah…

Dan terakhir, lihatlah sosok kader PKS di sekitarmu….bandingkan dengan berita di media. Percayalah, sebagian besar media sudah ditunggangi kepentingan pemiliknya….Sudah sekian banyak penelitian membuktikan.

Percayailah nuranimu.Andaipun belum bisa percaya penuh pada PKS, pilihlah Partai Islam lainnya. Jangan biarkan hakmu tersia-sia. *


Maimon Herawati
Read Post | komentar

Ibu - Ibu Arisan : "Maaf Mas, Kita Semua Sudah Dapat Tugas Dari PKS"

Beberapa anak – anak  SMA yang sudah masuk dalam kategori pemilih pemula di daerah Cikoko ditawari oleh partai lain untuk menjadi saksi. Namun serempak, Ibu – Ibu mereka mengatakan, “Maaf mas, kita semua sudah dapat tugas dari PKS.”

Terharu mendengar curhatan ibu – ibu arisan Cikoko tersebut, yang memang selama ini selalu sering ketemu dengan kader – kader PKS dalam berbagai acara. Mereka memang simpatisan setia pemilih PKS, sejak pemilu 2004 sampai sekarang. 

Alhamdulillah mereka tidak terpengaruh dengan pemberitaan media dan yang lainnya. Tanpa bayaran saat kampanye perdana di GBK Senayan mereka berduyun duyun ikut pergi ke sana. Kader – kader PKS sangat akrab dengan mereka dalam berbagai acara, dari acara arisan, pengajian sampai wisata kuliner.

Anak – anak mereka pun mengikuti pengajian bersama para kader PKS Cikoko, bukan hanya pengajian mereka pun tidak jarang mengikuti bimbingan belajar dari para kader PKS untuk membahas beberapa PR yang mereka punya.
 
Mereka juga tidak sungkan – sungkan untuk melaporkan kejadian di wilayahnya masing – masing termasuk ketika ada kegiatan money politic dari para caleg parpol di wilayahnya. Mereka ikut mengamankan wilayahnya dari praktik – praktik politik kotor yang akan menciderai demokrasi.


sumber: http://pks-jakarta.or.id/pemilih-pemula-ditawari-saksi-ibunya-sudah-dapat-tugas-dari-pks/
Read Post | komentar

Ini Dia Video PKS 'Kongkow' Bareng Komunitas Anak Muda Pekanbaru Part 1


PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. PKS melalui Ketua GMPro PKS Riau, Dian Sukheri, S.Ip memberikan ruang kepada anak-anak muda Pekanbaru ini yg tergabung dalam beberapa komunitas untuk menyampaikan uneg-uneg mereka dalam jamuan makan malam dan bincang santai sekaligus silaturahmi pasca suksesnya kampanye PKS 'Saatnya Putihkan Riau" pada 30 Maret 2014 yg lalu, dimana beberapa dari komunitas yg hadir turut berpartisipasi memeriahkan kampanye yg memecahkan rekor sebagai kampanye dengan massa terbanyak di Pekanbaru versi Polrestabes Pekanbaru.

Penasaran dengan keseruannya ?? Berikut rekaman videonya....C3kidooots...

Read Post | komentar

Pak RW Caleg PKS Ini Bentuk Tim Tangkap Tangan Politik Uang di Daerahnya

Kreatifitas masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan jauh dari money politik perlu diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan di Desa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Riau. Untuk mengantisipasi ''siraman'' uang atau bingkisan di daerah tersebut, salah satu RW (rukun warga) sudah membentuk Tim Tangkap Tangan.

Ketua RW 09 Simpang Baru, Kampar, Mulyadi,A.Md kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014) nengatakan, Tim Tangkap Tangan dibentuk untuk mengantisipasi pemberian uang dan bingkisan kepada warga yang akan memilih.

''Tim tangkap Tangan berada di setiap perumahan dan RT yang ada di lingkunngan RW 09 yang terdiri dari 13 RT dan perumahan, dengan total anggota 130 orang lebih,'' ujarnya.

Dikatakannya, selain membentuk Tim Tangkap Tangan, pihaknya juga menghimbau warga agar tidak Golput serta membuka semua atribut kampanye milik semua Caleg, tanpa terkecuali.

Pemilu Legislatif, tambahnya, menjadi harapan baru bagi perubahan daerah dan bangsa karena itu anggota dewan yang dihasilkan dari Pemilu nanti harus merupakan perwakilan suara rakyat. Baik buruknya perwakilan ditentukan oleh warga itu sendiri.

Sayangnya, selama ini, tambahnya, pesta demokrasi, penentuan nasib dan pembangunan daerah sepertinya tidak akan menghasilkan anggota DPRD berkualitas bahkan akan banyak menghasilkan Anggita Dewan koruptor.

''Karena itu kita sejak awal sudah menolak caleg yang membodoh-bodohi warga dengan pemberian-pemberian seperti minyak goreng,bahan baju, jilbab, uang, wireless dan lain sebagainya,'' ujarnya. *



Mulyadi, Amd, pada pemilu 2014 ini juga terdaftar sebagai Caleg DPRD Kota Pekanbaru Dapil 5 (Tampan - Payung Sekaki) No. Urut 10 dari PKS.

Kreatifitas masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan jauh dari money politik perlu diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan di Desa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Riau. Untuk mengantisipasi ''siraman'' uang atau bingkisan di daerah tersebut, salah satu RW (rukun warga) sudah membentuk Tim Tangkap Tangan.
Ketua RW 09 Simpang Baru, Kampar, Mulyadi,A.Md kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014) nengatakan, Tim Tangkap Tangan dibentuk untuk mengantisipasi pemberian uang dan bingkisan kepada warga yang akan memilih.

''Tim tangkap Tangan berada di setiap perumahan dan RT yang ada di lingkunngan RW 09 yang terdiri dari 13 RT dan perumahan, dengan total anggota 130 orang lebih,'' ujarnya.

Dikatakannya, selain membentuk Tim Tangkap Tangan, pihaknya juga enghimbau warga agar tidak Golput serta membuka semua atribut kampanye milik semua Caleg, tanpa terkecuali.

Pemilu Legislatif, tambahnya, menjadi harapan baru bagi perubahan daerah dan bangsa karena itu anggota dewan yang dihasilkan dari Pemilu nanti harus merupakan perwakilan suara rakyat. Baik buruknya perwakilan ditentukan oleh warga itu sendiri.

Sayangnya, selama ini, tambahnya, pesta demokrasi, penentuan nasib dan pembangunan daerah sepertinya tidak akan menghasilkan anggota DPRD berkualitas bahkan akan banyak menghasilkan Anggita Dewan koruptor.

''Karena itu kita sejak awal sudah menolak caleg yang membodoh-bodohi warga dengan pemberian-pemberian seperti minyak goreng,bahan baju, iilbab, uang, wireless dan lain sebagainya,'' ujarnya. ***
- See more at: http://www.goriau.com/berita/politik/untuk-caleg-jangan-bagibagi-uang-atau-bingkisan-di-daerah-ini-pak-rwnya-sudah-buat-tim-tangkap-tangan.html#sthash.iwlhaLog.dpuf
Kreatifitas masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan jauh dari money politik perlu diberi apresiasi. Seperti yang dilakukan di Desa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Riau. Untuk mengantisipasi ''siraman'' uang atau bingkisan di daerah tersebut, salah satu RW (rukun warga) sudah membentuk Tim Tangkap Tangan.
Ketua RW 09 Simpang Baru, Kampar, Mulyadi,A.Md kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014) nengatakan, Tim Tangkap Tangan dibentuk untuk mengantisipasi pemberian uang dan bingkisan kepada warga yang akan memilih.

''Tim tangkap Tangan berada di setiap perumahan dan RT yang ada di lingkunngan RW 09 yang terdiri dari 13 RT dan perumahan, dengan total anggota 130 orang lebih,'' ujarnya.

Dikatakannya, selain membentuk Tim Tangkap Tangan, pihaknya juga enghimbau warga agar tidak Golput serta membuka semua atribut kampanye milik semua Caleg, tanpa terkecuali.

Pemilu Legislatif, tambahnya, menjadi harapan baru bagi perubahan daerah dan bangsa karena itu anggota dewan yang dihasilkan dari Pemilu nanti harus merupakan perwakilan suara rakyat. Baik buruknya perwakilan ditentukan oleh warga itu sendiri.

Sayangnya, selama ini, tambahnya, pesta demokrasi, penentuan nasib dan pembangunan daerah sepertinya tidak akan menghasilkan anggota DPRD berkualitas bahkan akan banyak menghasilkan Anggita Dewan koruptor.

''Karena itu kita sejak awal sudah menolak caleg yang membodoh-bodohi warga dengan pemberian-pemberian seperti minyak goreng,bahan baju, iilbab, uang, wireless dan lain sebagainya,'' ujarnya. ***
- See more at: http://www.goriau.com/berita/politik/untuk-caleg-jangan-bagibagi-uang-atau-bingkisan-di-daerah-ini-pak-rwnya-sudah-buat-tim-tangkap-tangan.html#sthash.iwlhaLog.dpuf
Read Post | komentar

Menang Mutlak di Johor, PKS Makin Gila-Gilaan !

Pemilihan Umum di Malaysia dilaksanakan mulai 30 Maret 2014 sehingga 15 April 2014. Malaysia dibagi dalam lima (5) PPLN yaitu Kuala Lumpur, Johor, Penang, Sabah dan Serawak. Ada tiga sistem pengambilan suara: TPS, Drop Box dan Pos. TPS seperti umumnya di Indonesia, penyelenggara pemilu menunggu pemilih datang untuk memilih. 

Pos dilakukan dengan pengiriman surat suara ke alamat pemilih, kemudian surat suara yang sudah dipilih akan dikirimkan kembali ke PPLN. Sedangkan drop box adalah panitia pemungutan suara mendatangi pemilih untuk memilih ditempat pemilih.

Johor memiliki kurang lebih memiliki 350 ribu pemilih (DPT) atau sekitar 30% dari total pemilih diseluruh Malaysia yang mencapai 1 juta lebih.  Diantara  350 ribu pemilih tersebut 10 ribu suara diantaranya menyalurkan hak pilihnya melalui sistem TPS. Pemilihan TPS dan Drop Box dilaksanakan serentak tanggal 6 April 2014 atau maju 3 hari dari waktu pemilu di Indonesia.

Untuk mengetahui distribusi suara menurut partai bagi para pemilih, sekali lagi CORAK (Corong Aspirasi Rakyat) melakukan sampling menggunakan metode Exit Poll. Sebagaimana dilakukan di Western Digital untuk Wilayah KL dengan 11 000 pemilih, di Johor CORAK juga mengadakan exit poll. 10 TPS didirikan di premis Konsulat Jendral (Konjen) Johor Bahru dengan DPT 10 Ribu, atau 1000 per TPS.

Kesertaan Pemilih untuk TPS 666 pemilih dari DPT. Exit Poll kali ini melibatkan 25%  Pemilih dengan cara setiap kelipatan ke-4 dari pemilih yang keluar dari bilik suara akan ditanya, partai apa yang bapak/ibu pilih ? distribusi suara sebagai berikut :

1. PKS  = 102 atau 61.4%
2. PDIP  = 3 atau 1.8%
3. Golkar  = 2 atau 1.2%
4. Gerindra= 2 atau 1.2%
5. PKB= 2 atau 1.2%
6. Demokrat  = 1 atau 0.6%
7. Nasdem  = 1 atau 0.6%
8. Tidak mau menjawab = 53 Atau 31.9 %

Melihat komposisi suara seperti diatas ada beberapa kesimpulan:
1. Orang Johor Bahru lebih tertutup dalam hal pilihan partai. Mereka cenderung untuk tidak mau menjawab, dibandingkan orang Kuala Lumpur. Kemungkinan lainnya mereka malu dengan partai yang dipilihnya.

2. Terlihat PKS menang telak dibandingkan partai2 yang lain, bahkan dua kali lipat daripada perolehannya di Kuala Lumpur.  Atau dengan kata lain, pemilih di Malaysia banyak yang menjadi pendukung PKS.

Sedangkan informasi yang sempat masuk, total suara yang masuk ke Konjen Johor Bahru sudah mencapai 43.333 pemilih dari 202.000 surat suara Drop Box Negeri Johor Bahru atau 21,45% kesertaan pemilih. Sedangkan  666 pemilih menyalurkan suara melalui TPS dari DPT sebanyak 10 ribu atau 6,66%. 

Melalui POS diperkirakan akan mencapai  3.000 pemilih dari 12.000 Surat Suara yang dikirimkan ke alamat DPT atau 25%. Drop box dari Negeri Sembilan,Melaka dan Pahang belum sampai hingga 16.00 Waktu Johor Bahru. Perhitungan akan dilakukan mulai tanggal 9 April 2014 pk 09.00 Waktu Johor hingga 15 April 2014.

Melihat hasil diatas juga Exit Poll di Kuala Lumpur dan Johor Bahru, PKS diperkirakan menang mutlak di Malaysia. Jika pola itu berkembang sampai Indonesia maka bisa diramalkan kalau PKS akan menjadi partai pemenang Pemilu 2014.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada kawan2 UTM yang menjadi relawan exit poll.*


Read Post | komentar

Mau GOLPUT Yang Ini Apa GOLPUT Yang Itu ???

PKSMARPOYAN.ORG. PEKANBARU. Istilah “golput” (kependekan dari golongan putih) memang sangat lekat dengan politik. Istilah ini muncul kali pertama di proklamasikan pada 3 Juni 1971, di Gedung Balai Budaya Jakarta, yang diperkenalkan oleh sejumlah kalangan aktivis muda saat itu, seperti Arief Budiman, Imam Waluyo, Julius Usman, Husin Umar, Marsilam Simanjuntak, dan Asmara Nababan. Kelompok ini merasa aspirasi politik mereka tidak terwakili oleh wadah politik formal yang ada waktu itu. Mereka menyerukan pada orang-orang yang tidak mau memilih parpol untuk menusuk bagian yang putih (yang kosong) di antara sepuluh tanda gambar yang ada inilah yang mendasari sehingga muncul istilah GOLPUT dan lawan dari itu adalah GOLHIT (golongan hitam).

GOLPUT sampai kini masih menjadi trend bagi sebagian masyarakat Indonesia, padahal pemahaman seperti ini tidak berarti apa-apa bagi bangsa dan negara yg kita cintai ini. Pemilu pada tahun 2014 ini merupakan Pemilu Langsung yang ke-3 pada era reformasi, kontribusi kita dalam menyalurkan hak suara untuk memilih calon-calon wakil rakyat yg berkualitas tentunya jadi pertaruhan bagi perbaikan negeri ini dalam 5 tahun ke depan.

Ada banyak alasan untuk mengatakan Tolak Untuk GOLPUT, diantaranya dapat kami uraikan seperti dibawah ini, mudah-mudahan menjadi pencerahan buat kita bersama :

1. Sah tidaknya Pemilu tidak ditentukan seberapa banyaknya jumlah Golput. Misalnya jumlah orang yg berhak memilih 150 juta jiwa, tapi realitasnya yg memilih hanya 60 juta orang. Maka Pemilu Tetap berlangsung dan SAH! Jadi, golput tidak punya kekuatan.

2. Terpilih tidaknya seorang Caleg menjadi anggota dewan tak terpengaruh dan TIDAK PULA ditentukan oleh suara GOLPUT, tetapi berdasarkan suara terbanyak dari pemilih sah. Disini GOLPUT juga tidak ada efeknya...

3. Jumlah orang yg Golput itu SAMA SEKALI TIDAK DIPERHITUNGKAN keberadaannya dalam UU Pemilu. Dengan kata lain : jumlah suara golput sebanyak 10.000 orang itu misalnya,dianggap tidak ada, dan PASTI DIKALAHKAN dengan jumlah 500 orang yg memilih. Sekali lagi GOLPUT itu sia-sia.

4. Suara GOLPUTER itu, realitasnya, tidak dapat menjadi solusi dan tidak punyai pengaruh apapun untuk kebaikan negeri ini. Hingga kini, Golput tidak ada legalitasnya yg mampu menuntut sah atau tidaknya hasil Pemilu. Golput juga tidak bisa menurunkan atau mengangkat seseorang presiden atau kepala daerah terpilih. GOLPUT itu pemahaman keliru dan sia-sia.

5. Golput itu umumnya bukan dari pemikiran rasional tapi emosional. Biasanya mereka yg golput itu akibat rasa kekecewaan, pesimis, putus asa dan apatis terhadap keadaan negeri ini. Bahkan, apatis (tidak peduli) bila negara dan bangsa ini dikuasai/dijarah oleh penjahat.

Sudahlah, tobat Golput yuk, Golput itu sia-sia, dan pemahaman seorang pengecut !!!
Sudahlah kini saatnya bukan Golput yang itu, tapi Golongan Putihnya si PKS No. 3 :)

Mari beramai-ramai ke TPS 9 April 2014 ......
 
Read Post | komentar

Jadi Saksi PKS, Vokalis Hijau Daun: MantaPKS

Vokalis grup band Hijau Daun, Dide menyatakan kegembiraan dan rasa syukur telah diberi tugas sebagai saksi PKS di TPS tempat dia tinggal pada Pemilu yang akan digelar 9 April besok. 

Pelantun hits terkenal “Suara (Ku Berharap)” ini mengabarkan penugasan dari PKS ini lewat akun twitternya @HD_Dide hari ini (7/4/2014).

“Alhamdulillah, saya ditunjuk sebagai saksi untuk PKS di TPS swadaya7 b. Lampung di tempat tinggal saya, bismillah ..”

Kicauan vokalis yang punya suara khas ini sebagai saksi PKS di TPS membuat surprise pengguna twitter. Mereka ada yang tidak percaya dan menanyakan apakah Dide mau ditugasi sebagai saksi PKS karena dibayar?

Dengan tegas Dide menampik itu.
“Dibayar ??? tidak, Mending saya manggung kalo cari bayaran, krna saya jg ikut menentukan nasib bangsa,” tegasnya.

Tak hanya bicara tentang saksi di TPS, Dide juga mengajak untuk memilih PKS dan merenungkan arti pemilu sebagai sarana untuk menuju kehidupan berbangsa yang lebih baik ke depannya.

“Masih ada 2 hari untuk merenungkan .. Maukah Anda hidup dengan cara yang bersih di bumi Indonesia #pilih PKS”.

Apa alasan Dide memilih PKS? Menanggapi pertanyaan dari penggemarnya di twitter, Dide menjawab: “Alasannya .. Saya cinta negara ini dan ingin hidup tentram dipimpin orng2 yang menjaga amanah”. Dide pun memberi semangat kepada seluruh kader simpatisan PKS yang sebentar lagi menghadapi puncak perjuangan di Pemilu 2014 ini.

“Selamat berjuang saudara2ku … MantaPKS” tulis Dide. (piyungan/sbb/dakwatuna)

Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all