Anwar Ibrahim: Indonesia Harapan Baru Kebangkitan Dunia Islam

Sabtu, 03 Mei 2014


JAKARTA — Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan, Indonesia telah muncul sebagai harapan baru bagi kebangkitan dunia Islam di masa datang. Ia melihat proses demokratisasi di negeri ini menunjukkan perkembangan yang kian mengagumkan.

“Bila dibandingkan dengan negara-negara mayoritas Islam lainnya, Indonesia jauh lebih aman. Kebebesan untuk mengeluarkan pendapat pun di sini dijamin, termasuk DPR, DPD, dan MPR,” kata Anwar saat menyampaikan ceramah bertajuk ‘Kebangkitan Asia dalam Dinamika Integrasi Global’ di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (2/5).

Tak hanya itu, tokoh oposisi negeri jiran itu juga memuji upaya pemberantasan korupsi yang berlangsung di Tanah Air. “Saya kadang bingung, sampai-sampai ada ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang ditangkap gara-gara korupsi. Tapi ini hanya terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, gambaran tersebut menunjukkan lembaga-lembaga negara di Indonesia memang menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Hal ini, kata Anwar lagi, menjadi kelebihan tersendiri bagi Indonesia dibandingkan negara-negara mayoritas Islam lainnya, termasuk Malaysia.

“Harus diakui, Indonesia telah muncul sebagai harapan bagi dunia Islam di masa datang, seperti halnya Turki. Namun demikian, problem besar yang dihadapi Indonesia saat ini tetap ada. Yaitu, korupsi yang masih merajalela dan kesenjangan sosial,” aku Anwar. [ROL]
Read Post | komentar

Presiden Pilihan Saya | by Asma Nadia

Telah lima kali pemilihan umum sejak pertama menggunakan hak pilih, dan saya masih saja menunggu kehadirannya, Presiden Pilihan Saya. Mencari-cari sosoknya, di antara rasa bingung melihat para calon presiden datang dari satu partai ke partai lain sibuk melobi sana sini, tapi tidak satu pun yang benar-benar melobi rakyat Indonesia.

Padahal tren saat ini, masyarakat tidak selalu memilih presiden sesuai rekomendasi partai. Sangat mungkin seseorang mengusung partai tertentu di pemilu legislatif tapi memilih presiden yang dinominasikan partai lain.

Siapa pun mengerti, memilih presiden berarti menunjuk orang, bukan lembaga kepartaian lagi. Jadi kenapa para calon presiden itu lupa melobi rakyat Indonesia? Mereka bisa menyampaikan visi dan misi yang jelas, lalu bernegosiasi dengan rakyat.

Kalau cuma berjanji membuat Indonesia lebih maju, lebih makmur atau hukum lebih ditegakkan, buat saya itu hanya janji semu karena tidak ada indikatornya. Saya memilih calon presiden yang punya janji dan solusi konkret. Presiden yang menjamin tidak ada lagi lembaga atau institusi, baik di tingkat lokal maupun propinsi, pada level pemerintah maupun non pemerintah, yang melarang muslimah menutup aurat.

Saya memilih Presiden yang berani menjamin bahwa di masa kepemimpinannya tidak ada siswa atau mahasiswa yang menjadi korban bully para senior. Presiden yang memikirkan dengan matang penyelenggaraan UN. Dia yang menjamin tidak akan ada soal UN yang bocor, tidak ada soal UN yang keluar dari apa yang dipelajari siswa, bahkan berani menghapus UN jika “satu-satunya indikator” kelulusan siswa itu dianggap lebih sedikit memberi manfaat ketimbang pengorbanan yang dikeluarkan.

Saya memilih presiden yang berani menjamin nilai rupiah menguat dan tidak membiarkan dolar terus menari-nari di atas kelemahan rupiah kita.

Saya memilih Presiden yang menjamin bahwa TKI Indonesia di luar negeri akan dijamin kehormatan, keselamatan dan hak-hak kemanusiaannya.

Saya memilih presiden yang menjamin penegakan hukum yang tidak tebang pilih.

Saya memilih presiden yang menjamin bahwa setiap ruang publik menghargai ibadah shalat umat Islam dengan menyediakan mushola layak, yang mudah dijangkau dan bersih.

Saya memilih presiden yang menjamin anak-anak Indonesia bebas dari ancaman narkoba, minuman keras, pedofilia dan propaganda rokok.

Saya memilih presiden yang mau mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menyiapkan anak Indonesia berlaga di Piala Dunia di masa depan, mengembalikan kejayaan bulu tangkis dan memajukan dunia olah raga. Saya memilih presiden yang menjamin tidak ada lagi buku-buku, juga film lokal dan karya anak bangsa yang dibajak.

Saya memilih presiden yang berani menghapus tayangan yang mengandung pornografi dan kekerasan serta pembodohan baik di layar kaca atau di layar lebar.

Saya memilih presiden yang siap turun langsung ke daerah bencana untuk memastikan korban mendapat bantuan sebaik dan sesegera mungkin.

Saya memilih presiden yang siap mengucurkan dana untuk pengusaha kecil menengah. Presiden yang menyadari bahwa pondasi kokoh ekonomi bangsa tak cuma berada di tangan pengusaha kelas kakap, tapi juga berada di tangan para pengusaha kecil menengah ini. Saya memilih presiden yang ... yang... yang...

Ah, di manakah dirimu, Presiden Pilihan Saya? Di antara sosok-sosok berpakaian formal, lembar pidato penuh propaganda, serta senyum yang dihadirkan sesimpatik mungkin di media cetak dan layar televisi, saya masih mencarimu. Sosok yang akan menjamin, setidaknya sungguh-sungguh berusaha menjadi jawaban akan berbagai persoalan di tanah air. Jangan katakan penantian ini sia-sia. Saya percaya kau ada. Mohon, muncullah. [ROL]
Read Post | komentar

Salim Segaf : Penyelesaian Masalah Sosial Harus Terintegrasi & Terpola

Samarinda - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengingatkan pentingnya peran keluarga terhadap perkembangan anak. Orang tua harus aktif mengontrol anaknya agar tidak melakukan penyimpangan.

Hal ini disampaikan Mensos saat bersilaturahim dengan pengurus, santri dan santriwati di Ponpes Nabil Husein di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sei Kunjang, Samarinda, Jumat (2/5/2014) malam. Mensos menturkan, keluarga merupakan himpunan masyarakat terkecil, tempat pembelajaran yang paling tepat bagi anak sebelum bersosialisasi dengan lingkungannya.

Menurutnya, banyak kejadian yang menimpa anak seperti kekerasan seksual, fisik maupun perilaku salah karena unsur pendidikan dalam keluarga tidak berjalan baik.

Kecerdasan lanjut Mensos tidak cukup bagi seseorang untuk menghindari tindakan menyimpang. "Pendidikan yang baik harus secara seimbang menempatkan kecerdasan intelektual, spiritual, emosional. Sistem pendidikan nasional harus menerapkannya," ujarnya.

Mensos mengambil contoh kasus kejahatan seksual yang terjadi di Jakarta International School (JIS). Mahalnya biaya sekolah tidak menjamin baiknya sistem pendidikan termasuk moral guru. Kemensos mencatat lebih dari 20 kasus per bulan yang terkait tindak kekerasan anak pada seusianya, 122 kasus anak yang mendapat perlakuan salah dari orang tuanya, 97 kasus anak yang terlibat tawuran. "Ini patut menjadi perhatian kita semua," sebutnya.

Kemensos sudah memfasilitasi sarana yang terkait dengan pelayanan keluarga berupa Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) yang tujuannya membantu menangani dan mencari jalan keluar atas masalah sosial yang terjadi.

Kemensos juga telah melatih 5 ribu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, 15 ribu pekerja sosial, dan Tim Reaksi Cepat yang bertugas melakukan penjangkauan bagi menyelamatkan, melindungi warga warga yang mengalami masalah sosial.

Mensos menegaskan lembaga yang dipimpinnya tersebut sudah punya Rumah Perlindungan Trauma bagi para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri yang mengalami masalah sosial, Rumah Kasih Sayang bagi para penyandang penyakit kronis, Rumah Perlindungan Sosial Anak bagi anak anak yang mengalami perlakuan salah, anak anak jalanan.

Fasilitasi ini bisa diadopsi di daerah sebagai upaya penanganan cepat mengantisipasi dan menyelesaikan masalah sosial yang terjadi.

"Penyelesaian masalah sosial harus dilakukan secara terintegrasi, terpola sehingga hasilnya benar benar dapat menyelesaikan, tutup Mensos. [detikcom]

 
Read Post | komentar

Ledia Hanifah : Sekolah Dan Ortu Agar Cegah Ancaman Kekerasan Seksual Pada Anak


Jakarta - Untuk menghadapi berbagai ancaman kekerasan seksual yang terjadi di sekolah perlu adanya sinergi antara orangtua dan sekolah, ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ledia Hanifah, di Jakarta, Jumat.

"Peran pendidikan anak yang semestinya menjadi satu lingkaran kesinambungan antara rumah dan sekolah, orangtua dan guru kini cenderung terputus," katanya.

"Hubungan orangtua dengan dunia pendidikan anaknya menjadi minimalis. Kalau sekolah sendiri tidak memiliki program yang melibatkan peran orangtua, dan kemudian orangtua pun tidak proaktif, maka banyak momen dalam masa tumbuh kembang anak yang tidak terpantau, ibaratnya hubungan orangtua dan sekolah hanya terbatas saat membayar iuran," kata dia.

Menurut dia, orangtua harus menjadi teladan utama dan pertama bagi anak di rumah. Sementara di lingkungan sekolah, kepala sekolah,staf pengajar dan staf pendukung lainnya harus menjadi ujung tombak dalam hal memberi keteladanan sikap, perilaku serta nilai moral atau akhlak.

Ledia mengemukakan, selain itu kata dia pendidikan yang didapat anak di luar sekolah dalam hal ini lingkungan bermain, lingkungan rumah dan lingkungan masyarakat memiliki pengaruh sangat besar, terutama yang diajarkan lewat tayangan televisi serta internet.

"Apa artinya guru berusah payah mengajarkan kebaikan pada anak bila tayangan televisi secara intens menayangkan betapa"enteng" dan "biasa" bila dalam pergaulan kita mudah melecehkan, menghina, menghasut, dan melakukan kekerasan pada orang lain," papar dia. [ANTARA]
Read Post | komentar

AHER Akan Bangun 20 Ribu Ruang Kelas Baru di Bandung

Jumat, 02 Mei 2014

 Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran untuk pembangunan 20 ribu ruang kelas baru (RKB) sekolah yang dilakukan secara bertahap sampai selesai 2018. "2014 ini baru akan mulai empat ribu, sampai 2018 jadi 20 ribu," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014 di Gedung Sate Bandung, Jumat (2/5).

Ia menuturkan program RKB itu telah dicanangkan sejak tahun 2008 yang setiap tahunnya terus meningkat hingga tahun 2013 sebanyak enam ribu RKB. Ia mengungkapkan berdasarkan persentase tahun 2008 jumlah ruang kelas baru yang sudah diperbaiki sebesar 49 persen, 20014 71 persen, tahun 2018 ditargetkan dapat tercapai 97 persen.

"Oleh karenanya akan mengecek kebutuhan fisik di Jabar, kebutuhan kelas di Jabar," katanya.
Terkait anggaran yang tersedia untuk program RKB itu, Heryawan menegaskan cukup, sudah diperhitungkan anggaran yang dibutuhkan. "Anggaran cukup tidak ada masalah," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu. Selain menyiapkan ruang kelas yang layak untuk kegiatan belajar mengajar, Gubernur juga berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

Sementara itu upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dihadiri oleh Staff dan pejabat birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan siswa-siswi SMP-SMA. [ROL]
Read Post | komentar

Bawaslu Riau Temukan Kasus Kecurangan Baru di Desa Muara Bio, Kampar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengungkap pelanggaran pemilihan legislatif yang terjadi di Kabupaten Kampar. Anggota Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada wartawan, Kamis (1/5) mengatakan pelanggaran pemilu yang mereka ungkap tersebut terjadi di Desa Muara Bio, Kecamatan Kamparkiri Hulu.

‘’Berdasarkan klarifikasi di tempat, PPS dan KPPS Muara Bio mengakui di tempatnya terdapat delapan warga yang mencoblos lebih dari satu kali karena mewakili keluarganya yang tidak bisa datang untuk memilih pada 9 April 2014 lalu,’’ kata Rusidi.

Diterangkan Rusidi bahwa mereka melakukan klarifikasi di tempat setelah mendapat informasi dugaan kecurangan di Muara Bio. ‘’Saya langsung berangkat bersama  Komisioner Panwaslu Kampar Edwar dan Syawir Abdullah,’’ kata Rusidi.

Diterangkan Rusidi bahwa lokasi pelanggaran yang mereka datangi tersebut harus ditempuh berjam-jam dari Bangkinang. ‘’Kami berangkat dari Bangkinang sekitar pukul 10.30 WIB melewati Desa Gema dan sampai pukul 15.00 WIB di Muara Bio. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan sampan bermesin menelusuri Sungai Subayang, itu memakan waktu sekitar satu jam tigapuluh menit,’’ kata Rusidi.

Sampai di lokasi, tim pengawas mengkonfirmasi anggota pengawas pemilu lapangan (PPL), ketua KPPS dan ketua PPS terkait adanya surat persetujuan bersama masyarakat bahwa pemilih yang tidak berada di desa bisa diwakilkan kepada keluarga terdekat. ‘’Surat itu dibuat tanggal 15 April 2014 itu ditandatangani oleh Ketua KPPS Ali Muzir,’’ kata Rusidi.

Dari klarifikasi itu, Bawaslu mengetahui bahwa KPPS dan PPS beserta PPL Desa Muara Bio bermusyawarah pada pukul 07.00 WIB pada 9 April sebelum pemungutan suara dimulai. ‘’Ikut hadir juga dalam musyawarah itu tiga anggota KPPS. Kepala Desa Muara Bio, PPL dan delapan saksi parpol serta ratusan masyarakat setempat,’’ kata Rusidi.

Dalam musyawarah itu, warga bersama KPPS dan PPS sepakat bahwa pemilih yang yang tidak ada di tempat atau di kampung dibolehkan diwakilkan oleh keluarga terdekat melakukan pencoblosan. Dikatakan Rusidi, ketika ditanya oleh Bawaslu soal siapa pencetus ide tersebut, Ali Muzir mengatakan tidak ingat lagi. ‘’Ali Muzir mengatakan bahwa ia tidak menerima uang sepeserpun dari konsekuensi membuat itu kecuali hanya honornya sebagai KPPS,’’ kata Rusidi.

Dari keterangan Ali Muzir itu Rusidi juga mengetahui ada sekitar lima sampai delapan warga yang diwakili oleh keluarganya mencoblos. Bawaslu juga menerima pengakuan dari PPL Muara Bio Gobes. ‘’PPL mengaku tak berdaya untuk mencegah hal itu karena seluruh  masyarakat sudah setuju.

Sementara Ketua Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Muara Bio Hardius juga mengakui bahwa ia ikut menyetujui persetujuan yang dibuat masyarakat secara lisan. Disebutkan juga oleh Rusidi, anggota Panwascam Kamparkiri Hulu Amri Lutfi di tempat yang sama membeberkan adanya surat yang ditandatangani ketua KPPS, itu juga diketahui oleh PPK.

Warga juga mengakui, Rusidi mendapatkan pengakuan dari warga bernama Hendri (26). ‘’Hendri mengakui mewakili adiknya bernama Wati karena Wati sedang berada di Pekanbaru karena kuliah,’’ kata Rusidi.

Warga lainnya, Adamri (36) juga mengakui mencoblos mewakili adik iparnya bernama Ahmad. ‘’Adamri mengatakan iparnya tidak bisa pulang maka diwakilkan,’’ kata Rusidi. Dengan menemukan kondisi demikian anggota Bawaslu Riau Rusidi Rusdan didampingi Edwar mengatakan mereka akan mengkaji kondisi tersebut. ‘’Bawaslu dan Panwaslu Kampar akan mengkaji apakah kondisi tersebut bisa direkomendasikan untuk pemungutan suara ulang (PSU) di Muara Bio,’’ kata Rusidi. [riaupos]
Read Post | komentar

Anis Matta: Pendidikan Salah Satu Pilar Kemerdekaan Indonesia



Tweet @anismatta

Jum'at, (01/05/14)


1. Hari ini #2Mei adlh Hari Pendidikan Nasional.. Bnyk yg lupa, pendidikan adlh salah satu pilar kemerdekaan Indonesia..

2. Nasionalisme Indonesia dibntk olh prsamaan nasib sbg bngsa terjajah.. Nasionalisme jg hsl prsentuhan pendiri bngsa dgn kemodernan.. #2Mei

3. Para pelajar yg mendpt previlese dr pemerintah kolonial wkt itu sebenarnya bisa saja "duduk manis".. #2Mei

4. Mrk tingal siap2 menjd pejabat atau "pangreh praja" dlm struktur birokrasi pemerintahan kolonial.. #2Mei

5. Tp mrk malah melakukan "bunuh diri kelas".. Pendidikan yg mrk terima malah memercikan pencerahan.. #2Mei

6. Mrk memilih meninggalkan kenikmatan jaminan masa depan & memperjuangkan gagasan kemerdekaan yg sebenarnya belum jelas.. #2Mei

7. Krn itu, pendidikan adlh bagian tak terpisahkan dr nasionalisme Indonesia.. Tdk ada Indonesia jk tdk ada pencerahan dr pendidikan.. #2Mei

8. Kini, kita bertanggung jawab memajukan pendidikan sbg bagian tanggung jawab kebangsaan kita.. #2Mei

9. Kita perlu memikirkan model baru pendidikan nasional sbg sarana pencerahan bangsa.. #2Mei

10. Dlm bbrp kesempatan saya menekankan pentingnya orientasi yg jelas dlm 2 tahap pendidikan: dasar-menengah dan tinggi.. #2Mei

11. Pendidikan dasar harus berorientasi membangun karakter dan menanamkan tradisi belajar.. #2Mei

12. Ini berkaitan dgn pendidikan dasar sbg bagian dr pemenuhan hak dasar suatu bangsa.. #2Mei

13. Krn itu, model pendidikan dasar-menengah harus menyenangkan murid.. Yg penting belajar logika (lwt matematika), bahasa dan sains.. #2Mei

14. Ajaran moral, selain lwt keteledanan, juga lewat sastra & kesenian.. Murid diajak berani menyatakan pndapat.. #2Mei

15. Dgn memori ttg belajar yg menyenangkan, akan tertanam tradisi belajar hingga dewasa.. Apa pun profesinya kelak.. #2Mei

16. Pendidikan tinggi bertumpu pd 2 pilar: membangun daya saing dan pengalaman ilmu murni.. #2Mei

17. Jadi, ketika orang masuk perguruan tinggi, tidak ada lagi pertanyaan "mau jadi apa?" atau "mau kerja apa?" #2Mei

18. Belajar filsafat sama pentingnya dgn belajar IT.. Begitu juga syariah atau akuntansi.. #2Mei

19. Dgn pendalaman ilmu murni dan penguatan excellence, kemajuan bangsa dpt diraih.. #2Mei

20. Amati.. Skrg bnyk org Korea belajar antropologi dan sosiologi di universitas2 Indonesia.. Dulu orang Amerika.. Utk apa?? #2Mei

21. Mereka belajar itu utk membangun daya saing bangsa mereka dlm kompetisi global.. #2Mei

22. Wajah Indonesia ke dpn adlh: bangsa yg suka belajar, berpikir runtut dan logis, mampu mengutarakan pndapat dgn baik.. #2Mei

23. Selain itu, didukung oleh pengembangan ilmu murni dan daya saing dlm kompetisi global..

24. Itulah hasil pendidikan dgn penekanan pada dua pilar tadi.. Semoga Indonesia menjd bangsa yg maju, adil dan sejahtera.. #2Mei

25. Kobarkan semangat Indonesia!! #2Mei



 https://twitter.com/anismatta
 via pkssumut
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all