Siap-Siaplah Encik dan Puan, Riau Akan 'Di Putihkan' PKS 30 Maret !

Senin, 24 Maret 2014

Setelah Penaklukan Gelora Bung Karno (GBK) dengan membludaknya massa PKS melebihi kapasitas stadion pada kampanye perdana pada tanggal 16 Maret yg lalu, hingga saat ini dari partai-partai yg mendapat kesempatan untuk berkampanye dengan lokasi sama, belum ada yg mampu menyaingi jumlah massa PKS yg hadir pada stadion terbesar di Indonesia & kebanggaan rakyat Indonesia itu. 

Penaklukan GBK ini tidak hanya membuat kader-kader PKS seluruh Indonesia terpicu semangatnya untuk memenangkan PKS di daerahnya pada momen pemilu kali ini, juga mengundang decak kagum dari para awak media-media nasional yg pada saat itu meliput, dan mereka tidak tahan untuk mengatakan bahwa 'Hanya PKSlah yg Mampu Menaklukkan GBK'.

Di Provinsi Riau, kampanye Akbar PKS akan digelar pada tanggal 30 Maret 2014 dimulai pada pukul 13.00 Wib, di Lapangan Purna MTQ Pekanbaru, dimana panitia menargetkan akan menghadirkan massa lebih dari 5000 orang. Tema yg diusung adalah "Saatnya Putihkan Riau" dan akan menghadirkan jurkamnas Presiden PKS yg ke - 3 Ir. H. Tifatul Sembiring yg sekarang juga menjabat sebagai Menkominfo RI.

Disamping akan diisi dengan orasi politik, kampanye PKS di Riau kali ini juga akan menampilkan aksi-aksi spektakuler yg mungkin belum ada ditampilkan pada kampanye-kampanye parpol peserta pemilu di Riau pada momen kampanye Pemilu 2014 ini. 

Dengan mengusung kampanye putih, PKS akan menghadirkan suasana kampanye yg santun, damai, dan tertib, tidak ada sampah yg berserakan di lokasi kampanye nantinya karena di setiap kader diinstruksikan untuk membawa kantong kresek untuk tempat sampah, tidak ada yg tidak pakai helm menuju lokasi kampanye dan disarankan tidak membawa serta anak-anak.

Disamping itu kepada seluruh kader-kader PKS di Riau juga diinstruksikan oleh tim cyber army PKS Riau untuk gencar membuat status di media-media sosial pagi, siang dan malam perihal kampanye ini dengan hastag #PutihkanRiau #PKSM3nang. (def)

Read Post | komentar (1)

Ingat PKS*, bukan Jokowi di 9 April nanti!!

Sabtu, 22 Maret 2014

Awas, jangan sampai anda kecele dengan berita media tentang Jokowi. Haqqul Yakin!! Dengan sebenar-benarnya keyakinan, anda tidak akan menemukan wajah Jokowi ataupun nama Joko widodo dikertas suara anda. Apalagi nama Ahok, gak akan pernah ada. 

Mereka yang menjual nama Jokowi Ahok pada pemilu legislatif ini menjadi bukti ketidakpedean mereka tentang integritas diri mereka sehingga harus nebeng memapangkan wajah Jokowi. Sungguh!!, ini pembodohan politik yang luar binasa!.

Di pemilu legislatif 9 April nanti anda sedang memilih orang yang akan menjadi wakil anda di senayan maupun di gedung DPRD dan bukan sekedar memilih partai, apalagi memilih Jokowi. Tampang Jokowi memang lugu, polos, indah bahkan mungkin membuat kita adem ayem, tapi hati-hati bisa jadi itu tipu muslihat musang berbulu domba yang sengaja mengelabui anda untuk tidak menelisik kredibelitas calon yang sesungguhnya

Coba anda klik link internet dibawah ini :
 
 
Dan jangan lupa, siapa sesungguhnya partai terkorup Indonesia, agar anda tak salah pilih calon dan partai.
 
Terakhir kata kunci dari saya:  ” Ingat PKS*, bukan Jokowi di 9 April nantii”.

* PKS = Pilihlah Kredibilitas Seseorang

Salam Pencerahan!! *


Read Post | komentar

PKS Partai 'Anak Muda', Nasdem 'Partai Orang Tua'

Menjelang pemilu legislatif 9 April 2014 banyak data dirilis berbagai lembaga terkait karakteristik partai politik (parpol) dan calong anggota legislatif (Caleg). Diantara karakteristik yang mungkin akan dijadikan acuan oleh calon pemilih adalah umur caleg. Pentingkah umur bagi pemilih? Jawaban bisa sangat beragam. Lalu bagaimana karakteristik parpol dari segi usia caleg-calegnya?

Litbang Kompas baru-baru ini merilis grafik data calon anggota DPR periode 2014-2019 dari proporsi usia caleg berdasarkan partai. Sangat menarik untuk dicermati melihat distribusi umur para caleg dari masing-masing partai.

Sebaran umur caleg berkisar dari kelompok umur termuda umur 17 – 25 tahun sampai kelompok umur tertua yaitu diatas usia 56 tahun. Secara sederhana, grafik diatas membagi data setiap 150 orang dengan garis demarkasi.

Saya mulai dari kelompok umur termuda, 17-25 tahun. Kelompok umur ini bila disimak berada pada masa usia sekolah SMU-Mahasiswa S1/S2.  Secara kontek legal caleg yang terdaftar pastilah pada usia 21 tahun atau lebih sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kelompok umur ini tidak banyak jumlahnya yang diajukan parpol menjadi caleg pusat. Pada kelompok umur termuda ini secara visual PPP paling banyak menempatkan calegnya pada kelompok umur yang sangat muda ini.

Kelompok Umur kedua, 26-35, para parpol juga tidak mempunyai banyak calon untuk disodorkan menjadi caleg DPR RI. Secara visual PKB terbanyak menempatkan anggotanya untuk bersaing menjadi anggota DPR RI pada kelompok umur yang masih cukup muda ini.

Berikutnya kelas umur 36-45 yang merupakan usia muda yang “matang” caleg yang bersaing mulai meningkat jumlahnya. Proporsi dalam kelompok usia ini cukup besar. Hasilnya, PKS menempatkan caleg dengan jumlah terbanyak pada kelompok usia ini.

Masuk ke usia hampir setengah dikisaran setengah abad yaitu 46 - 55 tahun, jumlah caleg yang bertarung di senayan hampir serupa jumlahnya di masing-masing parpol. Gerindra memiliki caleg dengan kelompok usia ini yang paling banyak sedangkan PKS paling sedikit.

Kelompok usia terakhir, adalah “paling matang” yakni kisaran usia 55 tahun keatas (digambar diatas 56). Nasdem relative lebih banyak menempatkan caleg-caleg usia tua dibandingkan partai lain. Adapun PKS sangat sedikit menempatkan caleg pada kelompok usia ini di DPR RI.

Bila proporsi kelompok umur disederhanakan menjadi dua kelompok, yakni anak muda yaitu usia 17-45 tahun dan kelompok orang tua yakni usia 45 tahun keatas, maka akan diperoleh data parpol dengan caleg dominan muda dan dominan tua. Parpol yan didominasi oleh anak muda adalah PKS dimana lebih dari proporsinya paling besar berada dikisaran usia 17-45 tahun (warna merah hitam dan kuning). PKS menempatkan anak-anak muda lebih 300 orang yang diajukan sebagai caleg DPR RI dari 492 calon yang diajukannya. PKB secara jumlah total  menempatkan anak muda terbanyak menjadi caleg DPR RI.

Adapun parpol yang didominasi ‘orang-orang tua’ adalah Nasdem karena lebih dari separuhnya berada dikisaran usia lebih dari 45 tahun (warna hijau dan kuning). Demikian juga Hanura dan Demokrat, caleg-calegnya ddiominai usia diatas 56 tahun

Nah sekarang terserah kita sebagai pemilih nanti, apa preferensi kita? Apakah lebih memilih caleg usia muda atau tua? Usia memang tidak menggambarkan kemampuan dan kematangan dalam berpolitik dan menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Setidaknya, bagi calon pemilih, usia bisa menjadi salah satu pertimbangan mereka untuk memberikan suaranya pada caleg dan parpol.

Selamat memilih. Jangan Golput untuk Indonesia yang Lebih Baik!

Data jumlah DCT per parpol bisa dilihat disini:

http://www.jurnalparlemen.com/view/5760/rincian-jumlah-dct-pemilu-2014-per-partai-politik.html *


Read Post | komentar

Massa Kampanye PKS Urutan Buncit Pelanggar Peraturan Lalu Lintas

Hingga memasuki hari kelima masa kampanye, setidaknya ada 78 simpatisan partai politik yang melanggar lalu lintas.

Kepala Subdit Bingakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono menyatakan, jumlah pelanggar terbanyak adalah simpatisan dan massa dari Partai Golkar.

"Dari 78 tilang, Golkar tercatat dengan jumlah 28," kata dia dalam keterangannya, Jumat (21/3).

Dari 78 langkah penilangan yang dilakukan sejak 16 Maret 2014 lalu tersebut diketahui Polisi menyita 7 Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 71 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Jenis kendaraannya, sepeda motor 76 dan mobil pick up 2," terang dia sembari menambahkan bahwa 16 masuk dalam kategori teguran.

Di luar partai Golkar, dia sebutkan, ada juga simpatisan dan massa dari partai lain yang melanggar. Yakni PDI Perjuangan 17, Partai Kebangkitan Bangsa 14, Partai Gerindra 11, Partai Demokrat 5, PAN 2, serta PKS 1.*


Read Post | komentar

HNW Bernyali Hadapi Jokowi di Pilpres 2014

Jumat, 21 Maret 2014

JAKARTA -- Elektabilitas tinggi dari Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) terkait pencalonannya menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, tidak membuat nyali Ketua Dewan Pembina PKS, Hidayat Nur Wahid, menjadi ciut.

Menanggapi pandangan pengamat yang menyebut bahwa elektabilitas Jokowi tak terkalahkan, Hidayat menanggapinya dengan santai. "Kalau memang seperti itu, buat apa kita repot-repot mencalonkan diri, lebih baik santai-santai di rumah" katanya Jumat (21/3).

Jika Hidayat benar-benar bisa lolos di Pilpres 2014 maka Hidayat kemungkinan akan kembali bersaing, setelah sebelumnya mereka pernah bersaing di Pemilukada DKI Jakarta.

Atas kekalahannya di Pemilukada DKI Jakarta atas Jokowi, Hidayat tetap opitimistis hasilnya akan berbeda jika mereka bersaing di Pilpres 2014. "Tidak ada pelajaran penting yang didapat, biasa saja."

Menurut Hidayat, pemilihan gubernur tidak sama dengan pemilu nasional. "Jangan berpikir seolah-oleh Jakarta adalah Indonesia," tegasnya. Jakarta hanya satu dari 34 provinsi di Indonesia. Pemilih di Jakarta hanya sekitar enam juta orang. Sedangkan pemilih di seluruh Indonesia lebih dari 100 juta lebih.*


Read Post | komentar

Tak Ada Caleg Artis Tapi Artis Terkenal Ini Kepincut PKS

Vokalis grup band Hijau Daun, Dide menyatakan dukungannya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

"Kali ini tahunnya PKS ... O3 coblos pemimpin2 yang menjaga amanah saudaraku," ujar Dide lewat akun twiternya @HD_Dide.

Pelantun hits terkenal "Suara (Ku Berharap)" ini takjub dengan kampanye PKS di GBK Senayan yang dihadiri ratusan ribu masa.

"Ratusan ribu siputih padati senayan, kami datang bukn krna dibayar, tapi kami dtg krna hati kami ingin seputih PKS," lanjutnya di twitter.

Dengan mengucap Bismillah, Dide mantap memilih PKS.

"Bismillah, jk disuruh memilih antara uang dan hati, kami akan memilih hati untuk membeli hati kalian, itulah siputih PKS."

Hijau Daun merupakan grup musik Indonesia yang berasal dari Teluk Betung, kota Bandar Lampung. Grup musik ini dibentuk pada tahun 2008. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Dide (vokal), Array (gitar), Arya (gitar), Denny (drum), Richan (bass). Album pertamanya adalah Ikuti Cahaya yang dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre pop.

Hijau Daun mengawali karier musik profesionalnya melalui label Sony BMG Indonesia pada bulan April 2008. Debut album perdana Hijau Daun diluncurkan pada tahun 2008 dengan judul IKUTI CAHAYA. Single pertama dari album yang berisi 10 lagu ini, Suara (Ku Berharap) berhasil mencatat angka 1,5 juta untuk RBT selama bulan September-Desember 2008.*

Read Post | komentar

Waw, Ada Spidey, Wiro Sableng dan Si Buta dari Gua Hantu di Kampanye PKS

Jakarta - Kampanye PKS di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, menarik minat anak-anak. Pasalnya ada 3 karakter fiktif terkenal yang disertakan dalam kampanye tersebut.

3 Karakter itu adalah Wiro Sableng, Si Buta dari Gua Hantu dan Spiderman. Mereka mengenakan kostum mirip jagoan tersebut lengkap dengan senjatanya. Tokoh Wiro Sableng mengenakan pakaian lengan panjang putih-putih dengan ikat kepala warna senada. Si Buta dari Gua Hantu mengenakan kostum warna hijau bermotif sisik dan Spiderman mengenakan pakaian khasnya berwarna merah dan biru.

Pantauan di lokasi, 3 karakter ini selalu diikuti anak-anak saat berkeliling di area kampanye yang dilaksanakan di lapangan di RT 2, RW 8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, tersebut. Tak sedikit anak-anak tersebut yang meminta foto bareng bersama 3 tokoh tersebut.

"Ini simbol yang disukai masyarakat. Kita ingin berpolitik yang menghibur, jadi ketika disebut bahwa PKS partai Islam, ini membuktikan bahwa PKS tidak anti simbol-simbol begitu," kata jurkam PKS yang juga ketua FPKS DPR Hidayat Nur Wahid di lokasi, Jumat (21/3/2014) pukul 10.00 WIB.

Kampanye tersebut diikuti kader dan simpatisan PKS. Mereka mengenakan atribut partai berlambang bulan sabit - padi tersebut. Di sekeliling lapangan juga dipenuhi bendera PKS. Kampanye tersebut hingga saat ini masih berlangsung. *

Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all