Tampilkan postingan dengan label PERNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERNIK. Tampilkan semua postingan

Film Pendek Komunitas ODOJ "Hadir" di RCTI

Sabtu, 03 Mei 2014

Film pendek dengan judul "Kembali Kepadamu" yang bercerita tentang komunitas One Day One Juz atau yang populer dengan sebutan ODOJ dibintangi oleh Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi serta sederet nama lainnya, hadir di acara Go Spot, RCTI. Dalam kesempatan wawancara dengan pihak RCTI, Teuku Wisnu mengatakan bahwa tujuan pembuatan film tersebut bukan untuk mengejar keuntungan atau materi. Namun, dia berharap pahala dengan membuat film tersebut.

" Kita tidak mengejar keuntungan apapun dari sini, tapi kita mengharap pahala dari sini. Karena ini tujuannya dakwah juga. Insya Allah," ujarnya.

Menurut Wisnu, berdakwah bisa melalui apapun. Salah satunya melalui karya-karya film pendek seperti ini.

"Salah satu tujuan kita adalah ingin berdakwah melalui film ini," katanya.

Komunitas ODOJ adalah sedikit diantara komunitas yang tersebar di media sosial yang memancarkan pesan-pesan relijius yang sangat kuat. Kebanyakan komunitas yang terbentuk di media sosial hanyalah untuk ajang gaul semata.

Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi sangat tertarik dengan komunitas ini ketika pertama kali mengenalnya. Oleh karena itu mereka tidak segan-segan untuk mengajak rekan-rekan sesama artis untuk bergabung di komunitas ODOJ ini.

"Komunitas ini baik, karena setiap hari saya selalu diingatkan. Oki sudah selesai belum ngajinya. Diingatkan terus setiap hari by whatsapp itu sama teman-teman satu grup. Saya pikir, ini koq bagus sekali ya. Akhirnya saya ngajak suami saya dan teman-teman yang lain, dan akhirnya meluas," ujar Oki.

Oki mengatakan pada tanggal 4 Mei besok anggota One Day One Juz akan bertemu dan insya Allah akan memecahkan rekor MURI untuk visi misinya membumikan Al-Qur'an di Indonesia ini.

Bagi Wisnu dan Oki bergabung di komunitas ODOJ ini mendatangkan ketenangan bathin yang tidak mereka dapatkan di komunitas-komunitas yang lain.[dm/pksnongsa.org]

Read Post | komentar

Shaqiri, Pesepakbola Muslim Andalan Swiss di Piala Dunia

Rabu, 23 April 2014

Darahnya bukan asli Swiss. Sebaliknya, pemain yang bernama Xherdan Shaqiri ini lahir di Yugoslavia pada 10 Oktober 1991. Pada 1992 perang saudara di Yugoslavia memaksa Xhaqiri bermigrasi ke Swiss.

Berstatus pengungsi di Swiss, ternyata tak membatasi skill Shaqiri sebagai calon bintang sepak bola. Menimba ilmu di klub lokal Swiss, SV Agust, pemain bertinggi 169 sentimeter pun tumbuh sebagai salah satu calon bintang sepakbola.

Hal yang akhirnya membuat Swiss menaturalisasi pemain yang mengaku seorang muslim sejati itu. Kini, Xhaqiri menjelma sebagai salah satu pahlawan nasional olahraga di Swiss. Dia menjadi bagian dari generasi emas sepak bola Swiss yang sukses menembus final Piala Eropa U-21 pada 2011.

Berkat aksi gemilangnya di junior, satu kostum timnas senior Swiss menjadi milik Shaqiri. Kini, Shaqiri menjadi kunci bagi Swiss di Piala Dunia 2014. Peran penting Shaqiri diakui pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld.

"Kami punya banyak pemain muda, seperti Shaqiri. Dan, beruntung bagi kami, dia bermain bersama tim terbaik, seperti Muenchen," kata Hitzfeld, seperti dikutip AP.

Di Piala Dunia Brasil, Shaqiri tak bisa dipandang sepele. Selain punya skill di atas rata-rata, prestasi winger yang sudah mencetak delapa gol bersama Swiss itu teruji di level klub.

Tak main-main, Xhaqiri adalah bagian dari klub juara Eropa Bayern Munchen. Peran Shaqiri di Munchen pun mendapat pujian dari pelatihnya, Pep Guardiola. "Shaqiri adalah pemain yang memiliki standar tinggi," kata Guardiola seperti dikutip Aargauerzeitung.

Namun, ada kendala bagi Shaqiri sebelum tampil di Piala Dunia. Kendala itu adalah minimnya jam terbangnya bersama Bayern Muenchen. Maklum, di klub raksasa Jerman ini terdapat banyak pemain kelas dunia.

Shaqiri pun dipaksa bersaing dengan pemain sekaliber Toni Kroos dan Thiago Alcantara. Praktis, Shaqiri hanya menjadi pelapis. Sekali pun berstatus cadangan, performa Shaqiri tetap mengundang puja puji Guardiola. "Dia adalah pemain yang bisa mengubah keadaan. Perannyabsangat vital, terutama saat tim sedang buntu dalam permainan," puji Guadiola.

Kini, Brasil pun sudah menanti Shaqiri. Kendati bukan pemain berdarah asli Swiss, Shaqiri bertekad main habis-habisan. Semua itu jadi pembuktian akan profesionalisme dan tekad seorang imigran Kosovo. Dan, bila Shaqiri tampil baik di Brasil, bukan hanya Swiss yang akan mendapat untung, melainkan Kosovo.

Sebab, salah satu dutanya sudah membuktikan bahwa negara yang belum diakui itu ternyata memiliki talenta kelas dunia. Walau, kini sang duta Kosovo masih memakai seragam beda negara.

Data Shaqiri

Tanggal Lahir : 10 Oktober 1991 (22 tahun)
Tinggi : 169 sentimeter
Posisi : Winger
Riwayat Karier
1999-2001 : SV Augst
2001-2012 : FC Basel
2012-Kini : Bayern Muenchen
Bersama Timnas
2010-Kini : Swiss (30 kali main, 8 gol)

Faktor +

- Kreativitas
- Skill tinggi
- Bisa bermain di beberapa posisi lini tengah

Faktor -

- Pengalaman minim di turnamen antarnegara
- Kemampuan bertahan
- Fisik yang di bawah rata-rata




*rol
Read Post | komentar

Saksi Nangis, Calegnya Malah Tersenyum

Selasa, 15 April 2014

Banyak saksi-saksi PKS di TPS yang terheran-heran melihat sikap caleg PKS terhadap hasil pencoblosan. Mereka (saksi) geleng2 kepala melihat sikap caleg PKS.
 
Banyak cerita menarik yang saya jumpai dari para saksi PKS, mereka yg jadi saksi (rata2 ibu-ibu rumahtangga) menangis kalo ada jumlah suara calegnya di bawah suara caleg dari partai lain. 
 
Mereka terheran2 mengapa para caleg PKS tidak nangis, tidak sedih ataupun raut muka yg agak sedikit lesu pun tidak ditemukan.
 
Para caleg PKS mengatakan: "sabar, ga perlu panik, ampe nangis segala, perhitungan suara belum final. kita menunggu takdir, insya Allah Allah memberikan yg terbaik". 

Jawab ibu-ibu saksi: "lho kok kebalik ya, kita yg jadi saksi jadi nangis, terkadang gak bisa tidur, byk fikiran dsb ya?"

Saya jawab: "barangkali itulah bagian dari expresi, manifestasi kecintaan ibu-ibu & masyarakat pengen banget di seluruh pelosok negeri ini dipimpin oleh para kader PKS yg solid, amanah, dekat & slalu melayani". 
 
Insya Allah kami akan terus berjuang...
 
 
(dikutip dari fb Adi Sucipto dengan sedikit perubahan)


foto headline : ilustrasi suasana di TPS

Read Post | komentar

Aku Hanya Manusia Biasa

Minggu, 06 April 2014



Aku hanya manusia biasa
Punya salah punya dosa
Tapi aku punya cita
Agar masuk dalam syurga

Aku hanya manusia biasa
Tempat khilaf tempat lupa
Tapi aku punya cinta
Untuk indonesia bahagia

Aku hanya manusia biasa
Takkan luput dari tipu daya
Tapi yakin dan percaya
Hati ku hati indonesia

Aku hanya manusia biasa
Lemah ku dimana mana
Tapi yakin dan percaya
Otakku otaknya indonesia

Aku hanya manusia biasa
Jauh dari kata sempurna
Tapi yakin dan percaya
Aku siap jadi tulang punggung indonesia.




Read Post | komentar

[VIDEO] Gubahan Syair Cinta Sejati Sang Gubernur

Rabu, 12 Februari 2014

Terbenam” dalam urusan protokoler, seakan nyaris membuat Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kehilangan sisi humornya. Namun siapa sangka, putra Kuranji Kota Padang itu, ternyata pandai “mencuri” waktu guna menikmati hidup sebagai orang kebanyakan.

Sambil memetik gitar, pria berkacamata itu terlihat enjoy melantunkan lagu bergenre religius. Sesekali tatapan matanya tertuju pada sesosok perempuan berkerudung biru di sampingnya. Senyum mengembang, tak mau lepas di wajah perempuan berjilbab itu.

Tak ada yang menonjol dalam video klip yang diupload di Youtube pertengahan tahun lalu itu.

Selain sangat sederhana, suasana romantis yang harusnya bisa dijual dalam klip itu, nyaris tak terlihat. Malah terkesan kaku, dan terlalu dipaksakan.

Namun, bukan itu sebetulnya yang menjadi nilai jual video klip berlatar gedung Gubernuran Sumbar itu. Tapi, kedua sosok yang tampil dalam video klip tersebut. Keduanya bukan orang biasa. Bukan artis, bukan pula penyanyi berkelas.

Ya, itulah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama istrinya, Hj Nevi. Lagu “Kau Istriku” memang secara khusus diciptakan Irwan buat sang istri. Itulah luapan kerinduan Irwan ketika dibunuh sepi, ditinggalkan istrinya ketika menjalani ibadah umrah ke Mekkah pertengahan tahun lalu.

Di awal – awal kemunculan klip lagu itu, sempat mencuri perhatian masyarakat Sumbar. Kendati begitu sederhana, namun di situlah orang tahu bahwa orang nomor satu di sumbar itu, memiliki jiwa seni. Bukan sekadar menyanyikan lagu orang lain, namun lagu ciptaan sendiri.

“Klip lagu itu memang tak digarap secara serius. Serba mendadak. Idenya muncul selepas santap sahur Ramadhan tahun lalu. Waktu itu, Aris (eksekutif produser padang TV) mengusulkan bagus juga dibikin klip lagu “Kau Istriku”. Tanpa banyak pertimbangan, ya muncullah klip itu,” papar pria yang sudah menulis 40-an judul buku itu.

Awalnya, klip video yang direkam menggunakan video kamera digital biasa itu, hanya untuk konsumsi terbatas. Namun atas inisiatif Aris, klip lagu itu di upload ke youtube. Hanya melalui informasi mulut ke mulut, lagu itu banyak diklik berbagai kalangan. Sejak diupload, tercatat sudah 11 ribu-an orang mengklik lagu itu.

“Ini (lagu Kau Istriku,red) adalah penghargaan pada istri saya, dan begitu pula hendaknya bagi para suami. Selama ini lagu-lagu dari segi cinta, janda dan selingkuhan lebih banyak. Makanya, saya khusus menciptakan lagu untuk istri saya,” kata Irwan.

Lagu Kau Istriku bukanlah lagu pertama dan terakhir yang diciptakan bapak 10 orang anak itu. Paling kurang sudah enam lagu berhasil diciptakannya. Selain Kau Istriku, suami Nevi Zuairina juga menciptakan lagu Kepada Mu, Anakku Penyejuk Hatiku, Ayahku, Allah Taala, dan Rasul Teladanku.
“Semuanya bergenre lagu religi,” aku Irwan yang di tengah kesibukannya masih menyempatkan diri berbagi ilmu dengan mengajar di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta. Setiap semester (enam bulan, red), Irwan mengajar 12 kali, biasanya setiap Sabtu.

Sebetulnya, tak ada darah seni mengalir dalam diri pria kelahiran 20 Desember 1963 ini, baik dari sang bapak maupun ibunya. Boleh dibilang, Irwan “terpaksa” bersentuhan dengan dunia seni. Bila boleh dibilang, sebuah “kecelakaan”.

Ya, semua itu terjadi sejak Irwan menjadi gubernur. Boleh jadi Irwan “terperangkap” dalam ungkapan “belum bisa menjadi pejabat, bila tak bisa menyanyi”. Biasanya, setiap ada acara, pastilah Irwan diminta membawakan lagu.

“Saya menyukai musik sejak tahun 2012. Setelah menjadi gubernur. Karena, setiap acara, gubernur sering diminta untuk nyanyi. Akhirnya (terpaksa) belajar nyanyi dan juga belajar main drum,” tutur penyuka olahraga ekstrim itu.

Sudah menjadi karakternya, professor ini tak mau setengah-setengah menggeluti sesuatu. Bila sesuatu sudah diputuskannya, sosok Irwan bersungguh-sungguh mencapai keinginan itu. “Sampai pukul 00.00 pun, pastilah akan saya pelajari. Alhamdulillah, akhirnya bisa,” kata Irwan menjelaskan perjuangannya sampai bisa bermain musik dan melagu.

Rinaldi, salah seorang sahabat dekat Irwan, mengakui seperti itulah (bersungguh-sungguh,red) seorang Irwan. “Beliau tak akan pernah berhenti, bila keinginannya belum tercapai. Begitu juga dalam belajar nyanyi atau main drum. Selepas seluruh pekerjaannya selesai, dia terus belajar sampai berhasil,” aku Rinaldi.

Nah, berkat kerja kerasnya belajar menyanyi dan bemain music, kini Irwan bertambah percaya diri.  Bahkan, pada penutupan Pameran Teknologi Tepat Guna di GOR H agus Salim, Irwan berkolaborasi dengan grup band GiGi menyanyikan lagu “Akhirnya”.  Jumat (7/2) lalu, Irwan disaksikan seribu pasang mata tampil membawakan lagu “kau Istriku” diiringi orchestra di Institut Seni Indonesia Padang Panjang (ISI). *


Nikmati yuukkk......





Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all