Durian Ludes, Keringat Mengucur Deras, Pemira Tuntas

Minggu, 01 Desember 2013

Mendekati deadline pelaksanaan Pemira Capres PKS pada 30 November 2014 jam 24.00 Wib, DPC PKS Marpoyan Damai melaksanakan Pemira bersama kader-kader PKS Marpoyan Damai yg ikhwan (laki-laki) di Lapangan Futsal, ZALA Futsal Jl. Paus Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Sesuai jadwal pada pukul 20.00 malam tadi (30/11) kader-kader PKS Marpoyan Damai berdatangan di lokasi acara yg informasinya disebarkan via sms center. Beberapa kader yg sudah hadir langsung membagi tim untuk berolahraga futsal sembari menunggu teman-teman lain yg sedang dalam perjalanan.

Lembar Panduan Pemira Capres PKS DPW PKS Riau
Beberapa saat kemudian, setelah banyak yg datang, Panitia Pemira mengumpulkan seluruh kader di tengah-tengah lapangan untuk mendapatkan arahan mengenai petunjuk pelaksanaan Pemira sesuai panduan yg disiapkan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemira Capres PKS DPW PKS Riau. 

Adapun teknis pemungutan suara, dilakukan dengan mengirimkan sms dengan format yg telah ditentukan ke server DPW PKS Riau.

Setelah mengirimkan sms untuk memilih capres pilihan masing-masing, kegiatan dilanjutkan dengan  dengan bermain futsal dan pesta durian.

Alhamdulillah, momentum Pemira ini dapat dimaksimalkan selain untuk mensukseskan agenda DPP PKS juga sebagai ajang keakraban kader-kader PKS di Marpoyan Damai untuk bersemangat memenangkan Partai Dakwah di Pemilu 2014 dengan menembus 3 besar di tingkat nasional, dan 1 Besar di Kota Pekanbaru, Allahu Akbar. (def)

Inilah keseruan Pemira Capres PKS DPC PKS Marpoyan Damai (30/11)

pemira capres pks
Sedang mendengarkan arahan panduan pemira Capres PKS

 
Kader PKS Marpoyan Damai sedang mengirimkan sms pemira capres PKS
Pesta Durian



'Ghanimah'

Read Post | komentar

Pekan Kondom = Pintu Masuk Seks Bebas

BERSAMAAN dengan peringatan hari AIDS Sedunia , mulai hari ini,  1 Desember hingga 7 Desember 2013 pemerintah memulai kampanye Pekan Kondom Nasional. Acara ini akan digelar di 12 kota di Indonesia.

Berbeda dengan peringatan Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day Tahun 2012 yang bertema “Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS”. Untuk tahun 2013, tema yang diangkat yaitu “Cegah HIV dan AIDS! Lindungi Pekerja, Keluarga dan Bangsa” dengan Sub tema yaitu; Pencegahan HIV & AIDS di Lingkungan Kerja,  Meningkatkan kinerja dunia usaha, masyarakat dan pemerintah serta melindungi kesehatan keluarga menuju kesejahteraan bangsa,  Perlindungan terhadap hak untuk mendapatkan akses, serta menciptakan lingkungan yang kondusif, bebas stigma dan diskriminasi.

Maraknya perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja, berbanding lurus dengan infeksi HIV/AIDS. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada 2012 ditemukan kasus HIV sebanyak 21.511 orang dan AIDS sebanyak 5.686 orang. Berdasarkan presentase kasus AIDS menurut faktor risiko pada 1987 hingga Desember, secara komulatif, faktor risiko penularan HIV terbanyak pada heteroseksual (58,7 persen); Injecting drug users (IDU) sebanyak 17,5 persen; penularan perinatal 2,7 persen dan homoseksual sebanyak 2,3 persen. Sampai sekarang, AIDS masih menempati peringkat keempat penyebab kematian terbesar di dunia.

Menurut WHO (2009) jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 33,4 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali tahun 1986 di Bali. Kementerian Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang pada 2010 berada pada risiko terinfeksi HIV. Adapun berdasarkan data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen.

Fakta menarik tentang HIV/AIDS. Di antaranya:

Pertama, HIV tidak pandang bulu. Sejak epidemi HIV dimulai 20 tahun lalu, stereotipe yang beredar di masyarakat tentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja seks komersial-lah yang mendapat label tersebut. Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia tua, muda, kaya, miskin, wanita, pria, maupun anak- anak dan dari berbagai macam profesi.

Kedua, seks oral tak seaman yang dipikir. Oral seks sering kali dianggap sebagai cara “aman” melakukan hubungan seksual. Faktanya, berdasar penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan sekresi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut.

Ketiga, jangan cuma khawatir hamil. Banyak remaja percaya, satu-satunya risiko berhubungan seks tanpa proteksi adalah kehamilan. Karena itu dipakailah pil KB, oral seks dan ejakulasi di luar demi mencegah kehamilan. Padahal, banyak hal yang harus dikhawatirkan selain kehamilan yakni adanya penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis, herpes, termasuk HIV yang bisa mengancam kehidupan.

Keempat, belum ada obat untuk si pembunuh. Meski orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup lebih lama berkat obat antiretroviral, obat ini tidak menyembuhkan. Kalau pun obat-obat ini melindungi dari infeksi opportunistik ini bukanlah “jalan pintas” dari infeksi HIV. Ot ini bahkan menyebabkan efek samping seperti diare, kelelahan berlebihan, kemerahan, mual dan muntah.

Penanggulangan yang Salah Kaprah
Selama ini, penanggulangan HIV/AIDS di dunia maupun di Indonesia secara umum mengadopsi strategi yang digunakan oleh UNAIDS dan WHO. Karena penyakit ini hingga sekarang belum ada obat untuk menyembuhkannya, area pencegahan adalah salah satu prioritas yang harus dilakukan. Di antara program yang masuk dalam area pencegahan pada Strategi Nasional Penanggulangan HIV-AIDS adalah: Kondomisasi ataupun dan Pembagian Jarum Suntik Steril. Upaya penanggulangan HIV/AIDS versi UNAIDS ini telah menjadi kebijakan nasional yang berada di bawah koordinasi KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional).

Bagi-bagi kondom (kondomisasi) sebagai salah satu butir dari strategi nasional telah ditetapkan sejak tahun 1994 hingga sekarang. Saat ini kampanye penggunaan kondom semakin gencar dilakukan melalui berbagai media, dengan berbagai macam slogan yang mendorong penggunaan kondom untuk ‘safe sex’ (seks yang aman) dengan ‘dual protection’ (melindungi dari kehamilan tak diinginkan sekaligus melindungi dari infeksi menular seksual).

Kampanye kondom juga dilakukan dengan membagi-bagikan kondom secara gratis di tengah-tengah masyarakat seperti mal-mal dan supermarket. Terakhir, demi memperluas cakupan sasaran penggunaan kondom (utamanya para ABG/remaja yang masih segan kalau harus membeli di apotik) , telah lama diluncurkan program ATM (Anjungan Tunai Mandiri) kondom. Cukup dengan memasukkan 3 koin lima ratus perak, maka akan keluar 3 boks kondom dengan 3 rasa. Bagaimana hasilnya? Kenyataan berbicara, kondomisasi ini bukan hanya terbukti gagal mencegah penyebaran HIV/AIDS, namun malah menumbuhsuburkan wabah penyakit HIV/AIDS.

Di AS, kampanye kondomisasi yang dilaksanakan sejak tahun 1982 terbukti menjadi bumerang. Hal ini dikutip oleh Dadang Hawari (2006) dari pernyataan H. Jaffe (1995), dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (USCDC: United State Center of Diseases Control). Evaluasi yang dilakukan pada tahun 1995 amat mengejutkan, karena ternyata kematian akibat penyakit AIDS malah menjadi peringkat no. 1 di AS, bukan lagi penyakit jantung dan kanker.

Prof. Dr. Dadang Hawari (2002) pernah menuliskan hasil rangkuman beberapa pernyataan dari sejumlah pakar tentang kondom sebagai pencegah penyebaran HIV/AIDS antara lain sebagai berikut:
  1. Efektivitas kondom diragukan (Direktur Jenderal WHO Hiroshi Nakajima, 1993).
  2. Virus HIV dapat menembus kondom (Penelitian Carey [1992] dari Division of Pshysical Sciences, Rockville, Maryland, USA).
  3. Penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pada kondom (yang terbuat dari bahan latex) terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang; dalam keadaan meregang lebar pori-pori tersebut mencapai 10 kali. Virus HIV sendiri berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian, virus HIV jelas dengan leluasa dapat menembus pori-pori kondom (Laporan dari Konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995). · Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan (V Cline [1995], profesor psikologi dan Universitas Utah, Amerika Serikat).
Prof. Dadang Hawari meyakini, dari data-data tersebut di atas jelaslah bahwa kelompok yang menyatakan kondom 100 persen aman merupakan pernyataan yang menyesatkan dan bohong (Republika, 13/12/2002).

Adapun pemberian jarum suntik steril kepada pengguna narkoba jarum suntik agar terhindar dari penularan HIV/AIDS juga merupakan strategi yang sangat tidak jelas. Memberikan jarum suntik meskipun steril, di tengah- tengah jeratan mafia narkoba sama saja menjerumuskan anggota masyarakat kepada penyalahgunaan narkoba. Apalagi para pengguna narkoba ini tetap berisiko terjerumus pada perilaku seks bebas akibat kehilangan kontrol, meskipun mereka telah menggunakan jarum suntik steril.

Seks Bebas
Jika sudah jelas penggunaan kondom tetap mengundang bahaya, lalu mengapa orang masih terus mengkampanyekan kondom? Tidak lain karena di balik kampanye kondom ada semacam pesan tersembunyi: “Bolehlah Anda melakukan hubungan seks bebas dengan siapa saja, asal memakai kondom.” Kira-kira begitulah pesan dari kampanye penggunaan kondom. 

Akibatnya, kampanye kondom bakal semakin meningkatkan pergaulan seks bebas. Hal ini pernah diungkapkan oleh Mark Schuster dari Rand, sebuah lembaga penelitian nirlaba, dan seorang pediatri di University of California. Berdasarkan penelitian mereka, setelah kampanye kondomisasi, aktivitas seks bebas di kalangan pelajar pria meningkat dari 37% menjadi 50% dan di kalangan pelajar wanita meningkat dari 27% menjadi 32% (USA Today , 14/4/1998).

Maka dengan dalih apapun, pemberantasan HIV/AIDS bukanlah tepat dengan cara bagi-bagi kondom. Karena itu dengan alasan apapun kampanye kondomisasi ini harus dihentikan dan kita harus berganti dengan cara lebih baik dan dengan cara lebih diridhoi.Wallâhu a’lam bi ash-shawâb

Aktivis MHTI tinggal di Bandung

sumber : http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/01/7567/pekan-kondom-pintu-masuk-seks-bebas.html
Read Post | komentar

Tak Ada Kompetisi, Hidayat Nur Wahid : Ngapain Milih Diri Sendiri

Hidayat Nur Wahid juga ikut menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemarin. Ketua Fraksi PKS ini mencoblos di kantor DPC PKS Mampang, Jakarta Selatan.

"Saya tinggal di Kemang. Itu masuk Kecamatan Mampang," jelas Hidayat saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 1/12).

Dalam Pemira kemarin,  ada 22 tokoh PKS yang dicalonkan. Mereka adalah Abdul Ghani Kasuba, Ahmad Heryawan, Anis Matta, Anton Apriyantono, Fahri Hamzah, Gatot Pujo Nugroho, Hidayat Nur Wahid, Mahfudz Abdurrahman, Mahfudz Siddik, Mustafa Kamal, Nasir Djamil, dan Nur Mahmudi Ismail. Lalu ada Prayitno, Salim Segaf Al Jufri, Sohibul Iman, Suharna Surapranata, Suswono, Taufik Ridlo, Tifatul Sembiring, Yusuf Asyhari, dan Untung Wahono. Soal siapa yang ia pilih kemarin, Hidayat tak mau menjelaskan. Dia berdalih, Pemira berlangsung bebas dan rahasia. Selain itu, setiap calon juga tidak boleh berkampanye. Tapi yang jelas, bekas Ketua MPR ini tidak memilih diri sendiri.

"Ngapain milih diri sendiri. Saya juga nggak mengerti kenapa dinominasikan. Tapi ya sudahlah kita hormati aspirasi rekan-rekan. Terserah rekan-rekan PKS menentukan pilihan mereka siapa," jelasnya.

Meski begitu, di beberapa daerah, seperti Banten misalnya, nama Hidayat Nur Wahid mengungguli calon lainnya. Terkait hal itu, mantan Presiden PKS ini belum mau terlalu menanggapi. "Masih terlalu dini. Itu baru 4 dari 8 kabupaten yang ada. Saya menghormati pilihan rekan-rekan. Nanti Majelis Syuro yang akan memutuskan."

Hidayat berharap Pemira ini akan memberikan dampak positif untuk PKS, termasuk peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. "Semoga ini bisa menyemangati kader dan warga untuk terbiasa dengan pemilihan terbuka sehingga mereka tidak gamang dalam mempergunakan hak pilih, dan golput bisa dieliminasi, dan legitimasi pemilu bisa ditingkatkan," tandasnya.

Jurubicara PKS Mardani Ali Sera kemarin menjelaskan, pemenang Pemira ini bukan satu orang. Panitia nanti akan mengambil lima kandidat. Karena, dalam pemilihan, setiap pemilik suara harus memilih lima calon yang dijagokan, bukan satu seperti pemilihan biasa.  Kelima nama ini kemudian diserahkan ke Majelis Syoru untuk dipilih satu orang yang bakal diusung. “Yang menetapkan siapa yang menjadi capres adalah Majelis Syuro,” tandasnya. [rmol]
Read Post | komentar

Malam Ini, PKS Marpoyan Adakan Pemira di Lapangan Futsal + Pesta Durian

Sabtu, 30 November 2013

Dalam rangka menyukseskan agenda PEMIRA Capres PKS yg dilaksanakan pada tanggal 29-30 November 2013, DPC PKS Marpoyan Damai, memanfaatkan momentum ini untuk menjalin keakraban dengan para kader-kader PKS Marpoyan Damai khususnya dari kalangan ikhwan (laki-laki).

Oleh karena itu, sesuai kesepakatan, malam ini DPC PKS Marpoyan Damai akan melaksanakan PEMIRA sambil bermain Futsal dan Makan Durian bersama, sehubungan di Pekanbaru sekarang juga sedang musim durian.

Berdasarkan, informasi yg dikirimkan via SMS Center PKS Marpoyan Damai, bahwasanya acara nanti malam akan dilaksanakan mulai pukul 20.00 wib dengan sebelumnya sholat isya berjama'ah di Masjid Al Mubin Jl. Paus dan kemudian berkumpul di ZALA Futsal Jl. Paus, Marpoyan Damai.

Nah, bagi kader-kader PKS Marpoyan Damai ataupun masyarakat umum yg ingin berpartisipasi silahkan hadir pada kegiatan ini dan sekaligus dapat berkontribusi menyalurkan suaranya pada Pemira CAPRES PKS kali ini, dan tentunya dapat makan durian gratis lho, maknyus, ditunggu ya.

Bagi yg mau hadir dan menyalurkan hak suaranya, ini dia 22 Capres PKS yg bakal kita pilih. (def)

Read Post | komentar

Warning : Korupsi Daerah 1,6 Kali Lebih Besar Dari Pusat

Peluang korupsi Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di daerah sangat besar ketimbang di pusat.

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) terungkap,  perbandingannya sekitar 1,6 kali lebih besar di daerah ketimbang di pusat, yang hanya 1,1 kali.  

“Peluangnya lebih besar di Pemda. Jadi hati-hati anak muda yang jadi PNS. Jangan mau dijadikan alat korupsi oleh atasannya,” kata Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso.Agus menjelaskan, modus korupsi yang paling banyak dilakukan adalah pada pengadaan barang dan jasa.  

Biasanya korupsi ini dilakukan melalui mark up, alias barang itu dimahalkan harganya.  

“Modus lainnya adalah melalui pemberian perizinan usaha. Dari sini biasanya banyak bermunculan masalah percaloan, umumnya ada permintaan fee,” ungkapnya.  

Yang lainnya, lanjut Agus, modusnya melalui penerimaan daerah, biasanya lewat mark down.  

“Penerimaan yang seharusnya mencapai 100%, namun diselesaikan hanya 60%, lalu yang 10% masuk ke kantong oknum pejabat,” tuturnya.  

Lebih jauh, kata Agus, beberapa modus korupsi yang melalui pencucian uang terindikasi mencapai 67%. Hanya saja dari indikasi itu, 53,74% tindak pidana korupsi itu dilakukan di lingkungan Pemda.  

“Artinya memang korupsi ini cukup tinggi jadi match dengan data tadi, soal peluang korupsi PNS yang mencapai 1,6 kali,” terangnya.  
Tindak pidana korupsi yang begitu tinggi itu, sambungnya, bukan hanya terjadi di Jawa saja.  

“Kalau di Jawa itu sudah mencapai warna merah, tapi di luar Jawa juga begitu, misalnya Kaltim, Riau, Sumut, Maluku dan Sulawesi Selatan,” tambah dia.[suarapembaruan]
Read Post | komentar

KPK: Praktek Korupsi Terus Berevolusi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK), Abraham Samad mengatakan, praktek korupsi di Indonesia terus menerus berevolusi dari mudus yang sederhana berubah dengan cara yang lebih canggih.

"Kasus Bank Century misalnya itu tidak akan dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan rendah melainkan dengan cara yang canggih. Kami menyebutnya "White collar crime" (kejahatan kerah putih)," kata Abraham dalam "The 2nd Indonesia Public Relations Awards and Summit (IPRAS) 2013" yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat di Yogyakarta, Jumat (29/11).

Menurut dia, selain berevolusi, praktik korupsi di Indonesia juga telah mengalami regenerasi. Praktik itu kini terbukti dapat dilakukan oleh koruptor berusia lebih muda dibanding pendahulunya.

"Dulu korupsi dilakukan oleh orang berusia 50 tahun ke atas. Sekarang lebih muda ada yang 35 tahun. Bahkan salah satu pegawai pejabat yang pernah ditangkap KPK masih berusia 29 tahun," katanya.

Menurut dia, dengan praktik korupsi yang terus berevolusi tersebut secara signifikan menyebabkan angka kemiskinan dan hutang luar negeri bertambah.

"Hutang luar negeri kita saat ini telah mencapai Rp1.931 triliun, sementara jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan telah mencapai 29 juta jiwa," katanya.

Sementara itu, Samad mengatakan, untuk menghadapi bahaya laten korupsi yang terus berkembang, KPK juga harus keluar dari metode pemberantasan yang konvensional menuju metode yang lebih progresif.

"Kita harus keluar dari cara-cara yang ortodok dan tradisional agar dapat terus melakukan pemberantasan secara efektif,"katanya.

Adapun cara progresif yang ia maksudkan untuk saat ini di antaranya dengan melakukan pengintegrasian antara metode represif dengan pencegahan.

"Metode itu harus kami lakukan agar peran kita tidak seperti pemadam kebakaran saja," kata dia.
[suarapembaruan]
Read Post | komentar

Fahri Hamzah : Presiden Anis Matta mengajak melihat kembali sejarah kita dalam 3 gelombang dan masa peralihan


Presiden PKS Anis Matta memang merupakan seorang orator ulung, setiap orasi-orasinya diberbagai kesempatan sering membuat orang-orang yg mendengarnya tergugah.
Begitu juga dengan sosok yg satu ini, seorang Fahri Hamzah yg komentar-komentar tajamnya sering kita dengar saat diminta pendapatnya mengenai permasalahan-permasalahan bangsa yg aktual saat ini di tv-tv nasional.
 pksmarpoyan.org berikut mengutip kesan-kesannya dari tweet di akun twitternya (https://twitter.com/Fahrihamzah) perihal Orasi Presiden PKS Anis Matta di depan mahasiswa, dosen dan guru besar Universitas Indonesia pada Seminar Forum Guru Besar Universitas Indonesia, 28 November 2013.

  1. Menarik menyaksikan ceramah presiden @anismatta di depan mahasiswa, dosen dan guru besar UI. Lalu diuji..
  2. Presiden @anismatta berbeda dengan yang lain dalam hal bahwa mungkin hanya dia yang membuat refleksi di tahap awal..
  3. Presiden @anismatta mengajak melihat kembali sejarah kita dalam 3 gelombang dan masa peralihan..
  4. Kecuali kalau kita sejarawan barulah kita berani menawarkan ini di depan para profesor dan audiens yg kritis itu..
  5. Pembacaan yang benar akan membuat kita merumuskan masalah juga benar dan menemukan solusi yang tepat..
  6. Presiden @anismatta menganggap bahwa kita tak bisa mengandalkan perasaan sesaat dalam merumuskan masalah...
  7. Tapi presiden @anismatta mengajak kita membaca perasaan zaman yang telah kita lalui bersama sebagai bangsa.
  8. Inilah menarikanya presentasi presiden @anismatta di depan civitas akademika UI di kampus FKUI salemba..
  9. Selamat menyimak...juga pertanyaan kritis para guru besar perempuan.. 
 Part 1


Part 2


Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all