Tampilkan postingan dengan label Selamatkan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selamatkan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Prabowo: Mari Kita Berdoa Agar Proses Sidang Berlangsung dengan Baik

Rabu, 06 Agustus 2014

Prabowo Subianto mengajak para pendukungnya berdoa agar proses persidangan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang digelar Mahkamah Konstitusi berlangsung lancar.

Ajakan itu disampaikan calon presiden nomor urut 1 tersebut lewat akun Facebook-nya Selasa malam (5/8).

"Malam ini mari kita bersama-sama berdoa' agar proses persidangan dapat berlangsung dengan baik, dan dapat menghasilkan keputusan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Aamiin," tulis Prabowo.

Pendukung Prabowo-Hatta besok sebelumnya dipastikan akan mendatangi gedung MK. Karena itu, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik meminta maaf kepada masyarakat karena aksi tersebut akan mengganggu  arus lalu lintas.

"Kepada masyarakat Indonesia kami mohon maaf apabila merasa terganggu dengan aktivitas yang akan kami lakukan besok. Kami harapkan untuk menghindari tempat demonstrasi," kata Taufik.

Pihak Kepolisian sendiri sudah memastikan akan mengawal proses sidang tersebut. "Kami sudah melakukan persiapan berlapis di gedung MK, ada 22 ribu personel khusus untuk pengamanan,” kata Kapolri Sutarman.

Pengamanan meliputi di luar dan dalam gedung MK.  Para Hakim konstitusi yang menangangi perkara ini juga akan mendapat pengawalamn ketat dari korps kepolisian.

“Tempatnya kami amankan, dan hakimnya kami beri pengamanan juga, sehingga kami harap hakim konstitusi akan memutuskan berdasarkan fakta yang ada dan norma keadilan yang berlaku,” tandas Sutarman
Read Post | komentar

Ini Fakta KPU Juga Bisa Salah

Selasa, 05 Agustus 2014

JAKARTA – Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengingatkan adanya teguran Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kepada KPU terkait verifikasi faktual partai politik peserta pemilu. Teguran itu menunjukkan bahwa KPU juga bisa salah.

"KPU pernah ditegur keras DKPP waktu verifikasi (faktual) partai politik peserta pemilu. Ini menunjukkan KPU bisa salah (dalam proses pilpres)," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Andre Rosiade, di Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Dia juga mengatakan sebelumnya DKPP pernah memecat ratusan pelaksana penyelenggara pemilu di seluruh Indonesia. "Fakta itu bisa dicari di Google, rekan-rekan media sendiri yang membuat beritanya," ucapnya.

Andre mengatakan pihaknya akan membuktikan kecurangan yang terjadi selama proses Pilpres 2014, baik melalui gugatan di Mahkamah Konstitusi maupun pengaduan atas pelanggaran kode etik Komisioner KPU ke DKPP.

"Sebagai anggota Timkamnas, kami melihat memang sangat luar biasa kecurangan yang ada, mulai penggelembungan suara hingga penyusutan suara. Itu semua akan kami buktikan," tegas dia.

Andre mengatakan DKPP selama ini merupakan lembaga yang bisa dipercaya. Dia berharap Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie bersama jajaran bisa konsisten bekerja sesuai nilai kebenaran dan keadilan.

"Kami harap DKPP tidak ragu menghukum anggota KPU yang menyalahkan wewenang (dalam proses pilpres)," ujar dia. [okezone]
Read Post | komentar

Prabowo-Hatta Siap Adu Data dengan KPU

Jakarta - Tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyatakan kesiapannya untuk menghadapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam sidang gugatan Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Jubir tim Prabowo-Hatta, Andre Rosieda mengatakan, tim Kuasa Hukum Prabowo-Hatta akan membuktikan dugaan kecurangan KPU sebagai penyelenggara pilpres.

"Kami sangat percaya diri menghadapi MK, karena kami punya data riil. Kami siap adu data dengan KPU," kata Andre, saat jumpa pers, di Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Menurutnya, gugatan tim Prabowo-Hatta ke MK terkait kecurangan pilpres, membuat KPU panik. Kepanikan KPU ditunjukkan dengan adanya surat edaran ke beberapa KPUD Kota dan Kabupaten untuk membongkar kotak suara.

"Justru yang panik itu KPU, yang mengeluarkan surat edaran," tegasnya.

Seperti diketahui, MK akan menggelar sidang perdana terkait gugatan Pilpres 2014 yang diajukan tim Prabowo-Hatta, Rabu (6/8/2014) besok. [inilah]
Read Post | komentar

Prabowo : Koalisi Merah Putih Harus Selalu Santun Dalam Persaingan

Kamis, 03 Juli 2014

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di hadapan ribuan pendukung disela-sela konser musik religi Maher Zain di Istora Senayan, Rabu malam, 2 Juli 2014.

"Bersaing boleh keras. Persaingan untuk rakyat. Bersaing dengan penuh gagasan, penuh nilai-nilai dalam keyakinan kita akan masa depan bangsa Indonesia. Tetapi harus diingat, saingan kita adalah saudara kita sendiri," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, demokrasi mengharuskan rakyat untuk memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan. Pemilu kali ini, rakyat dihadapkan pada dua pilihan, yakni pilihan nomor urut satu dan nomor urut dua.

"Saya tegaskan, kedua-duanya putra terbaik bangsa. Pasangan nomor dua bukan lawan, bukan musuh, bukan orang lain, tetapi saudara kita sendiri," kata Prabowo.

Oleh sebab itu, lanjut Prabowo, koalisi merah putih harus selalu santun dan menonjolkan kebaikan dalam persaingan. Ia juga mengajak semua pihak supaya mengedepankan pemikiran yang positif dalam kampanye ini, seperti yang diajarkan semua agama di dunia.

"Jangan menciptakan rasa benci, rasa iri dan dengki. Kita maju bersaing untuk rakyat, demi kedamaian bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, itulah pesan saya," terangnya.

"Hadapi hari terakhir dengan gembira. Percaya penuh pada Allah yang satu, terus percaya pada Indonesia".
Read Post | komentar

Survei PolcoMM : Pasca Debat Putaran Empat, Prabowo Unggul Tipis Dari Jokowi


JAKARTA - Political Communication (PolcoMM) Institute menguji elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla pascadebat capres putaran keempat. 

Berdasarkan hasil survei PolcoMM Institute diketahui elektabilitas dua pasangan capres dan cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 9 Juli itu sama-sama kuat.

Direktur PolcoMM Institute, Heri Budianto, mengatakan duet Prabowo-Hatta berhasil unggul atas pasangan nomor urut 2, namun selisihnya hanya sekira 1,5 persen. 

"Pasangan Prabowo-Hatta memperoleh elektabilitas sebesar 46,8 persen, sedangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebesar 45,3 persen," kata Heri, Kamis (3/7/2014). 

Survei dengan tema Adu Balap Capres: Membaca ke Mana Arah Undecided Voters? dilakukan dengan metode wawancara langsung secara tatap muka pada 23–27 Juni dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin error sebesar 3,1 persen. 

Penelitian dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 33 provinsi. [okezone]
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all