Tampilkan postingan dengan label Putihkan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Putihkan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sebelum Tentukan Cawapres, Prabowo Layak Pertimbangkan Aher

Kamis, 15 Mei 2014

Calon Presiden dari Partai Gerindra membantah bila deklarasi koalisi Gerindra-PAN sekaligus mengusung Prabowo-Hatta Rajasa sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Sebab, pihaknya masih ingin mendapat koalisi lebih kuat. Walau demikian, dirinya tak menampik bila akan deklarasi seluruh koalisi pada pekan depan.

"Ini belum deklarasi. Karena masih ada proses. Kita masih merajut koalisi lebih kuat. Seperti PPP undang saya hari Jumat untuk menyerahkan hasil Rapimnas-nya. Dengan partai lain juga kita komunikasi," ujar Prabowo di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/5).

"Deklarasi (koalisi seluruh partai) minggu depan. Koalisi akan lebih kuat,"imbuhnya.

Sementara itu survei yang dilakukan SMRC (Syaiful Mujani Research Center) terhadap siapa pasangan calon wakil presiden yang tepat mendampingi Prabowo Subianto adalah sebagai berikut:

- Prabowo-Hatta 28,5 persen jika melawan Jokowi-JK

- Prabowo-Hatta 30,7 persen jika melawan Jokowi-Ryamizard Ryacudu

- Prabowo-Aher 32,8 persen jika melawan Jokowi-Mahfud MD

- Prabowo-Aher 32,4 persen jika melawan Jokowi-JK

- Prabowo-Aher 35,2 persen jika melawan Jokowi-Ryamizard Ryacudu

Dari hasil survei tersebut tampaknya Prabowo harus mempertimbangkan untuk mengusung cawapres dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Ahmad Heryawan (Aher) yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dengan berbagai penilaian.

Aher didukung oleh rakyat dari provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Disamping itu Aher juga telah berpengalaman memimpin Jabar selama dua periode dengan ratusan prestasi yang pernah diraihnya. Belum lagi dukungan dari mesin politik PKS.

Sebelumnya Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq juga telah mengingatkan Prabowo agar memutuskan siapa cawapresnya secara tepat dan cermat.

"Meski parpol koalisi menyatakan keputusan cawapres di tangan Prabowo sebagai capres, namun keputusan itu harus dilakukan dengan tepat dan cermat. Pasalnya jika salah dalam memilih cawapres, Prabowo bisa terancam kalah, bahkan pahitnya bisa kehilangan tiket capres," ujar Mahfudz Siddik, Selasa (13/5).

PKS mengapresiasi Prabowo yang pernah menyatakan bahwa soal cawapres akan dibicarakan bersama seluruh parpol koalisi. Dengan cara itu maka koalisi pendukung Prabowo bisa ikut menimbang dari berbagai aspek dan secara objektif menyeleksi sosok cawapres.

"Jika cara itu tidak ditempuh dan Prabowo ajukan capres yang taken for granted (suka nggak suka harus diterima), saya khawatir koalisi ini akan menabur masalah di awal," ungkap Mahfudz. [mdk/dtk/dm/pksnongsa.org]

Read Post | komentar

Ibu - Ibu Arisan : "Maaf Mas, Kita Semua Sudah Dapat Tugas Dari PKS"

Selasa, 08 April 2014

Beberapa anak – anak  SMA yang sudah masuk dalam kategori pemilih pemula di daerah Cikoko ditawari oleh partai lain untuk menjadi saksi. Namun serempak, Ibu – Ibu mereka mengatakan, “Maaf mas, kita semua sudah dapat tugas dari PKS.”

Terharu mendengar curhatan ibu – ibu arisan Cikoko tersebut, yang memang selama ini selalu sering ketemu dengan kader – kader PKS dalam berbagai acara. Mereka memang simpatisan setia pemilih PKS, sejak pemilu 2004 sampai sekarang. 

Alhamdulillah mereka tidak terpengaruh dengan pemberitaan media dan yang lainnya. Tanpa bayaran saat kampanye perdana di GBK Senayan mereka berduyun duyun ikut pergi ke sana. Kader – kader PKS sangat akrab dengan mereka dalam berbagai acara, dari acara arisan, pengajian sampai wisata kuliner.

Anak – anak mereka pun mengikuti pengajian bersama para kader PKS Cikoko, bukan hanya pengajian mereka pun tidak jarang mengikuti bimbingan belajar dari para kader PKS untuk membahas beberapa PR yang mereka punya.
 
Mereka juga tidak sungkan – sungkan untuk melaporkan kejadian di wilayahnya masing – masing termasuk ketika ada kegiatan money politic dari para caleg parpol di wilayahnya. Mereka ikut mengamankan wilayahnya dari praktik – praktik politik kotor yang akan menciderai demokrasi.


sumber: http://pks-jakarta.or.id/pemilih-pemula-ditawari-saksi-ibunya-sudah-dapat-tugas-dari-pks/
Read Post | komentar

PKS 'Putihkan' Solo, Turut Dihadiri Artis Ibu Kota

Senin, 07 April 2014

SURAKARTA – Kampanye akbar penutup Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Manahan Solo, Sabtu (5/4/2014) benar – benar telah menyedot perhatian banyak pihak. Selain tema budaya yang diusung dan puluhan ribu massa yang memadati GOR, perhatian juga layak tertuju kepada para artis ibukota yang ternyata adalah pendukung setia partai pimpinan Anis Matta ini.

Tercatat, beberapa artis ibukota seperti Dwi Andhika, Median, Mudji Massaid, Romi, Ana dan Naomi yang notabene artis muda nasional turut menyemarakkan jalannya kampanye akhir yang digelar PKS ini. “Tiga kata yang sangat saya sukai dari PKS, yakni cinta, kerja dan harmoni,” tandas Mudji Massaid yang tak lain adalah adik kandung dari (alm) Adjie Massaid, politisi partai Demokrat.

Artis ibukota turut hadir dalam kampanye PKS
Senada dengan Mudji, artis muda lainnya, Dwi Andhika juga menyatakan kekagumannya kepada PKS. Artis beken yang baru saja menjadi mualaf ini menyatakan bahwa PKS adalah partai yang prestatif, karena banyak anak – anak muda kader PKS yang memiliki prestasi bagus.

Sementara itu, artis cantik dan muda Indonesia, Fani Lupita juga menyatakan kekagumannya kepada partai berlambang padi dan dua bulan sabit kembar tersebut. “Saya pilih PKS karena PKS gue banget, anak muda banget, apalagi presidennya juga muda,” jelasnya.

Massa Meluber Hingga Keluar
Dalam kesempatan kampanye akbar tersebut, tercatat ribuan kader dan simpatisan PKS sesak penuhi GOR Manahan. GOR berkapasitas 3.000 orang itu tidak mampu menampung animo kader dan simpatisan PKS yang berkesempatan hadir pada kampanye nasional itu.

Dikarenakan tempat utama kampanye penuh, terpaksa ratusan orang kader dan simpatisan PKS mengikuti kampanye dari luar GOR Manahan.

Seperti diketahui, dalam kampanye akbar yang menghadirkan Anis Matta, Taufiq Ridho, Abdul FIkri dan para caleg PKS itu diwarnai dengan nuansa kebudayaan, sesuai dengan karakter Solo yang identik dengan budaya Jawa.*


Read Post | komentar

Memutih, Aher Kampanye di Cilegon Dibuka Dengan Musik Rap

Sabtu, 05 April 2014

Cilegon - Kampanye rapat umum untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tingkat nasional yang bertempat di lapangan Sumampir, Kota Cilegon, Sabtu (5/4/2014) dibuka dengan nyanyian rap dari duo rapper Ebith Beat A dan senam pagi.

"Biar semangat kita ngerap dulu abis itu kita senam pagi bersama," seru pembawa acara dari atas panggung.

Ebith Beat A membuka nyanyian rap berjudul Allah gitu loh! Lirik lagu rap ini seakan menyentil para caleg yang siap berorasi sebagai jurkam di atas panggung.

Reff lirik lagu tersebut berbunyi: "Allah tak melihat harta kita, Allah tak melihat jabatan kita, Allah hanya lihat ibadah kita, sholat yang utama..."
Aher simulasikan coblos PKS dan duo rapper Ebiet Beat A sedang perform
Setelah duo rapper tersebut turun panggung, massa peserta kampanye yang mulai memadati lapangan berkapasitas 10.000 orang dihangatkan kembali dengan senam pagi yang dipimpin grup aerobik Flash Mob dari Bandung.

Kampanye rapat umum tingkat nasional kali ini juga menghadirkan salah satu kandidat capres PKS yang juga Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Kang Aher.

Saat ini massa peserta kampanye masih dihibur oleh pertunjukkan seni tradisional khas Banten, pencak silat dari perguruan Bandrong Silat yang menunjukkan teknik kuncian dan bantingan yang jadi andalannya.*


Read Post | komentar

Anis Matta Ziarahi Soeharto, Bupati Karanganyar: Saiki Jamane PKS!

Jakarta - Presiden PKS Anis Matta berencana melakukan ziarah ke makam Soeharto, malam hari ini. Sebelum ziarah, Anis mengunjungi Rumah Dinas Bupati Karanganyar Juliatmono yang merupakan kader Partai Golkar.

Suasana cair diselingi candaan mendominasi sambutan Juliatmono terhadap Anis Matta di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (4/4/2014). Saking santainya, Juliatmono mencandai Anis.

"Harusnya sehabis dari sini, bikin spanduk: Saiki Jamane PKS (sekarang zamannya PKS)!" kelakar Juliatmono yang disambut tawa Anis Matta beserta rombongannya.

Candaan ini mengingatkan pada slogan yang lebih populer, 'Piye kabare, enak jamanku to (Bagaimana kabarnya, enak zaman saya kan)?'. Slogan itu kerap muncul akhir-akhir ini bersamaan dengan fenomena bangkitnya romantisme masa Presiden Soeharto.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Sekjen PKS Taufik Ridho dan Wakil Bupati Karanganyar yang notabene dari PKS Rohadi Widodo. Menurut Juliatmono, ziarah ke makam Soeharto perlu bagi Anis sebagai persiapan berlaga di Pilpres 2014.

"Saya kira beliau akan sangat belajar tentang filosofi budaya Jawa karena mayoritas bangsa kita ini sudah banyak masyarakat Jawa. Filosofi Jawa ini yang agaknya cocok digunakan sebagai kultur kepemimpinan di Indonesia," tutur Juliatmono.

Usai bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar selama sekitar satu jam, kemudian Anis dan rombongan bertolak ke Makam Soeharto di Astana Giri Bangun pukul 21.30 WIB. *


Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all