Gerakan Tamarrod (Pemberontak) Mesir Serukan Penggulingan Jendral Abdel Fattah Sisi

Rabu, 27 November 2013

Pendiri gerakan Tamarrod (pemberontak) pada masa pemerintahan presiden Muhammad Mursi, Hassan Syahin, untuk pertama kalinya menyerukan pemberontakan terhadap rezim militer Abdel Fattah Sisi dan menyerukan rakyat Mesir untuk kembali turun ke jalan. 

Dalam kicauan di akun Twitter resmi miliknya, Hassan menyatakan “saya akan tetap bertahan menyerukan pemberontakan sampai seluruh tahanan politik dikeluarkan, kami rakyat tidak menginginkan kembalinya rezim otoriter di Mesir, ‘Ganyang Sisi’. Kembalilah ke jalan sampai kita dapat menurunkan rezim otoriter, cukup masa lalu menjadi pelajaran.”

Hassan juga menambahkan “bagaimana pemerintah yang dibangun dengan demonstrasi rakyat meletakan hukum untuk menghentikan demonstrasi tersebut.”[eramuslim]
Read Post | komentar

PILGUB RIAU : Pasangan Calon yg didukung PKS Riau Unggul Sementara

Annas Maamun (kemeja biru) bersama Pengurus DPW PKS Riau
PKSMARPOYAN.ORG, Pekanbaru — Inilah Hasil Pilkada Riau putaran kedua sementara berdasarkan hasil Quick Count hasil kerjasama lembaga independen Indobarometer dengan televisi swasta MetroTV.
Tepat hari ini, Rabu 27 November 2013, Pilkada Riau putaran kedua digelar serentak di seluruh Riau.

Walau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau tidak mengadakan hitung cepat atau Quick Count untuk konsumsi publik. Hanya saja KPU Riau mengadakan hitung cepat untuk konsumsi internal saja.
Hasil Quict Count versi lembaga independen Indobarometer bekerjasama dengan Metro TV akan diumumkan pada sore ini juga.

Masing-masing pasangan calon Gubernur Riau, Herman Abdullah dan Annas Maamun telah memberikan hak suaranya di tempat yang berbeda.

Herman Abdullah memberika hak suaranya di salahsatu TPS di Kota Pekanbaru, sementara Annas Maamun memberikan hak suaranua di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Pada Pilkada Riau putaran kedua ini, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 4.000.459 orang. Masih tetap sama dengan DPT Pilkada Riau putaran pertama.

Pasangan No. Urut 2 Annas Maamun - Arsyad Juliandi Rachman yg pada putaran ke - 2 ini di dukung PKS Riau sementara unggul dari pasangan no. urut 1.


Hasil Quick Count Pilkada Riau Putaran Kedua 2013

Berdasarkan hasil Quick Count lembaga independen Indobarometer bekerjasama dengan Metro TV, berikut hasil sementaranya:

  • Pasangan Herman Abdullah – Agus Widayat (40.69%)
  • Pasangan Annas maamun – Arsyadjuliandi Rahman (59.31%)
Sampel TPS: 300
Total Suara: 90.67%

[pekanbaru.co]
Read Post | komentar

Ulama Berpolitik? Siapa Bilang Tidak Boleh

Assalamu ‘Alaikum. Wr.Wb. Pak ust, saya pernah baca bahwa dalam Siyasah Syar’iyah (politik yang berlandaskan syariat), bahwa yang layak terjun ke dalam dunia politik dan menjadi umara (para pemimpin) adalah para ulama, bukan orang yang awam tehadap agama? (dari 081345228xxx)

Jawab:

Wa ‘Alaikum Salam Wr Wb. Bismillahirrahmanirahim.

Ya, seharusnya demikian. Dalam urusan politik dan manajemen kenegaraan harusnya diserahkan kepada ahli ilmu (ulama) sebagaimana pada awal-awal Islam. Dahulu, para Khalufa’ur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali), selain seorang pemimpin mereka juga adalah ulama di kalangan sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Umar bin Abdul Aziz, seorang mujtahid, dan pembaharu abad pertama dalam Islam. Dia juga seorang khalifah. Namun, zaman telah berubah, ketika semangat keberagamaan melemah, otomatis politik yang diterapkan saat ini bukanlah siyasah syar’iyah (politik yang sesuai syariat). Melainkan politik kepentingan, politik Machiavelli yang tubarritul washilah (menghalalkan segala cara) untuk melanggengkan kekuasaan.

Para politisi zaman ini umumnya bukanlah orang yang faham agama, baik pokok dan cabangnya. Mereka umumnya adalah para Ar Ruwaibidhah yang diisyaratkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi waSallam bersabda: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sementara orang jujur malah didustakan, saat itu para pengkhianat diberi amanah, sedangkan orang yang menjaga amanah justru dikhianati , dan saat itu para Ar Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ar Ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab: “Seseorang yang bodoh tapi sok mengurus urusan orang banyak.” [1]

Justru anehnya, ketika ulama ingin terjun dalam dunia politik, -selain memang politik adalah salah satu sisi yang diatur oleh Islam-, mereka ingin mencoba menerapkan moralitas politik berbasiskan syariat. Namun, justru mereka dicela, dituduh menjual agama, meninggalkan ‘kandang’ (maksudnya harusnya mereka mengurus permasalahan pesantren saja). Padahal dibalik celaan itu, orang-orang itu takut kalau-kalau kezaliman mereka dibongkar oleh para ulama. Namun demikian, politik saat ini merupakan ranah yang amat berbahaya buat orang shalih dan alim. Mereka bisa berubah lantaran godaan dunia yang sangat terbuka ketika masuk ke gelanggang politik. Ini juga barangkali kekhawatiran sebagian orang jika ulama masuk ke dunia yang penuh getah seperti politik.

Dalam institusi Daulah Islamiyah yang establish, ada yang dinamakan Ahlul Halli wal Aqdi (semacam parlemen). Orang-orang yang layak mendudukinya adalah harus alim, ahli ijtihad, taqwa, dan berwibawa. Demikianlah karakter ahlusy syura yang dipilih oleh Khalifah Umar pada akhir masa jabantannya. Artinya, keulamaan seseorang sangat menentukan layak tidaknya dia dimasukkan ke dalamnya.

Apa Kata Al Quran?

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْك

“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan ulil Amri di antara kalian..” (QS. An Nisa (4): 59)

Siapakah Ulil Amri yang dimaksud oleh ayat ini? Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

وقال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس: { وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ } يعني: أهل الفقه والدين. وكذا قال مجاهد، وعطاء، والحسن البصري، وأبو العالية: { وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ } يعني: العلماء.

“Berkata Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu ‘Abbas: “Dan Ulil Amri di antara kalian” artinya ahli fiqih dan agama. Begitu pula menurut Mujahid, Atha’, Hasan Al Bashri, dan Abu al ‘Aliyah: “Dan Ulil Amri di antara kalian” artinya ulama.”[2]

Sedangkan Imam Ibnu Katsir sendiri mengartikan ulil amri adalah umara (para pemimpin) dan ulama. Berdasarkan hadits Bukhari dan Muslim berikut:

من أطاعني فقد أطاع الله، ومن عصاني فقد عصا الله، ومن أطاع أميري فقد أطاعني، ومن عصا أميري فقد عصانى

“Barangsiapa yang taat kepadaku, maka dia telah taat kepada Allah, barangsiapa yang membangkang kepadaku maka dia telah membangkang kepada Allah, barangsiapa yang mentaati amir (pemimpin)ku, maka dia taat kepadaku, dan barangsiapa yang membangkang kepada pemimpinku maka dia telah membangkang kepadaku.”

Demikianlah makna ulil amri. Para ulama salaf mengartikan ulama, ahli agama, dan ahi fiqih. Merekalah yang dahulu memainkan peran dalam sistem perpolitikan Islam pada masa’masa awal.

Apa kata hadits?

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاء

“Adalah Bani Israel bahwa mereka disiyasahkan (diatur, dipimpin, diperintah) oleh para nabi.” [3]
Jadi politik (siyasah) adalah warisan kenabian, karena dahulu para nabi telah mensiyasahkan Bani Israil. Bukan orang awam yang mengatur dan memerintahkan mereka, tetapi para nabi ‘Alaihim As Shalatu was Salam. Maka, para ulama sebagai warasatul anbiya, sebenarnya lebih layak berpolitik. Tetapi, kondisi saat ini adalah kondisi penuh fitnah, sekulerisme yang lebih kuat, kondisi di mana umat Islam tidak lagi percaya dengan ulama, suka meledek ulama (termasuk para ABG di multipy). Mereka baru bertanya kepada ulama ketika ada urusan wanita haid, nifas, dan penentuan awal ramadhan dan akhirnya. Tetapi urusan kenegaraan, urusan politik, urusan hukum, urusan hudud, urusan hubungan antara negara, dan urusan besar lainnya. Ulama ? No Way!! .

Dalam Islam, ahli agama bukanlah rohaniawan yang hanya mengurus rohani, itulah ruhbaniyah, itulah nasrani. Dalam Islam, sebagai agama yang syumul (lengkap), ahli agama adalah mengatur banyak hal aspek kehidupan umatnya, oleh karena itu dia disebut 'ulama.' Bukan rohaniawan. [kasurau]

Demikian pandangan siyasah syar’iyah dalam Islam. Wallahu A’lam

Oleh : Ustadz Farid Numan Hasan

---***
[1] HR. Ibnu Majah, Kitab Al Fitan Bab Syiddatiz Zaman, Juz. 12, Hal. 44, No hadits. 4026, dan lafal hadits ini adalah berdasarkan riwayat Ibnu Majah. Ahmad, Juz. 16, Hal. 112, No hadits. 7571. Ath Thabarani, Mu’jam Al Kabir, Juz. 12, Hal. 437, No hadits. 14550. Musnad Abu Ya’la, Juz. 8 Hal. 241, No hadits. 3615. Al Hakim, Mustadrak ‘Alas Shahihain, Juz. 19, Hal. 331, No hadits. 8571. Katanya: Shahih sanadnya, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Menurut Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani hadits ini hasan. LihatAs Silsilah Ash Shahihah, Juz. 4, Hal. 386, No hadits. 1887.
[2] Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, Juz. 2, Hal. 345.
[3] HR. Bukhari, Kitab Ahadits Al Anbiya Bab Ma Dzikira ‘An Bani Israil, Juz. 11, Hal. 271, No hadits. 3196.
Read Post | komentar

M. Taufik, S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Riau 2 No. Urut 2


Inilah Daftar Riwayat Hidup, M. Taufik, S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Riau 2 No. Urut 2 dari PKS )3(.


Read Post | komentar

Ali Husin Nasution, SH, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 No. Urut 5


caleg dpr ri riau dapil 1, caleg pks dpr ri riau dapil 1
Inilah Daftar Riwayat Hidup, Ali Husin Nasution, SH, Caleg DPR RI Dapil Riau 1 (Pekanbaru) No. Urut 5 dari PKS )3( .


Read Post | komentar

Anis Matta: Pemira adalah Suara Kader, Bukan Elite

Saat partai-partai gencar melakukan konvensi untuk menjaring calon presiden yang akan diusung pada Pilpres mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempunya mekanisme tersendiri untuk menentukan calon presiden yang akan diusung, yakni lewat mekanisme Pemilihan Raya (Pemira).
Presiden PKS Anis Matta menjelaskan perbedaan antara pemilihan raya (pemira) yang diterapkan partainya dan konvensi dalam menjaring calon presiden.

“Jelas bedanya. Kalau dalam konvensi yang berkompetisi adalah elite, sementara kita di PKS (pemira) justru kebalikannya,” katanya di Semarang, Senin (25/11).
Anis menjelaskan sistem dalam pemira memberikan kesempatan kepada kader yang memiliki dinamikanya sendiri untuk menentukan siapa kira-kira figur pimpinan partai politik yang layak ditetapkan sebagai capres.

Sekarang ini, diakui Anis, memang ada tuntutan yang sangat kuat dari kalangan akar rumput PKS, khususnya para kader agar PKS segera menetapkan capres sebelum pemilihan umum legislatif.
“Sebelumnya, kita memang punya keputusan di majelis syuro yang lama bahwa capres baru ditetapkan setelah pemilu legislatif. Tapi, tuntutan mereka (kader) ditetapkan sebelum pemilu legislatif,” ujar Anis.

Karena itu, ia mengatakan segera mengakomodasi tuntutan dari para kader PKS di akar rumput untuk menentukan capres, tetapi bukan dalam bentuk konvensi sebagaimana parpol lain, melainkan dalam bentuk pemira.

“Kalau dalam pemira, dari para kandidatnya sendiri tidak ada kampanye di dalam. Jadi, jelas ya bedanya. Kalau ini (pemira) grassroot, kalau ini (konvensi) pertarungan elite,” kata Anis.
Yang akan dilibatkan dalam pemira adalah semua kader PKS di seluruh daerah, termasuk mereka yang bukan menduduki jabatan sebagai pengurus, tetapi sudah tercatat sebagai kader partai.

Ditanya mekanisme penyaluran aspirasi kader dalam pemira, ia menjelaskan seluruhnya sudah diatur dalam sistem, termasuk Lembaga Pelaksana dan Penokohan Kader (LPPK) PKS sebagai lembaga internal independen.

“Yang terpenting bagi saya sebagai Presiden PKS, ini adalah salah satu sistem demokrasi internal yang kita terapkan dalam pemira, berbeda dengan sistem yang ada dalam partai-partai lain,” lugas Anis.

Siapa pun yang nantinya diputuskan dan didukung oleh kader PKS melalui pemira sebagai capres pada Pemilu 2014, kata Anis, akan didukung penuh oleh mesin partai.[antara]
Read Post | komentar

[Video] Bangsa Ini Membutuhkan Kebaikan Anda, Meski Kecil Itu Cukup Berarti

Selasa, 26 November 2013

" Sedikit Kebaikan lebih memberi arti, daripada banyak kesempatan untuk berbuat tapi kikir memanfaatkan kesempatan itu. "


Sebagai generasi masa depan, selayaknyalah kita berkontribusi untuk bangsa ini, berikanlah sedikit tenaga, pikiran dan sumber daya apapun yg kita miliki untuk tanah air ini. Cita-cita mulia tidak akan terwujud hanya dengan berpangku tangan dan tidak berbuat, apalagi memaki, menghina orang-orang yg sudah berbuat, mari bekerjasama, semoga cucuran keringat kita dinilai sebagai amal yg besar oleh Allah SWT. Dengan cinta, kerja dan harmoni lebih dekat dan melayani, mari kita jayakan Indonesia. PKS Cinta Indonesia. Salam 3 Besar ) 3 (. (def)

Semoga video ini menginspirasi kita :) :

Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all