Mau Impor Beras? Mentan: Tidak Ada Alasan

Selasa, 24 Desember 2013

Menteri Pertanian, Suswono, menegaskan tahun ini Indonesia tidak perlu mengimpor beras. Pasalnya stok beras yang dimiliki Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah lebih dari dua juta ton sampai akhir tahun ini.

''Tahun ini tidak perlu impor beras. Stok Bulog cukup. Sudah lebih dari dua juta ton,'' tegas Mentan Suswono, saat meninjau gudang beras Bulog di Klaten, Jawa Tengah, dalam siaran pers yang diterima Selasa (24/12).

Mentan menjelaskan, produksi beras tahun ini surplus. Produksi gabah kering giling mencapai lebih dari 70 juta ton atau setara dengan 40 juta ton beras. Sementara konsumsi beras nasional mencapai 33 juta hingga 34 juta ton tahun ini. Dengan demikian terdapat surplus antara 6 juta - 7 juta ton.

Menurut Suswono, Bulog juga dapat menyerap beras petani dengan baik. Karena itu, kata dia, tak ada alasan untuk melakukan impor. Mentan menjelaskan, Bulog biasanya melakukan impor jika tidak dapat menyerap beras di dalam negeri karena faktor harga di tingkat petani yang lebih tinggi dari Harga Penetapan Pemerintah (HPP). Karena jika Bulog membeli beras di atas HPP hal itu melanggar Undang-Undang.

Bulog akan mencari beras di pasar luar negeri yang harganya di bawah  HPP untuk memenuhi stok dua juta ton di akhir tahun. Stok beras di Bulog digunakan untuk tanggap bencana, raskin, dan operasi pasar.

Meski menghadapi laju konservasi lahan pertanian 100 ribu hektare setiap tahun, lanjutnya, target surplus 10 juta ton beras pada 2014 akan terus diupayakan tercapai. Meski dihadapkan dengan kondisi kemampuan cetak sawah pemerintah hanya 50 ribu hektare per tahun, perubahan iklim, serta penurunan anggaran Kementerian Pertanian sebesar Rp 2 tiliun. 

“Kita akan terus berupaya mencapai target surplus beras 10 juta ton di akhir 2014. Caranya dengan mengenjot produktivitas sawah-sawah yang ada,” katanya.


sumber : republika
Read Post | komentar

Istri Bos RS Swasta Terbesar di Pekanbaru Ini Mantap ke Senayan

Menjadi salah satu calon legislatif untuk DPR RI tak pernah sebelumnya terlintas dalam benak ibu seorang putri ini. Selama ini kegiatan rutinnya sebagai istri Direktur RS.Awal Bros Pekanbaru yg juga agen aktif sebuah perusahaan asuransi multinasional sudah cukup menyita waktunya.

Meski demikian, ketika partai yg telah diikutinya sejak awal berdiri thn 1998 sebagai PK dan kemudian bermetamorfosis menjadi PKS memintanya untuk maju,maka ia pun tak punya pilihan selain berbenah dan memantaskan diri untuk menjadi seorang wakil rakyat. 
 
Bukan tugas yg ringan memang, namun dengan kesadaran bahwa "jika bukan saya siapa lagi, jika bukan sekarang kapan lagi, dan jika bukan untuk bangsa Indonesia maka untuk siapa lagi "maka ia pun mempersiapkan diri untuk PEMILU 2014 kelak. 

Baginya, menang atau tidak urusan takdir Allah asalkan ia telah berusaha memberikan yg terbaik dari dirinya untuk masyarakat Riau, khususnya Dapil Riau 1.

Alhamdulillah dengan pengalamannya mendampingi sang suami sebagai dokter dari Batam, Halmahera Selatan hingga ke Riau, wanita kelahiran thn 1979 ini pun memantapkan diri untuk berkonsentrasi mengambil isu-isu kesehatan dan kesejahteraan rakyat, salah satunya untuk mengawal pelaksanaan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan yg akan mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2014 . 

Sang suami yg menjabat sebagai pimpinan salah satu RS Swasta terbesar di Riau dan kini juga sebagai Ketua PERSI (Perserikatan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Cabang Riau senantiasa bertukar pikiran tentang persiapan-persiapan pemerintah dan institusi-institusi kesehatan (termasuk RS-RS dan tenaga-tenaga kesehatan) dalam menyambut dimulainya pelaksanaan program nasional ini. Sehingga sang istri pun sedikit banyak 'tertular' semangat untuk benar-benar mewujudkan visi Indonesia sehat 2019 yg dicanangkan pemerintah.

Sebagai langkah awal menuju terjaminnya kesehatan seluruh warga negara Indonesia, tentu kita sangat mendukung pelaksanaan BPJS ini. Dan kita membutuhkan orang-orang yg serius mengawal dan memperjuangkan apa-apa yg memang sudah menjadi hak rakyat, baik sebagai pasien, manajemen RS, maupun tenaga kesehatannya itu sendiri. 

Sudah selayaknya ada orang-orang yg sedari awal peduli dan konsisten dalam mensosialisasikan dan kelak mengadvokasi masyarakat tentang BPJS ini. Dan wanita berdarah Sunda (dari kabupaten Kuningan, Jawa Barat) ini bertekad akan menjadi orang yg memperjuangkan masalah kesehatan ini bagi rakyat Riau, khususnya Dapil Riau 1.

Dengan motonya "Bersahabat, Amanah dan Peduli" ibu yg kini menjadi salah seorang warga perumahan Maton House di Jalan Bakti 6 , Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru ini, bertekad akan menjadi wakil rakyat yg dekat dengan konstituennya jika kelak ia terpilih. Ninda Virlia Sasmita adalah seorg ibu dan ia bangga mengakuinya. 

Menurutnya, seorang ibu bisa menjadi batu bata yg penting untuk membangun bangsa ini. Rakyat Riau butuh wakil yg keibuan, yg memahami kebutuhan dan mencintai rakyatnya sebagaimana seorag ibu mencintai anak-anaknya. Rakyat Riau butuh wakil yg bisa menyampaikan dan membela aspirasinya hingga ke tingkat pusat, seperti seorang ibu yg akan membela anak-anaknya sendiri.

Meskipun jauh dari kesempurnaan, namun kesediaannya untuk belajar dan mendengar adalah langkah positif untuk menjadi wakil rakyat yg bisa benar-benar mewakili suara rakyat. Oleh karena itu, ia membutuhkan dukungan dan doa dari kita semua untuk menuju Senayan tahun 2014. Bersama Ninda Virlia Sasmita, kita bisa optimis bahwa kebutuhan kita akan kesehatan yg terjangkau bagi semua bisa terwujudkan. Insya Allah...


caleg perempuan pks dpr ri














Ninda Virlia SASMITA

Calon Anggota Tetap DPR RI Dapil Riau 1 No.Urut 6
 
Tlp. 082173317115/08561707747

Fb : Ninda Virlia Sasmita

Twitter : @nindavs

#Pendiri komunitas "Rakyat Riau Sehat Berkualitas"

#Istri dari dr.Roswin Rosnim Djaafar, Direktur RS Awal Bros Pekanbaru

#Ibu dari Raeesa Shabrina Haniyya (Nana), murid Pingu's English Pekanbaru

Read Post | komentar

LT3Besar Spesial Hari Ibu PKS Marpoyan Damai

Senin, 23 Desember 2013

PKSMARPOYAN. PEKANBARU. Ahad, 22 Desember 2013 bertempat di halaman ruko di Jl. Belimbing, Kelurahan Wonorejo, Marpoyan Damai, dalam rangkaian agenda LT3Besar yg rutin diadakan setiap 2 pekan sekali DPC PKS Marpoyan Damai juga menyelenggarakan Peringatan Hari Ibu Nasional 21 Desember.

Kegiatan kali ini diisi dengan berbagai kegiatan yaitu Lomba Mewarnai untuk anak-anak, SMS Cinta untuk Ibu, Fooging dan seperti biasanya pelayanan kesehatan dengan terapi SEFT & bekam.

Disamping itu, kader-kader PKS Marpoyan Damai yg hadir juga turun ke rumah-rumah warga mengucapkan selamat hari Ibu di setiap rumah yg dikunjungi disekitar lokasi acara dengan dibekali sekantong kopi, gula, dan teh sebagai tanda cinta kepada Ibu-Ibu Indonesia dari kader PKS.

Untuk melengkapi pelayanan kepada warga, karena cuaca di Pekanbaru yg masih tidak menentu dan intensitas hujan yg tinggi, PKS Marpoyan Damai juga melakukan pengasapan (fooging) sebagai bentuk antisipasi DBD bersama Caleg Dapil 4 DPRD Pekanbaru No. Urut 1 Hamdani MS, S.IP yg juga Ketua DPC PKS Marpoyan Damai. (def)



Read Post | komentar

Keluarga di Gaza Gunakan Taksi Untuk Bermalam Setelah Banjir

Minggu, 22 Desember 2013

GAZA - Sopir taksi Gaza, Kahmis Kaud, bersama dengan istri dan sembilan anak-anak, harus meninggalkan rumah ketika badai musim dingin mulai penerjang Jalur Gaza pekan lalu.

Ketika badai "Alexa," mereda, keluarga Kaud itu kembali ke rumah mereka, namun separuh dari rumah mereka rusak oleh badai, sementara setengah lainnya terendam air.

Tidak ada tempat yang bisa menampung anak-istri Kaud, kecuali taksinya yang sudah tua. Bantuan sangat diharapkan Kaud untuk memperbaiki rumahnya.

"Saya benar-benar kasihan kepada istri dan anak-anak saya," ujar Kaud, yang berusia lima puluhan, kepada Anadolu Agency, sebagaimana dilansir worldbulletin.net, Sabtu 21 Desember.

 "Mobil ini terlalu kecil untuk menampung mereka semua."

Sejumlah besar rumah di Jalur Gaza rusak oleh badai, sementara ratusan keluarga harus mengungsi. Pemerintah tidak mampu menangani krisis karena kekurangan peralatan dan dana, memaksanya untuk menyatakan bahwa kondisi Gaza sangat 'tertekan'.

Ketika banjir bandang melanda, Kaud dan keluarganya baru saja menuju ke tempat tidur. Beberapa menit kemudian, mereka mendengar orang-orang berteriak di luar.

Ketika ia melihat keluar jendela, Kaud melihat banjir menerjang rumah-rumah.

"Saya bangunkan istri dan anak-anak saya dan membawa mereka naik ke atap," kenang Kaud.

Mereka akhirnya diselamatkan oleh personel pertahanan sipil, yang mengantar mereka bersama dengan ribuan warga  Gaza lainnya ke kamp-kamp darurat yang telah didirikan di sekolah-sekolah. Selama berhari-hari, Kaud mengatakan kepada istrinya dan sembilan anak-anak bahwa mereka akan segera kembali ke rumah. Tapi itu tidak terjadi.

Tidak ada yang tersisa dari rumah mereka yang sederhana selain tumpukan pecahan batu bata dan besi-besi, semua perabotan mereka telah rusak karena banjir.

Sekarang, taksi Kaud telah menjadi rumah baru bagi keluarga, di mana empat anak-anak tidur di bagasi, tiga di kursi belakang dan dua di kursi depan dengan ibu mereka. Kaud berada diluar untuk menjaga keluarganya meski angin dingin menerjang hingga menusuk tulang.

Kaud hanya tidur saat pagi, ketika anak-anak pergi ke sekolah. Dia hanya bisa tidur siang singkat, namun, karena ia harus segera bekerja menjalankan taksinya untu memberikan makan keluarganya.

Ketika anak-anak kembali dari sekolah, Kaud dan istri menggelar seprei untuk makan siang bersama.

Sekarang, harapan terbesar keluarga Kaud adalah untuk sekali lagi memiliki atap di atas kepala mereka.


sumber : muslimdaily.net
Read Post | komentar

Mentan Suswono Yakin Bisa Hentikan Impor Pangan

Menteri Pertanian RI Suswono mengharapkan Aceh dapat terus mendukung ketahanan pangan nasional dengan meningkatan produksi tanaman pangan. Aceh dapat melakukan itu karena memiliki potensi yang luar bisa untuk peningkatan produksi pangan.

"Pemerintah pusat telah memetakan potensi seluruh wilayah Indonesia. Dan pemerintah melihat, Aceh memiliki potensi yang luar biasa untuk peningkatan produksi pangan," kata Mentan Suswono dalam acara Panen Raya Jagung Hibrida, tepung Tawar Turun Benih, dan Penyerahan UPJA” di Desa Tanjung Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (21/12/2013).

Ikut panen jagung bersama Mentan diantaranya Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin, Anggota DPR Nasir Djamil, dan sejumlah unsur pimpinan daerah lainnya.

Mentan mengungkapkan, pihaknya sangat bangga dengan hasil yang dicapai oleh masyarakat Aceh dalam mendukung produksi pangan nasional ini. Tahun ini produksi padi di Aceh mencapai dua juta ton lebih, dan jagung mencapai 200 ribu ton. Sementara untuk kedelai, Aceh merupakan salah satu daerah andalan produksi kedelai.

"Apa yang dicapai Aceh sungguh sangat membantu keseluruhan bangsa mengurangi beban nasional," ujar Mentan.

Mentan menjelaskan, tahun 2013 Indonesia terpaksa harus mengimpor jagung hingga 2,5 juta ton dan kedelai hingga 1,5 juta ton. Dengan potensi dan hamparan jagung yang sangat luas di Aceh Tenggara, Mentan yakin bisa menghentikan impor pangan dan jika perlu mengekspor pangan ke luar negeri.

"Saya dan Gubernur Aceh akan menyampaikan kepada Bapak Presiden pada Sidang Kabinet, kita bisa dan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita secara mandiri. Saya akan mendorong agar peningkatan produksi pangan di Aceh menjadi agenda dan kebijakan prioritas nasional," imbuh Mentan.

Lebih lanjut Mentan mengatakan, jika produksi jagung dapat terus ditingkatkan maka devisa negara yang bisa dihemat mencapai Rp 9 triliun. Jika Aceh bisa berkontribusi dengan meningkatkan produksi jagung hingga 500 ribu ton, maka akan ada sekitar Rp 1,5 triliun yang bisa menjadi pendapatan masyarakat Aceh.



Foto : Mentan Suswono dan Gubernur Aceh berjalan menuju lokasi panen jagung hibrida dalam acara Panen Raya Jagung Hibrida, tepung Tawar Turun Benih, dan Penyerahan UPJA di Desa Tanjung Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (21/12/2013). 

sumber : tribunnews
Read Post | komentar

[VIDEO] Pengacara Maria Elizabeth Liman : Saya tegaskan, Uang 1 M itu tidak untuk LHI

Sabtu, 21 Desember 2013

KPK Tahan Maria Elizabeth Liman
 
Direktur PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman menegaskan tidak terlibat kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di kementerian Pertanian. Dia mengaku sebagai korban 'permainan' yang dilakukan oleh Ahmad Fathanah dan mantan Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia Elda Daviane Adhiningrat.

"Saya dizalimi oleh mereka, Elda Adiningrat dan Fathanah. Mereka itu broker yang benar terlalu tinggi tingkatannya, dia yang menzalimi saya," ujar Maria Elisabeth di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Maria mengaku tidak pernah menjanjikan apapun untuk Menteri Pertanian Suswono agar perusahaannya mendapat tambahan kuota impor daging. "Tidak pernah. Tidak pernah," kata Maria yang sudah mengenakan seragam tahanan KPK sambil menuju mobil tahanan.  

Liputan6.com


Ini video lengkap dari BeritaSatu sesaat setelah Maria Elizabeth Liman ditetapkan ditahan KPK dan wawancara dengan Pengacaranya, kita dapat menemukan kembali fakta-fakta baru yg jelas bahwa LHI tidak pernah membicarakan soal suap menyuap apalagi menerima uang 1,3 M untuk persoalan kuota impor daging sapi.

Read Post | komentar

Dr. Diana Thalib, Istri HNW : Untuk Menjadi Perempuan Cerdas tak Harus jadi Feminis atau Liberal

Perempuan cerdas tidak harus jadi feminis dan liberal. Demikian disampaikan oleh Dr. Diana Thalib dalam launching organisasi Persatuan Majelis Taklim Muslimah (PERMATA), Jum’at (23/12/2013).
“Kita sebagai istri, sebagai ibu dituntut untuk tidak hanya belajar ilmu agama dan juga paham dengan perkembangan zaman,” demikian jelas Dr. Diana saat peluncuran di Graha Assuryaniyah Komplek At Thohiriyah, Kampung Melayu, Bukit Duri Jaksel.

Menurut istri Dr. Hidayat Nur Wahid ini, banyak yang sudah salah memahami peran dirinya sebagai seorang Muslimah. Ini dikarenakan gencarnya arus liberalisasi dan sekulerisme di Indonesia.

Diana menyakini bahwa perempuan adalah ujung tombak dari peran pembinaan keluarga. Karena itu, perempuan tidak boleh lemah karena perempuan memiliki anugerah kekuatan yang melebihi laki-laki.

“Perempuan dikaruniai hormon ekstrogen, hormon ini membuat kita bisa lebih kuat dari lelaki, inilah mengapa perempuan harus ikut berjuang,” tegasnya lantang.

Diana juga memaparkan dampak-dampak hormon ekstrogen pada diri setiap perempuan. Hormon ini membuat perempuan lebih kuat dalam mengemban beban sebagai ibu rumah tangga.

Beberapa bukti yang dijelaskannya antara lain, kemampuan perempuan bersalin berulang kali. Mengandung anak selama 9 bulan.

Nggak usah jauh-jauh dulu deh Bu, coba ajak bapak-bapak ke pasar, kita mampu berjam-jam jalan kaki keliling pasar sementara suami kita belum tentu,” jelasnya disambut senyum simpul sang suami di depan para peserta.

Dia berharap, kehadiran PERMATA bisa menciptakan Ibu-ibu rumah tangga yang paham agama juga mampu menjadi pemimpin di era modernisasi saat ini.

“Ini karena semua ilmu Islam selalu memiliki dampak yang baik bagi masyarakat secara logika,” jelasnya lagi.

“Semua yang dicontohkan Rasulullah selalu mempunyai dampak kesehatan yang baik,” tambahnya.
Hal – hal seperti itulah yang seharusnya dipahami para Ibu. Bahwa ilmu agama harus mampu ditransformasi kedalam masyarakat kekinian. Hal ini karena Islam itu menembus batas zaman dan waktu.

“Sudah waktunya para Muslimah mengambil peran dan menjadi penguat keluarga dan perjuangan suami-suami mereka,” tambahnya.

Seperti diketahui, resah maraknya paham liberal dan feminisme, hari Jumat (20/12/2013), resmi berdiri Persatuan Majelis Taklim Muslimah (PERMATA) dan terpilih sebagai ketua, Dr. Suryani Thaher .


sumber : hidayatullah.com
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all