Reccep Tayyip Erdogan dan kebangkitan Islam di Turki

Senin, 04 November 2013


Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki merupakan sosok pemimpin muslim yg popular dimasa sekarang, sosok pemimpin yg dielu-elukan oleh rakyatnya dan senantiasa tegak pada kepentingan Islam. 

Beliaulah yg bersuara lantang ketika negeri-negeri Islam di kebiri oleh orang-orang sekuler dan Barat yg tidak senang dengan kebangkitan Islam. Terakhir yg sering kita dengar dan lihat adalah simbol R4BIA yg merupakan simbol yg beliau suarakan untuk mendukung aksi anti kudeta militer terhadap Presiden Mesir Dr. Mohammad Mursi.

Ketika kita saksikan video ini, terlihat bagaimana kebencian para musuh-musuh Islam terhadap kepemimpinan beliau, dan bagaimana rakyat Turki sangat mencintai beliau sebagai pemimpin yg membawa perubahan signifikan di negara mereka :

Read Post | komentar

Ahmad Heryawan Ngantor Gowes ke Gedung Sate



Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Wakil Gubernur Deddy Mizwar bersepeda ke kantornya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung Jumat (1/11/2013).

Hal ini berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya. Ahmad Heryawan sudah mengimbau agar PNS di Pemprov Jawa Barat di Kota Bandung berangkat ke kantor memakai sepeda setiap Jumat, memasuki pekan keempat.

Dari pantauan, Heryawan mulai mengayuh sepedanya dari Gedung Pakuan sekitar pukul 6.30 WIB. Tak kurang 20 PNS menyertainya, termasuk Kepala Dinas Bina Marga Pemprov Jabar Guntoro.
Wagub Deddy juga berangkat dari kediaman di Dago sekitar pukul 6.30 WIB. Dia diiringi 15 PNS yang juga berkantor di Gedung Sate.

Rombongan Heryawan bertemu dengan iring-iringan Deddy di persimpangan Cikapayang, setelah melaju sekitar 10 menit. Rombongan PNS "Jumat Bersepeda" semakin ramai memanjang.
Melaju di Jalan Surapati menuju Gasibu, rombongan Gubernur-Wagub berebutan jalan dengan mobil dan motor yang sudah memadati jalan. Para pesepeda ini terhenti sekian kali karena kemacetan.
Tiba di halaman Gedung Sate, Heryawan dan Deddy bersama puluhan PNS menikmati sarapan bubur ayam dan bubur kacang ijo.

Seusai sarapan, Heryawan mengatakan, upaya menjadikan bersepeda sebagai budaya sehari-hari perlu didukung prasarana dan sarana yang memadai. "Kita akan melengkapinya secara bertahap. Sekarang, kita membangun kesadaran pelan-pelan. Selanjutnya, sarananya akan dilengkapi, termasuk membuat jalur khusus bersepeda di jalan-jalan," ujar Heryawan dalam rilis yang diterima INILAH.COM. [inilah]

Read Post | komentar

Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani #AYTKTM [Video]

Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani #AYTKTM

Kami Mohon maaf Indonesia,
kami akan bekerja dan berusaha lebih baik,
Agar Indonesia menjadi hebat dan berjaya kembali.
 
 
Read Post | komentar

Rp 10 Trilyun, Harga yang Pantas Untuk LHI

Persidangan kasus suap impor daging mulai memasuki babak penuntutan. Setelah sekian lama masyarakat diombang-ambing oleh rumor dan ketidakpastian, akhirnya keputusan menjelang. Siapa yang salah, bagaimana duduk perkaranya, dan apa hukumannya akan ditetapkan. Ahmad Fathonah si playboy cap tempurung telah dijatah 17,5 tahun penjara. Yang lain-lain segera menyusul, termasuk tentu saja, sang lakon utama yang fenomenal, Mantan Presiden PKS, Luthfi Hassan Ishaq.

Sebagai warga negara yang baik, adalah penting bagi kita mengapresiasi KPK sebagai instrument negara menjalankan penegakan hukum. Seiring dengan itu pula, sebagai warganegara yang baik, kita mengharapkan performa hukum dijalankan dengan benar, tanpa dusta dan kepalsuan yang mencederai masa depan penegakan hukum negeri ini.

Terkait dengan penanganan kasus ini oleh KPK, patut disayangkan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu suprastruktur demokrasi ikut terkena imbas. Institusi yang juga merupakan asset berharga milik bangsa itu luluh-lantak menjadi bulan-bulanan caci-maki, menjadi bak penampungan segala kekotoran ketika sifat-sifat manusia yang paling menjijikkan naik ke permukaan…

Pidana pokok dalam kasus ini, sebagaimana disampaikan oleh Dirdik Yanmas KPK sekaligus Jubir KPK Johan Budhi yang bukan sarjana hukum itu, adalah kurang lebih sbb: Luthfi Hassan Ishaq dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara negara yang memiliki kewenangan konstitusional mengatur kuota impor daging, telah menerima suap dari PT Indoguna uang tunai sejumlah Rp. 40 milyar, sehingga PT Indoguna mendapatkan penambahan kuota impor melebihi jumlah yang semestinya. Dua alat bukti yang sah dan meyakinkan sebagaimana diatur dalam UU Tipikor telah dimiliki oleh KPK. 

Validitas dua alat bukti yang meyakinkan itu, sejauh ini belum pernah ditunjukkan oleh Johan Budhi kepada pihat-pihak yang berkepentingan, termasuk masyarakat luas. Ini penting karena masyarakat perlu tahu apakah Hukum Negara dijalankan sebagaimana mestinya. Harus akuntabel dan terukur, demi memupuk kepercayaan. Selama ini masyarakat pemerhati hukum masih bertanya-tanya: Apakah benar LHI itu penyelenggara negara yang memiliki kewenangan menetapkan kuota impor daging? Apakah LHI benar-benar menerima suap Rp. 40 milyar? Apakah benar PT Indoguna mendapatkan jatah penambahan kuota sebagai akibat suap itu? Apakah benar perbuatan LHI itu telah menimbulkan kerugian keuangan negara? Bagaimana kronologinya, kejadiannya, kapan terjadi dan dimana tempatnya?

Meskipun tampak ‘mustahil’, tetapi semoga saja Jaksa Tipikor telah memilikinya, dan para Hakim Tipikor mengakuinya sebagai bukti yang sah dan meyakinkan. Keabsahan bukti itu penting, karena bukti adalah elemen fundamental mengenai terjadinya tindak kejahatan. Tanpa bukti maka para hakim akan membebaskan terdakwa. Apabila ada hakim memutus perkara tanpa bukti, lebih-lebih mengingkari citra ilahiyah yang melekat pada kedudukannya, maka tunggulah azab dari alam semesta. Cepat atau lambat, kebenaran akan muncul dengan caranya sendiri!

Itulah mengapa UU Tipikor itu mesti dijalankan dengan penuh kehati-hatian. Terlalu besar resikonya jika UU ini digunakan secara sembrono dan terburu-buru (Prof. Romli Atmasasmita, konseptor UU Tipikor).
Apabila Hakim Tipikor memutuskan terdakwa bebas dari segala tuntutan, maka hak-hak terdakwa mesti segera dipulihkan. Dalam hal ini KPK bertindak atas nama negara, maka negara-lah yang menanggung proses rehabilitasi itu. Di dalam UU Tipikor dimuat dengan jelas, antara lain mengembalikannya kepada kedudukan semula dan membayar sejumlah ganti rugi immaterial atas penghancuran karakter yang dialaminya akibat tuduhan yang salah itu.

Jika LHI diputus bebas, berapa kira-kira jumlah ganti rugi immaterial yang sepadan untuknya? Rp. 40 milyar, Rp. 100 milyar atau Rp. 1 trilyun? Tidak ada standar nilai untuk harga diri seseorang, karena tak ada jualannya di pasar daging. Namun melihat penghinaan yang dialaminya, keluarganya, PKS yang dipimpinnya, sekaligus memberi pelajaran kepada kesombongan aparatur hukum di negara ini, maka Rp. 10 trilyun rupiah itu adalah harga yang pantas. Atau berapa pun yang diminta oleh LHI dkk maka negara wajib memenuhinya.

Negara tak boleh menolak membayar klaim ini dengan alasan apa pun, demi harga diri bangsa. Tak sepatutnya negara besar yang kaya sumber daya alam ini menunggak hutang kepada seorang penyanyi dangdut bernama Vitaly Sesha. Apa kata dunia! Misalkan kas negara sedang kosong, diharapkan Menkeu RI segera berangkat ke Amerika untuk ‘nyilih utang’ ke IMF, tempat Sri Mulyani bertugas. Pandai-pandai menceritakan permasalahan kita ini kepada orang ‘sono’.

Atau, jika negara benar-benar keberatan membayar ganti rugi, ada satu cara yaitu kembali merekayasa hukum. Runding-rundinglah antara hakim, jaksa dan perwakilan pemerintah agar LHI tetap dinyatakan bersalah dan divonis 20 tahun penjara segera masuk. Sita pula seluruh harta bendanya, apa pula sulitnya. Tetapi itu bukan pilihan yang menguntungkan bagi perjalanan Bangsa Indonesia ke depan. Apa boleh buat, jaman jahiliyah sudah lama berlalu. Seluruh dunia mengikuti kasus ini dengan seksama. Jika Bangsa Indonesia ternyata masih menjalankan budaya primitif dalam penegakan hukum, bisa-bisa Negara-negara Dunia Ke-III menganggap peradaban Bangsa Indonesia pada masa sekarang ini belum beranjak jauh dari peradaban monyet!

Pening kepala akhirnya!
Tulisan ini tidak bermaksud mempengaruhi sidang yang sedang berlangsung. Tulisan ‘kecengan’ seperti ini tak mungkin mempengaruhi keputusan Hakim Tipikor. Atau apakah dikhawatirkan berpotensi mempengaruhinya? Bhuahaha…haha..ha, itu bukan pengadilan ‘kecengan’ boss! [kompasiana]

Read Post | komentar

Teladan Sang Qiyadah Dakwah di medan laga

Minggu, 03 November 2013


Teladan merupakan nasehat sejati dari seorang pimpinan dalam sebuah organisasi yg tidak memerlukan uraian-uraian yg panjang dan kalimat-kalimat hikmah yg menyentuh. 
Dengan memberikan teladan,  orang-orang yg dipimpin dalam sebuah organisasi akan serta merta  mengerti dan paham apa hal terbaik yg harus dilakukannya.

Itulah yg terlihat dalam agenda PKS Belanja DPC PKS Marpoyan Damai pada hari Ahad, 3/11/2013 di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru yg juga merupakan rangkaian LT3Besar yg wajib diikuti oleh seluruh kader dari berbagai jenjang keanggotaan dimana dia berdomisili.

Dalam kegiatan ini, tampak wajah-wajah qiyadah dakwah di PKS Riau yg tidak asing lagi bagi kader-kader PKS di Riau juga turut hadir. 

Adapun mereka adalah Ustadz. Hendri Munief, SE.Ak, MBA, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 no. urut 3 yg juga merupakan Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Kewirausahaan (PEDK) DPW PKS Riau, kemudian Ustadz. Amin Triawan, S.Si, Ketua MPW PKS Riau, yg juga merupakan mantan Ketua Umum DPW PKS Riau, terakhir Ustadzah Aida Malikha, S.Psi, M.Si, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 no. urut 2 yg juga merupakan seorang psikolog ternama di Kota Pekanbaru. 

Semoga teladan dari para qiyadah ini dapat memotivasi kita untuk senantiasa berkontribusi dalam dakwah apapun jabatan kita dan dimanapun kita berada. (def)

Pak Amin Triawan, S.Si (Ketua MPW PKS Riau), sebelah kanan berbaju putih pakai topi pet hitam

 
Bu Aida Malikha, S.Psi, M.Si, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 No. Urut 2



Ust. Hendri Munief, SE.Ak, MBA (Kabid. PEDK DPW PKS Riau), Caleg DPR RI Dapil Riau 1 No. Urut 3


Read Post | komentar

Umar Khatab, Caleg Dapil 4 Pekanbaru antusias ikuti PKS Belanja

LT3Besar merupakan agenda pemenangan pemilu 2014 yg dicanangkan sebagai program unggulan yg wajib diikuti oleh Kader PKS di seluruh Indonesia oleh DPP PKS.
Sejak digulirkan, DPC PKS Marpoyan Damai hingga kini sudah 3 kali melaksanakan agenda ini dan Alhamdulillah diikuti oleh sangat antusias oleh seluruh lapisan kader di DPC PKS Marpoyan Damai.

Begitu juga dengan Umar Khatab, S.Pd, caleg dapil 4 DPRD Pekanbaru dari PKS Pekanbaru No. urut. 4 ini, sebagai kader yg baik walaupun beliau diamanahkan oleh DPD PKS Kota Pekanbaru sebagai caleg di Pemilu 2014 yg akan datang dan juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPD PKS Kota Pekanbaru saat ini, Bang Umar begitu beliau biasa dipanggil, tetap antusias dan tidak segan-segan untuk hadir mengikuti agenda PKS Belanja yg ditaja oleh DPC PKS Marpoyan Damai Ahad,3/11/2013 di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru ini. 

Dengan mengajak anak dan istrinya bersama kader-kader PKS dari Dapil 4 (Marpoyan Damai-Bukit Raya) terlihat beliau turut berbelanja di pasar pagi Arengka, Pekanbaru. Sambil menyapa masyarakat yg berbelanja dan pedagang yg sedang berjualan, Bang Umar tampak sumringah dengan menenteng beberapa plastik yg berisi belanjaan yg sudah dibelinya untuk keperluan sehari-hari dirumah.

Beginilah Kader PKS, tidak mengenal strata atau jabatan, ketika kerja dakwah memanggil selalu siap sedia menyahut panggilan itu. (def)

Biodata Singkat Umar Khatab, S.Pd

Nama Lengkap      
Umar Khatab
Tempat/Tgl. Lahir  
Pekanbaru, 8 Februari 1978
Jenis kelamin     
Laki-laki
Pendidikan Terakhir
S1. Pendidikan Ekonomi FKIP UNRI
Pengalaman Organisasi
2000                  : Ketum LSI Al Maidan FKIP UNRI
2001                  : Ketum UKMI Ar Royan UNRI
2005                  : Direktur Eksekutif YPPI Cendekia Riau
2005                  : Wakil Bendahara DPD PKS Pekanbaru
2005 - 2007       : Ketua Gugus Tugas Dakwah Sekolah Pekanbaru
2011 - sekarang : Bendahara Umum DPD PKS Pekanbaru
Pekerjaan Saat Ini
Wiraswasta
Jumlah Tanggungan Keluarga
1 istri 2 anak
Nama Istri
Juni Haryanti Harahap, S.Si


Baca juga : Umar Khatab, S.Pd, Sang Comic Stand-Up Comedy dari PKS Pekanbaru


Read Post | komentar

PKS B3lanja, m3n3bar Cinta di Pasar Pagi Ar3ngka



Ahad, 3 November 2013, struktur DPC PKS Dapil IV Pekanbaru (Marpoyan Damai-Bukit Raya) melaksanakan kegiatan PKS Belanja yaitu kegiatan belanja bersama para kader PKS ke pasar-pasar tradisional, kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda LT3Besar tingkat DPC yg dilaksanakan setiap 2 pekan sekali sesuai dengan instruksi DPP PKS.

Pada kesempatan ini, DPC PKS Marpoyan Damai selaku tuan rumah menentukan kegiatan PKS Belanja kali ini dilakukan di Pasar Pagi Arengka, Kelurahan Sidomulyo Timur.
Dimulai dengan berkumpul di Markaz Dakwah PKS Riau di Jl. Soekarno Hatta yg kebetulan berdekatan dengan lokasi pasar yg dituju, para kader terlebih dahulu diberikan arahan oleh Koordapil IV, Ust. Wirta. Kemudian sekitar pukul 07.00 Wib, para kader berjalan bersama menuju pasar pagi Arengka untuk berbelanja kebutuhan-kebutuhan dirumah sekaligus menyapa masyarakat yg sedang belanja serta para pedagang yg sedang berjualan.

Sekitar pukul 08.00 wib, sesuai arahan para kader kembali ke Markaz Dakwah PKS Riau untuk melanjutkan agenda lain dari rangkaian LT3Besar yaitu sesi tausiyah.
Sebelum sesi tausiyah, terlebih dahulu dilakukan refleksi seputar agenda PKS Belanja ini seperti evaluasi kegiatan, pesan dan kesan masyarakat dan pedagang yg dijumpai. 

Salah seorang kader yaitu Pak Syaifullah, kader dari DPC PKS Bukit Raya menyampaikan kesan dari salah seorang pedagang durian yg dijumpainya dimana pedagang durian tersebut menyambut antusias saat disapa oleh beliau, pedagang durian itu juga menyatakan akan mengajak masyarakat di kampungnya untuk memilih PKS di Pemilu 2014 dan bersemangat untuk membentuk kepengurusan ranting PKS di daerah tempat tinggalnya. Allahu Akbar.

Setelah mendengarkan pesan dan kesan dari para kader yg mengikuti kegiatan PKS Belanja, agenda dilanjutkan ke sesi tausiyah yang untuk kali ini mengambil tema Tarbiyah Siyasiyah dengan pentaujih  Ustadz Hendri Munif, SE.Ak,MBA yg juga merupakan caleg DPR RI Dapil Riau 1 No. Urut 3 dari PKS.


Pada tausiyahnya beliau mengingatkan kepada para kader untuk senantiasa bersemangat dan menjadikan agenda LT3Besar ini sebagai kegiatan yg menyenangkan.
Disela tausiyahnya juga beliau menyampaikan bahwa agenda politik yg dilakukan sekarang semata-mata hanya untuk kepentingan dakwah ilallah sebagaimana perkataan sahabat Rasulullah SAW Umar bin Khatab bahwasanya perluasan dakwah akan mudah dilakukan jika kita sudah menguasai 2 hal yaitu kekuasaan dan pundi-pundi ekonomi.

Pada agenda LT3Besar kali ini juga terlihat hadir para caleg-caleg lain dari PKS dan unsur pimpinan PKS yg berdomisili di kecamatan Marpoyan Damai dan kecamatan Bukit Raya seperti Umar Khatab, S.Pd, Elvira Rosya,S.Si, Boy Irwanto, Supriyanto, Nurhayatun Nufus, S.Pt (Caleg PKS Dapil 4 DPRD Pekanbaru), Aida Malikha, S.Psi, M.Si (Caleg PKS DPR RI Dapil Riau 1), Ustadz Amin Triawan, S.Si (Ketua MPW PKS Riau). (def)

Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all