Tampilkan postingan dengan label Putihkan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Putihkan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sebelum Tentukan Cawapres, Prabowo Layak Pertimbangkan Aher

Kamis, 15 Mei 2014

Calon Presiden dari Partai Gerindra membantah bila deklarasi koalisi Gerindra-PAN sekaligus mengusung Prabowo-Hatta Rajasa sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Sebab, pihaknya masih ingin mendapat koalisi lebih kuat. Walau demikian, dirinya tak menampik bila akan deklarasi seluruh koalisi pada pekan depan.

"Ini belum deklarasi. Karena masih ada proses. Kita masih merajut koalisi lebih kuat. Seperti PPP undang saya hari Jumat untuk menyerahkan hasil Rapimnas-nya. Dengan partai lain juga kita komunikasi," ujar Prabowo di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (14/5).

"Deklarasi (koalisi seluruh partai) minggu depan. Koalisi akan lebih kuat,"imbuhnya.

Sementara itu survei yang dilakukan SMRC (Syaiful Mujani Research Center) terhadap siapa pasangan calon wakil presiden yang tepat mendampingi Prabowo Subianto adalah sebagai berikut:

- Prabowo-Hatta 28,5 persen jika melawan Jokowi-JK

- Prabowo-Hatta 30,7 persen jika melawan Jokowi-Ryamizard Ryacudu

- Prabowo-Aher 32,8 persen jika melawan Jokowi-Mahfud MD

- Prabowo-Aher 32,4 persen jika melawan Jokowi-JK

- Prabowo-Aher 35,2 persen jika melawan Jokowi-Ryamizard Ryacudu

Dari hasil survei tersebut tampaknya Prabowo harus mempertimbangkan untuk mengusung cawapres dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Ahmad Heryawan (Aher) yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dengan berbagai penilaian.

Aher didukung oleh rakyat dari provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Disamping itu Aher juga telah berpengalaman memimpin Jabar selama dua periode dengan ratusan prestasi yang pernah diraihnya. Belum lagi dukungan dari mesin politik PKS.

Sebelumnya Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq juga telah mengingatkan Prabowo agar memutuskan siapa cawapresnya secara tepat dan cermat.

"Meski parpol koalisi menyatakan keputusan cawapres di tangan Prabowo sebagai capres, namun keputusan itu harus dilakukan dengan tepat dan cermat. Pasalnya jika salah dalam memilih cawapres, Prabowo bisa terancam kalah, bahkan pahitnya bisa kehilangan tiket capres," ujar Mahfudz Siddik, Selasa (13/5).

PKS mengapresiasi Prabowo yang pernah menyatakan bahwa soal cawapres akan dibicarakan bersama seluruh parpol koalisi. Dengan cara itu maka koalisi pendukung Prabowo bisa ikut menimbang dari berbagai aspek dan secara objektif menyeleksi sosok cawapres.

"Jika cara itu tidak ditempuh dan Prabowo ajukan capres yang taken for granted (suka nggak suka harus diterima), saya khawatir koalisi ini akan menabur masalah di awal," ungkap Mahfudz. [mdk/dtk/dm/pksnongsa.org]

Read Post | komentar

Ibu - Ibu Arisan : "Maaf Mas, Kita Semua Sudah Dapat Tugas Dari PKS"

Selasa, 08 April 2014

Beberapa anak – anak  SMA yang sudah masuk dalam kategori pemilih pemula di daerah Cikoko ditawari oleh partai lain untuk menjadi saksi. Namun serempak, Ibu – Ibu mereka mengatakan, “Maaf mas, kita semua sudah dapat tugas dari PKS.”

Terharu mendengar curhatan ibu – ibu arisan Cikoko tersebut, yang memang selama ini selalu sering ketemu dengan kader – kader PKS dalam berbagai acara. Mereka memang simpatisan setia pemilih PKS, sejak pemilu 2004 sampai sekarang. 

Alhamdulillah mereka tidak terpengaruh dengan pemberitaan media dan yang lainnya. Tanpa bayaran saat kampanye perdana di GBK Senayan mereka berduyun duyun ikut pergi ke sana. Kader – kader PKS sangat akrab dengan mereka dalam berbagai acara, dari acara arisan, pengajian sampai wisata kuliner.

Anak – anak mereka pun mengikuti pengajian bersama para kader PKS Cikoko, bukan hanya pengajian mereka pun tidak jarang mengikuti bimbingan belajar dari para kader PKS untuk membahas beberapa PR yang mereka punya.
 
Mereka juga tidak sungkan – sungkan untuk melaporkan kejadian di wilayahnya masing – masing termasuk ketika ada kegiatan money politic dari para caleg parpol di wilayahnya. Mereka ikut mengamankan wilayahnya dari praktik – praktik politik kotor yang akan menciderai demokrasi.


sumber: http://pks-jakarta.or.id/pemilih-pemula-ditawari-saksi-ibunya-sudah-dapat-tugas-dari-pks/
Read Post | komentar

PKS 'Putihkan' Solo, Turut Dihadiri Artis Ibu Kota

Senin, 07 April 2014

SURAKARTA – Kampanye akbar penutup Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Manahan Solo, Sabtu (5/4/2014) benar – benar telah menyedot perhatian banyak pihak. Selain tema budaya yang diusung dan puluhan ribu massa yang memadati GOR, perhatian juga layak tertuju kepada para artis ibukota yang ternyata adalah pendukung setia partai pimpinan Anis Matta ini.

Tercatat, beberapa artis ibukota seperti Dwi Andhika, Median, Mudji Massaid, Romi, Ana dan Naomi yang notabene artis muda nasional turut menyemarakkan jalannya kampanye akhir yang digelar PKS ini. “Tiga kata yang sangat saya sukai dari PKS, yakni cinta, kerja dan harmoni,” tandas Mudji Massaid yang tak lain adalah adik kandung dari (alm) Adjie Massaid, politisi partai Demokrat.

Artis ibukota turut hadir dalam kampanye PKS
Senada dengan Mudji, artis muda lainnya, Dwi Andhika juga menyatakan kekagumannya kepada PKS. Artis beken yang baru saja menjadi mualaf ini menyatakan bahwa PKS adalah partai yang prestatif, karena banyak anak – anak muda kader PKS yang memiliki prestasi bagus.

Sementara itu, artis cantik dan muda Indonesia, Fani Lupita juga menyatakan kekagumannya kepada partai berlambang padi dan dua bulan sabit kembar tersebut. “Saya pilih PKS karena PKS gue banget, anak muda banget, apalagi presidennya juga muda,” jelasnya.

Massa Meluber Hingga Keluar
Dalam kesempatan kampanye akbar tersebut, tercatat ribuan kader dan simpatisan PKS sesak penuhi GOR Manahan. GOR berkapasitas 3.000 orang itu tidak mampu menampung animo kader dan simpatisan PKS yang berkesempatan hadir pada kampanye nasional itu.

Dikarenakan tempat utama kampanye penuh, terpaksa ratusan orang kader dan simpatisan PKS mengikuti kampanye dari luar GOR Manahan.

Seperti diketahui, dalam kampanye akbar yang menghadirkan Anis Matta, Taufiq Ridho, Abdul FIkri dan para caleg PKS itu diwarnai dengan nuansa kebudayaan, sesuai dengan karakter Solo yang identik dengan budaya Jawa.*


Read Post | komentar

Memutih, Aher Kampanye di Cilegon Dibuka Dengan Musik Rap

Sabtu, 05 April 2014

Cilegon - Kampanye rapat umum untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tingkat nasional yang bertempat di lapangan Sumampir, Kota Cilegon, Sabtu (5/4/2014) dibuka dengan nyanyian rap dari duo rapper Ebith Beat A dan senam pagi.

"Biar semangat kita ngerap dulu abis itu kita senam pagi bersama," seru pembawa acara dari atas panggung.

Ebith Beat A membuka nyanyian rap berjudul Allah gitu loh! Lirik lagu rap ini seakan menyentil para caleg yang siap berorasi sebagai jurkam di atas panggung.

Reff lirik lagu tersebut berbunyi: "Allah tak melihat harta kita, Allah tak melihat jabatan kita, Allah hanya lihat ibadah kita, sholat yang utama..."
Aher simulasikan coblos PKS dan duo rapper Ebiet Beat A sedang perform
Setelah duo rapper tersebut turun panggung, massa peserta kampanye yang mulai memadati lapangan berkapasitas 10.000 orang dihangatkan kembali dengan senam pagi yang dipimpin grup aerobik Flash Mob dari Bandung.

Kampanye rapat umum tingkat nasional kali ini juga menghadirkan salah satu kandidat capres PKS yang juga Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Kang Aher.

Saat ini massa peserta kampanye masih dihibur oleh pertunjukkan seni tradisional khas Banten, pencak silat dari perguruan Bandrong Silat yang menunjukkan teknik kuncian dan bantingan yang jadi andalannya.*


Read Post | komentar

Anis Matta Ziarahi Soeharto, Bupati Karanganyar: Saiki Jamane PKS!

Jakarta - Presiden PKS Anis Matta berencana melakukan ziarah ke makam Soeharto, malam hari ini. Sebelum ziarah, Anis mengunjungi Rumah Dinas Bupati Karanganyar Juliatmono yang merupakan kader Partai Golkar.

Suasana cair diselingi candaan mendominasi sambutan Juliatmono terhadap Anis Matta di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (4/4/2014). Saking santainya, Juliatmono mencandai Anis.

"Harusnya sehabis dari sini, bikin spanduk: Saiki Jamane PKS (sekarang zamannya PKS)!" kelakar Juliatmono yang disambut tawa Anis Matta beserta rombongannya.

Candaan ini mengingatkan pada slogan yang lebih populer, 'Piye kabare, enak jamanku to (Bagaimana kabarnya, enak zaman saya kan)?'. Slogan itu kerap muncul akhir-akhir ini bersamaan dengan fenomena bangkitnya romantisme masa Presiden Soeharto.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Sekjen PKS Taufik Ridho dan Wakil Bupati Karanganyar yang notabene dari PKS Rohadi Widodo. Menurut Juliatmono, ziarah ke makam Soeharto perlu bagi Anis sebagai persiapan berlaga di Pilpres 2014.

"Saya kira beliau akan sangat belajar tentang filosofi budaya Jawa karena mayoritas bangsa kita ini sudah banyak masyarakat Jawa. Filosofi Jawa ini yang agaknya cocok digunakan sebagai kultur kepemimpinan di Indonesia," tutur Juliatmono.

Usai bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar selama sekitar satu jam, kemudian Anis dan rombongan bertolak ke Makam Soeharto di Astana Giri Bangun pukul 21.30 WIB. *


Read Post | komentar

Akhiri Kampanye Nasional di Solo, PKS Targetkan Jateng Jadi Basis Baru

Kamis, 03 April 2014

JAKARTA - Sepekan jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin yakin target suara menjadi tiga besar nasional dan Jawa Tengah. Hal itu merujuk kepada naiknya elektabilitas PKS ini dalam rilis survey terbaru.

Selain itu, banyaknya massa yang hadir dalam setiap kampanye akbar yang digelar PKS semakin menguatkan argumen bahwa suara PKS akan naik secara signifikan. 

Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng, Abdul Fikri menyatakan rasa optimismenya terkait dukungan terhadap  PKS yang terus menanjak di provinsi ini. Setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta, Jateng akan menjadi lahan suara baru bagi PKS. Ini merujuk kepada tiga kampanye terakhir di Semarang dan Kota Tegal dihadiri tak kurang dari 30 ribu massa, walaupun tanpa kehadiran jurkam nasional ataupun hiburan artis papan atas.

Karena itu, tidak salah jika kampanye nasional PKS hari terakhir tanggal 5 April besok digelar sekaligus di dua kota Jateng, yaitu Salatiga dan Solo. Kampanye ini akan dihadiri langsung oleh Presiden PKS Anis Matta dan Sekjend Taufiq Ridho. 

"Agenda kampanye nasional ini juga sebagai sarana untuk mengecek kesiapan para kader dalam mensukseskan suara PKS di Jateng,” kata Fikri, Kamis (3/4/2014) di Semarang.

Adapun alasan dipilihnya Salatiga dan Solo di penutup kampanye nasional PKS ini karena bagi PKS  kedua kota tersebut merupakan simbol atau representasi Indonesia. Salatiga adalah simbol miniatur Indonesia. Walaupun tidak luas wilayahnya, di Salatiga penduduknya sangat multietnis. Terdiri atas berbagai penganut  agama dan kepercayaan. Mereka hidup damai, rukun, saling menghormati dan berkembang secara dinamis.  

"Dengan dipilihnya Salatiga, PKS ingin mengirimkan pesan ke publik, walaupun menyandang sebagai partai Islam, PKS terbuka untuk bekerjasama dengan siapapun tanpa memandang latar belakang suku dan agama selama untuk kemajuan bangsa," tegas Fikri yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil 9 yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Sedangkan alasan Solo sebagai lokasi rangkaian akhir kampanye, karena kota tersebut merupakan salah satu simbol pusat kebudayaan Jawa, kata pria asli Tegal ini. Pihaknya ingin menegaskan, PKS dan para kadernya selalu tumbuh berkembang bersama dan selaras dengan budaya lokal setempat. 

“Di Solo ini misalnya, para kader PKS selalu mewarnai corak aktivitasnya dengan semangat budaya dan filosofis adiluhung Jawa," ujarnya.

Terpisah, panitia pengarah kampanye Solo, Hadi Santoso menyatakan setidaknya total 20 ribu massa siap menyemarakkan gelaran kampanye terakhir PKS tersebut. Hadi juga menyebut bahwa PKS ingin menutup kampanye dengan santun dan beretika, sehingga dipilih Solo sebagai tempat kampanye.

“Kampanye identik dengan persaingan, perseteruan dan saling berkompetisi yang mengarah pada saling menjegal, menyindir dan mencela yang lain. Sehingga kita menutup kampanye nasional kita di Solo karena kota ini merupakan simbol budaya, seni dan keindahan, PKS ingin mengakhiri rangkaian kampanye ini dengan nuansa cinta yang disentuh dengan sisi budaya,” pungkas pria yang juga Caleg PKS DP IV Jateng yang meliputi Sragen, Wonogiri dan Karanganyar ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencananya kampanye akbar di Salatiga akan digelar di Lapangan Tingkir sekitar pukul 09.00 WIB yang dilanjutkan dengan pawai keliling kota. Sementara di Solo, kampanye nasional PKS dipusatkan di GOR Manahan Solo mulai pukul 13.00. Dalam kedua kegiatan kampanye tersebut akan dimeriahkan oleh berbagai hiburan kesenian tradisional Indonesia.*




Foto Headline : Massa Kampanye PKS Riau beberapa waktu yg lalu
Read Post | komentar

PKS Janjikan Imam Masjid di Seluruh Indonesia Jadi PNS

PALU-- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjanjikan untuk mengangkat imam masjid di seluruh Indonesia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) jika menang dalam Pemilu 2014.

"Insyaallah jika PKS menang pemilu dan masuk istana, kita akan angkat imam masjid di seluruh Indonesia jadi PNS agar kehidupan masjid lebih semarak," kata Presiden PKS, Anis Matta saat menjadi juru kampanye terbuka di Lapangan Kelurahan Baru Jembatan Tiga, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (3/4).

Menurut Anis, agar layak diangkat menjadi PNS, semua imam masjid di Indonesia harus menjadi hafidz (orang yang hafal Alquran dan paham maknanya) terlebih dulu. Dengan menjadi PNS, lanjut Anis, imam masjid akan makin bersemangat mengaktifkan kegiatan di masjid yang bermanfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat, bukan sekadar bersifat keagamaan.

"Jika orang-orang rajin ke masjid, makin soleh, makin pintar dan makin berkantong tebal. Itulah ciri manusia Indonesia kalau PKS menang," ucapnya.

Oleh karena itu, agar bisa mengajukan calon presiden sendiri, PKS mengincar posisi tiga besar pemenang Pemilu Legislatif 2014. Untuk Dapil Sulteng sendiri, PKS menargetkan untuk mempertahankan satu kursi DPR RI dari Pemilu Legislatif 2009 lalu, dan menjadi peringkat ketiga di DPRD yang sebelumnya di posisi keempat setelah Golkar, Partai Demokrat dan PDIP.

Kampanye akbar PKS juga dihadiri Menteri Sosial Salim Assegaf yang mengaku ambil cuti sehari untuk jadi juru kampanye di Palu, kampung halamannya. "Saya ikut kampanye juga bukan karena jadi caleg, tetapi salah satu jurkam (juru kampanye) nasional PKS," kata Salim. *


Read Post | komentar

Tifatul: PKS Adalah Partai Para Pejuang

MEDAN -- Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan PKS merupakan partai para pejuang yang siap membawa bangsa ini menjadi maju.

"PKS adalah partainya para pejuang dan petarung. Kita mewarisi darah pejuang yang tidak akan menyerah kalah meski dihantam badai," katanya saat menjadi juru kampanye nasional PKS di Lapangan Rengas Pulau, Medan Marelan, Kamis (4/3).

Ia mengajak ribuan kader dan simpatisan PKS yang memadati Lapangan Rengas Pulau tersebut untuk menyampaikan kepada semua orang, bahwa perjuangan yang dijalankan PKS bukanlah perjuangan untuk kepentingan diri sendiri maupun kelompok.

Melainkan perjuangan untuk semua demi membawa bangsa ini menjadi negara maju yang setara dengan negara-negara maju lainnya, dan tidak dipandang sebelah mata lagi.

"Kepada semua kader dan simpatisan PKS, mari sampaikan misi perjuangan PKS ini secara berantai, karena perjuangan kita adalah perjuangan yang di ridhoi Allah," katanya.

Sementara Wakil Ketua DPP PKS Gatot Pujo Nugroho dalam orasinya mengatakan semua kader PKS berpolitik dalam keadaan suka cita demi mengobarkan semangat untuk mencapai kejayaan negeri di mata dunia.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, namun kekayaan tersebut tidak akan dapat membawa kesejahteraan jika tidak diimbangi dengan tiga hal, yakni keimanan dan takwa, sarana atau infrastruktur serta semangat perjuangan.

"Artinya kekayaan SDM baru dapat membawa bangsa ini menjadi bangsa maju kalau, masyarakatnya beriman yang didukung adanya infrastruktur memadai serta dibarengi semangat untuk berjuang," katanya.*


Read Post | komentar

Kampanye PKS Dimeriahkan Artis Ibu Kota dan Pocong Warna-Warni


Jakarta - Kampanye PKS dimeriahkan oleh artis Ibu Kota, yaitu Dwi Andika dan Mudji Massaid. Seperti diketahui, Mudji baru saja mengucap dua kalimat syahadat di depan Anggota Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Anis Matta.

Kampanye dilaksanakan di Lapangan Bola Kampung Baru Jembatan 3, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (3/4/2014). Kampanye ini diawali dengan arak-arakan 15 dokar dari Hotel Mercure, Palu, sekitar dua kilometer dari Lapangan Bola Kampung Baru.

Anis Matta mengatakan arak-arakan kuda ini melibatkan dokar dari empat kelurahan setempat. Tiga anak Anis yang bernama Hazm, Aiman, dan Roid juga ikut naik andong. Begitu sampai, Anis disambut oleh tari tradisional setempat.

Ternyata tak hanya tari bernuansa perang yang menyambut Anis dan Salim Segaf. Ada pula tiga pocong yang ikut mengiringi. Tiga pocong itu bukan hanya berwarna putih, namun ada juga warna kuning dan hitam.

Pocong PKS
"Biar menarik aja. Kan juga warna dasar PKS itu putih, hitam, dan kuning," kata pemeran pocong putih dari Generasi Anis Matta Pemimpin Muda (Gen AMPM) itu.

Pocong itu tak terikat sempurna di bagian kaki, memang disengaja supaya bisa bergerak tanpa perlu melompat. Terlihat tiga orang pocong jadi-jadian itu berkeringat.

Ketika Anis Matta berorasi, sekitar hampir 1.500 simpatisan dan kader menyimak dengan antusias. Seperti biasa, Anis menyampaikan soal optimisme memenuhi target sebagai partai tiga besar di Pemilu 2014.

Usai Anis berorasi, lagu-lagu penyemangat mulai dimainkan. Akhirnya Dwi Andika dan Mudji Mas Said tampil membawakan lagu 'Kobarkan Semangat Indonesia'.*




Foto Headline : Foto beberapa artis ibukota diantaranya Mudjie Massaid dan Dwi Andika pada kampanye PKS beberapa waktu yg lalu.
Read Post | komentar

Kisah Caleg PKS Menjadi Tim Sukses Caleg PKS Yang Lain, Pahlawan Dalam Diam by @ewahyudie

Rabu, 02 April 2014

Waktu tengah beranjak di sepertiga malam. Hujan rintik jatuh ke bumi diiringi suara katak bersahutan. Dingin. Angin berembus menjelajah sela dedaunan. Saat itu, ketika kebanyakan manusia terlelap dibalik kehangatan selimut, dua orang manusia terlihat sibuk menyusuri sepanjang jalan, menapaki gang demi gang. Menerobos hujan. Hanya bermodalkan sepeda motor butut.

Senyap keduanya bergerak penuh kehati-hatian. Gerakan-gerakan cepatnya menandakan keberadaan mereka tak ingin diketahui orang lain. Namun sangat disayangkan, sepasang mata Ustadz Narlis ternyata berhasil mengawasi gerak-gerik mereka. Sang Ustadz pun perlahan mendekat.
“Siapa itu?” tanya Ustadz Narlis. Kedua orang itu terperanjat kaget.

“Afwan (maaf-red), ini ana, Ustadz. Satu lagi putra ana,” sosok yang lebih besar menjawab tergagap.
Ustadz Narlis tak kalah terkejut. Temaram lampu dan rintik hujan ternyata mengaburkan pandangan beliau dari sosok yang sejatinya telah ia kenali.

“Subhanallah…antum sedang apa hujan-hujanan seperti ini?,” tanya Ustadz.
“Ana…afwan, Ustadz. Ana sedang memasang stiker milik caleg-caleg PKS. Ana ingin turut membantu kemenangan dakwah ini, Ustadz,” tuturnya.

“Lho bukannya antum caleg juga?”

“Betul sekali, Ustadz. Ana caleg. Tapi demi Allah, ana tak memiliki dana untuk membuat stiker, baliho dan atribut lainnya. Untuk biaya hidup saja kesulitan…,” sesaat lelaki ini menghela nafas dalam.

“Ana mohon izin, Ustadz. Biarlah ana menjadi tim sukses bagi saudara-saudara ana yang lainnya. Ana ikhlas demi dakwah ini, Ustadz,” tulus lelaki ini berujar.

Hujan, dingin, angin. Ketiganya belum jua berhenti. Kalimat demi kalimat sang lelaki menghunjam kesadaran Ustadz Narlis. Membawa beliau menelusuri kiprah dalam pengabdiannya kepada dakwah ini. Namun Ustadz Narlis sadar, nun jauh di lubuk hati beliau mengakui, lelaki di hadapannya adalah orang yang penuh ikhlas dan berjuang karena Allah Swt semata.

“Demi Allah, mulai malam ini, antum adalah murabbi ana,” Ustadz Narlis tak kuasa menahan tangis. Beliau memeluk erat lelaki di hadapannnya. “Antum telah mengajarkan ana tentang keikhlasan yang luar biasa,” sang Ustadz melanjutkan. Keduanya berpelukan dalam jalin persaudaraan. Erat. Hangat. Saling menumpahkan air mata.

Ustadz Narlis begitu terenyuh. Yang ia kenal, lelaki di hadapannya begitu bersahaja. Tak pernah mengeluhkan kesulitan hidup kepada ikhwah lainnya. Hingga saat ia diamanahkan untuk menjadi calon anggota dewan pun, tak tampak raut gusar di wajahnya. 

Namun apa yang dilakukannya malam itu begitu luar biasa. Ia membantu memasang stiker dan atribut milik caleg-caleg dari PKS lainnya. Ia mampu menepis segala keserakahan akan jabatan dan lebih mengutamakan kemenangan perjuangan dakwah yang diretas Partai Keadilan Sejahtera.

“Ana mohon, jangan sebutkan nama ana kepada siapapun, ustadz. Biarlah hanya Ustadz dan Allah Swt yang tahu apa yang kami lakukan untuk dakwah ini,” sang lelaki berpesan.

“Ana berjanji tidak menyebut nama antum. Namun ana akan mengisahkan pertemuan kita ini sebagai pembelajaran bagi ana dan seluruh ikhwah kita,” demikian Ustadz Narlis menjawab.

Sejenak kemudian sang lelaki dan anaknya pergi. Meneruskan apa yang mereka kerjakan. Perlahan, sosok keduanya menghilang dalam gelap malam. Suara sepeda motornya lapat. Menghilang. Jauh. Dalam. Membawa segenap cita-cita kemenangan dakwah.

Dan Sang Ustadz tak henti meneteskan air mata. Untuk sebuah pelajaran berharga. Tentang keikhlasan, perjuangan, dan pengejawantahan nilai-nilai tarbiyah yang tak terkirakan di hadapannya. Tentang seorang caleg yang ikhlas membantu caleg lainnya dalam kesenyapan. Tentang sosok pejuang. Tentang sosok pahlawan yang bekerja dalam diam.

Pun tentang sebuah janji, untuk sebuah nama. Yang harus dijaga dalam hati. Hingga nanti di penghujung waktu. Hingga nanti, saat bersua di Jannah-Nya. Semoga. [pkssumut]



Oleh: Eko Cecep Wahyudi
On Twitter @ewahyudie

_______
Dikisahkan oleh Ustadz Narlis, MA – Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Provinsi Riau
Read Post | komentar (1)

PKS Belum Memenangkan Apapun

Duri - Keberhasilan pagelaran Kampanye Akbar PKS di berbagai kota di Indonesia masih sangat membekas di hati banyak kader dan simpatisan PKS. Tak lain, jumlah massa yang hadir selalu saja membludak. Dari Kampanye Nasional di Gelora Bung Karno, kota-kota besar tingkat provinsi, hingga kota Kecamatan kecil seperti Duri selalu menyajikan antusiasme para simpatisan dan kader PKS yang luar biasa.

Namun demikian, menurut Wakil Ketua DPD PKS Bengkalis Ustadz Edi Mustika Putra, bila tolok ukurnya kemenangan Pemilu 2014, PKS belumlah memenangkan apapun di tahun ini sebelum Pemilu benar-benar digelar 09 April mendatang.

"Alhamdulillah, seluruh aksi dan agenda-agenda PKS selalu disambut antusias masyarakat, simpatisan, serta kader dengan segala bentuk kontribusinya. Namun, marilah kita beristighfar. Boleh kita merasa senang. Namun jangan ada euforia yang berlebihan. Syukuri saja apa yang ada sebagai anugerah dari Allah swt," tutur Ustadz Edi Mustika.

"Kita belum memenangkan apapun. Target terdekat adalah pemenangan dakwah di Pemilu 2014 ini, dan itu belum berlangsung. Saya menghimbau sebagai seorang Ayah, Saudara, untuk antum semua. Tetaplah tawadhu', tetaplah berserah diri kepada Allah swt, dan tetaplah bekerja melayani masyarakat untuk mengharap ridha Allah semata."

"Seperti kata para Qiyadah kita; Aroma kemenangan itu sudah dekat! Duhai, Ikhwah. Jangan sampai hanya aroma yang kita dapati. Mari jemput kemenangan yang sesungguhnya atas izin Allah swt. Sekali lagi, saat ini kita belum menang! Karenanya, jangan berpuas diri! Tetaplah bekerja, berkerja, dan bekerja dengan penuh cintas..." tutup Ustadz yang dikenal bersahaja ini. (ewa)*


Read Post | komentar

[VIDEO] Wah Heboh !!! Olga YKS Juga Coblos No. 3

Selasa, 01 April 2014

PKSMARPOYAN.ORG. PEKANBARU. Siapa yg tidak kenal Olga Syahputra, presenter kocak yg lagi naik daun ini sekarang menjadi idola banyak anak muda Indonesia, gaya lawakannya yg ceplas ceplos ternyata laris manis di berbagai program televisi swasta nasional yg menggunakan jasanya untuk mengisi acara di program mereka. 

Tahun ini, program YKS (Yuk Keep Smile) yg juga sedang booming digandrungi pemirsa Indonesia dengan durasi yg sangat panjang, Olga Syahputra juga diminta sebagai salah satu hostnya.

Entah disengaja atau tidak, Olga spontan nyeletuk waktu ditantang oleh Raffi Ahmad untuk beradu panco pada program YKS "Saya Olga Coblos No. 3" dan jika kita perhatikan pada video youtube yg di upload oleh PKSDepok ini Olga juga sangat jelas menggunakan kemeja kaos yg pada lengan kanannya ada angka No. 3.

Penasaran ??? C3kidoooot yuk.....(def)


Read Post | komentar

Ini Dia Video Crosser Nasional 'Tabrak' PKS No. 3


PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Aksi Crosser Nasional Riau Ferry Gasper menjadi aksi terbaik pada Kampanye PKS "Saatnya Putihkan Riau" di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru, Minggu  (30/3). Banyak akun fb dan twitter menshare foto Ferry Gasper yg merupakan hasil jepretan dari kader PKS Riau asal Kuansing TokGuruAqzia saat melakukan aksinya dalam simulasi pencoblosan ala PKS. Dan pada web pksmarpoyan.org menurut data statistik blogger, mendapat 528 likes dan 1001 kali dilihat. Berikut ini adalah video yg diupload oleh salah seorang kader PKS Riau yg kebetulan merekam aksi sang crosser nasional Riau ini... (def)




Read Post | komentar

Paginya Main Futsal, Siangnya Tifatul Semangati Kader PKS Pekanbaru

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Luar bisa stamina Menteri yg satu ini, setelah kemaren siang Minggu (30/3) hingga malamnya padat dengan kegiatan, pagi harinya tetap menyempatkan diri untuk menyambangi salah satu lapangan futsal di Pekanbaru untuk berlari dan berkeringat melawan kader-kader PKS di Pekanbaru. Turut hadir di pagi Senin (31/3) Ketua MPW PKS Riau Amin Triawan, S.Si, Ketua DPW PKS Riau Nurdin, SE.Ak, yg kemarin beliau pada waktu kampanye tidak hadir karena sakit,  Wakil Ketua DPW PKS Riau Hasyim Aliwa, Aleg PKS DPRD Provinsi, Ir. H. Mansyur, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Dian Sukheri, S.IP dan unsur pimpinan DPD dan DPC-DPC Pekanbaru juga turut hadir.

Suasana akrab, santai dan bersemangat tampak pada kegiatan pagi itu, PKS tidak hanya mengandalkan kekuatan ide dan pikiran untuk bekerja tapi juga mengutamakan fisik dan stamina karena kader - kader PKS tidak saja sibuk dimasa pemilu, diluar pemilu pun kerja-kerja kader PKS seakan-akan tidak cukup dengan waktu yg tersedia . 

Pak Tif memang dikenal sebagai seorang 'penggila' futsal, dipagi itu saja beliau bermain hingga lebih dari 1 jam, luar biasa stamina Pak Menteri kita yg jago pantun ini.

Setelah berkeringat di lapangan, jam 10.00 Wib bertempat di Hotel Grand Central, Senin siang (31/3) beliau juga di daulat oleh DPD PKS Pekanbaru untuk memberikan taujih penyemangat menghadapi hari pencoblosan 9 April 2014 yg tinggal menghitung hari. Di awal acara ditampilkan video Perjalanan Menembus Batas yg merupakan video penyamaran Pak Tif menjadi wartawan untuk menelusuri lebih dalam solusi yg tepat untuk penanganan korban erupsi Gunung Sinabung. 

Tifatul Sembiring didampingi Ketua DPW PKS Riau Nurdin, SE. Ak, Ketua DSW PKS Riau DR. Saproni dan Ustadz Sofyan Sirodj, Lc, MM
 Kemudian Ketua DPW PKS Riau Nurdin, Se.Ak dalam sambutannya kembali mengingatkan kepada kader-kader PKS yg hadir bahwa target PKS di Provinsi Riau menjadi No. 1 begitu juga di Pekanbaru, karena berdasarkan hasil survey khusus di Kota Pekanbaru saja di salah satu dapil, dari 10 kursi yg diperebutkan 8 kursi yg keluar namanya adalah dari caleg-caleg PKS dan hanya 2 yg tersisa untuk partai lain, yg disambut takbir oleh kader-kader yg hadir.

Tifatul Sembiring mengawali taujihnya dengan pernyataan Indonesia telah merasakan kuning, sudah merasakan merah, dan sudah merasakan biri, kini saatnya Indonesia merasakan putih, yg disambut takbir Allahu Akbar oleh semua yg hadir. Kemudian beliau juga menceritakan mengenai kisah Nabi Ibrahim as, bapaknya para Nabi. Dimana dari para nabi-nabi mayoritas merupakan keturunan Nabi Ibrahim as, dan mereka semua adalah rijal-rijalnya Allah. 
Kader-Kader PKS Pekanbaru memenuhi ruangan ball room hotel grand central
Jiwa rijal tidak sekedar bermakna laki-laki tapi bermakna hero (pahlawan-red), jundullah. Kita semua bersyukur dan berbangga bahwa kita adalah rijal-rijal Allah. Apa arti junud, junud itu tentara, kita ini militer, bukan sipil, gaya hidup kita seperti militer, pergi dakwah kemana-kemana, terus pulang, lalu pergi lagi, seperti itulah kita, orang-orang pilihan, tentara Allah " jelas beliau.

Pohon dakwah ini sudah ditanam oleh Rasulullah SAW, cabang-cabangnya oleh sahabat, ranting-rantingnya oleh tabiit tabiin dan terus n di estafetkan hingga dimasa kita sekarang dan akan terus ada yg ingin menebang pohon ini dan memadamkan cahaya Allah ini. " sambungnya.

Di akhir acara, Tifatul Sembiring membagi-bagikan 4 bukunya bagi kader-kader yg mengajukan pertanyaan dan bagi kader yg lebih dulu hadir di lokasi acara. (def)



Foto futsal by AsepYKL
Foto konsolidasi by ArifBanna
Read Post | komentar

Kader PKS Riau Membeli Atribut Kampanye Sendiri

Senin, 31 Maret 2014

PEKANBARU -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menggratiskan atribut kepada massa kampanye akbar di Lapangan Purna MTQ, melainkan harus dibeli oleh kader, simpatisan dan pendukungnya.

"Baju tidak gratis, ini kita beli dari pengurus. Di PKS tidak ada yang gratis, malah kita bayar sebagai cara memperbesar partai," kata salah seorang kader PKS dari Kecamatan Rumbai Herman pada saat kampanye di Pekanbaru, Minggu (30/3/2014).

Tidak gratisnya atribut itu terlihat dengan adanya pojok penjual baju atribut. Diantara barang dagangannya terlihat baju kaus berkerah, baju kaos oblong dan baju kurung untuk wanita. Selain itu juga ada pernak-pernik seperti pin, syal, dan bendo rambut bertuliskan PKS.

Ketika ditanyakan, untuk baju kaus berkerah Rp 110 ribu dan baju kaos oblong Rp 70 ribu. Sedangkan baju kurung untuk wanita harganya Rp 90 ribu. Ketika ditanyakan apakah penjualnya merupakan orang dari PKS, penjual tersebut membenarkan.

Febri, warga yang datang menyaksikan kampanye PKS mengatakan harga baju tersebut cukup mahal. Namun, menurutnya patut diapresiasi apa yang dilakukan PKS dengan menjual baju atribut.

Hal ini, kata dia, menandakan tidak adanya upaya mempengaruhi pemilih yang biasanya oleh partai lain diberikan baju ataupun atribut lainnya secara gratis. "Partai lain memberikan baju, kalau PKS malah menjual baju," katanya.

Tifatul Sembiring dan unsur pimpinan PKS Riau bersemangat
Sebelumnya Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Riau Suroyo menyatakan dalam kampanye akbar, Partai nomor urut 3 ini tidak akan melakukan mobilisasi massa dalam artian tidak memfasilitasi massa.

"Kita memutihkan Pekanbaru bukan dengan cara mobilisasi masa. Kita tak mau cara-cara yang demikian itu, tetapi mengukur loyalitas masyarakat setempat terhadap PKS," katanya.

Oleh sebab itu, katanya, kampanye rapat umum terbuka yang digelar PKS disajikan dengan seunik dan semenarik mungkin, sehingga masyarakat tertarik untuk untuk menyaksikan.

Beberapa atraksi ditampilkan dalam kampanye tersebut adalah beladiri Jepang Hokaido, Tarung Derajat, Motor Cross, dan Skateboard. (detik)
Read Post | komentar

Tifatul Hadiri Temu Tokoh-Tokoh Riau di Pekanbaru + Video

PKSMARPOYAN.ORG. PEKANBARU. Momen kehadiran Menkominfo RI dan Presiden PKS ke- 3 Ir. H. Tifatul Sembiring sebagai jurkamnas di Pekanbaru dimanfaatkan dengan maksimal oleh unsur pimpinan DPW PKS Riau untuk melakukan penguatan pada basis - basis massa yg telah menyatakan dukungannya terhadap PKS terutama para ketua-ketua RW dan tokoh-tokoh masyarakat dibawah yg dibawa oleh caleg-caleg PKS.

Oleh karena itu, pada Minggu malam, pukul 21.00 Wib bertempat di Ball Room Hotel Pangeran, Pekanbaru, Pak Tif hadir bersama unsur-unsur pimpinan PKS Riau lainnya seperti Ketua DPP PKS Wilda Sumatra Chairul Anwar, Wakil Ketua DPW PKS Riau Hasyim Aliwa, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, S.Si dan unsur pimpinan DPW PKS Riau lainnya.

Acara dimulai dengan penayangan video Pak Tif yg menyamar sebagai wartawan untuk menyisir daerah-daerah yg terkena dampak erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu yg lalu.

Setelah pemutaran film, Pak Tif juga memaparkan bahwa kader-kader PKS sudah terbiasa melayani seperti pada tahun 2004 yg lalu pada bencana Tsunami di Aceh, PKS menurunkan ribuan relawan selama lebih dari 3 bulan.
 
Tamu yg hadir saat mengajukan pertanyaan
Di sesi dialog ada beberapa pertanyaan yg cukup menggelitik, diantaranya pertanyaan : mengapa PKS tidak pernah mempublish ke media televisi/cetak tentang prestasi seperti ini, Pak Tif menjawab enteng yaitu karena kita (PKS-red) belum punya media televisi/cetak sendiri.

Pertanyaan lain, Mengapa para pejabat hampir mayoritas melakukan korupsi ? Pak Tif menjawab : sekarang kita kaji gaji walikota, yaitu 6,5 juta total dengan tunjangan 13 juta. 

Nah, untuk kampanye mereka supaya menjabat, jika kita hitung 1 orang kader dihargai baju harga sebutlah Rp. 10.000,- sementara mereka butuh 6 juta kader se-Indonesia, berarti total dana yg mereka keluarkan 60 Miliar.

Nah, itu untuk partai yg pengkaderannya kurang baik, Partai yg pengkaderannya baik di Indonesia itu cuma 2 yaitu : 1. PKS, 2. PDIP.

Acara berakhir hingga menjelang tengah malam, Pak Tif kemudian mengajak kepada para tokoh-tokoh yg hadir untuk bergandengan tangan untuk merapatkan barisan memenangkan partai dakwah ini, agar bisa berbuat lebih banyak untuk rakyat Indonesia. Menurut informasi yg pksmarpoyan.org dapatkan dari Dian Sukheri salah satu pengurus DPW PKS Riau, besok Senin (31/3) menjelang pulang ke Jakarta, Tifatul Sembiring akan berkunjung ke rumah budayawan senior Riau DR (HC) Tenas Effendi. (def)


Foto by ArifBanna

Bonus : Mari kita saksikan aksi Tifatul Sembiring menyamar sebagai wartawan untuk menelusuri lebih dalam informasi mengenai dan menemukan solusi yg tepat korban erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu yg lalu bertajuk Perjalanan Menuju Batas Tifatul Sembiring yg juga ditayangkan pada pertemuan tokoh-tokoh Riau di Pekanbaru ini. Selamat menyaksikan !!!


Read Post | komentar

[VIDEO] Persembahan Puisi Anak Kader PKS Riau Yang Menyentuh Hati

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Kampanye Nasional PKS "Saatnya Putihkan Riau" menyisakan banyak cerita menarik yg menjadi bahan perbincangan internal PKS dan tentunya khalayak di Kota Bertuah, Pekanbaru. Kampanye yg tertib, santun, bersih, penuh kekhusu'an dan tentunya atraktif dan kreatif. 

Tidak diperlukan artis-artis top ibu kota untuk mengerahkan massa sampai ribuan orang dan tidak juga perlu mengeluarkan dana yg besar untuk mengiming-imingi masyarakat untuk datang dengan rupiah, tetapi cukup dengan mengundang mereka dengan menawarkan cinta dan harapan, dan tentunya sebagai pengganti hiburan di libur panjang.

Anak-anak kader PKS Riau yg rata-rata dari anak kader-kader senior tidak mau ketinggalan untuk mempersembahkan kontribusinya pada acara ini, dengan membawakan puisi nan syahdu dan menyentuh hati, mereka menggugah, mencerahkan dan menyejukkan hati ribuan massa yg dari tengah hari rela berpanas-panasan.

Dengan Puisi berjudul Ummi Abi, membuat air mata tak tahan untuk diteteskan dan pikiran melayang kepada wajah orang tua yg ada di kampung halamankah, dirumahkah, di lokasi kampanyekah atau yg sudah berada di alam kubur sana.

Penasaran ??? Saksikan sendiri ya.......

Read Post | komentar

Hiiiii......Zombie-Zombie Berkeliaran, Juga Mau Ikut Nyoblos

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Massa siang itu di Purna MTQ, Pekanbaru tetap bersemangat mengikuti dan mendengarkan orasi dari jurkam-jurkam yg dihadirkan. Alunan irama lagu-lagu penyemangat pun tak henti-hentinya menggetarkan panggung kampanye dengan dentuman drum yg memicu adrenalin.

Di kerumunan massa, tiba-tiba datang beberapa zombie sedang berkeliaran dan ingin berpartisipasi pada kampanye PKS "Saatnya Putihkan Riau". Zombie-zombie ala film Walking Dead ini juga ikut berjingkrak dan mendengarkan orasi politik. 

Haha....jangan khawatir, ini ternyata bukan zombie benaran, zombie-zombie ini adalah sekelompok anak muda kreatif yg didandani sebagai simbol untuk mengkritisi masih adanya orang-orang yg sudah meninggal masih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilu 2014. Jumlahnya cukup signifikan, ada 5-10 orang per TPS saja, bisa banyak suara yg tak berpenghuni. 

Jadi, mereka ingin, jika nanti mereka mati tetap setia milih PKS No. 3. Tidak ketinggalan zombie-zombie juga narsis di depan Branding Car Tim Asykar Jempol PKSMarpoyan. (def)
Zombie juga hobi narsis :)
Para Zombie narsis di Branding Car Asykar Jempol PKSMarpoyan

Branding Car Asykar Jempol PKS Marpoyan jadi objek 'narsis'

Read Post | komentar

Komunitas Raggae Pekanbaru Pun Tak Mau Ketinggalan

PKSMARPOYAN.ORG. PEKANBARU. Setelah penampilan group band alternatif "AYRA BAND" membawakan lagu-lagu pilihannya. Di akhir acara, Komunitas Raggae Pekanbaru pun tak mau ketinggalan untuk diberi kesempatan menampilkan kebolehannya bermusik dengan aliran musik raggae.

Tampak kebersamaan kader-kader PKS bersama komunitas ini, tanpa sungkan kader-kader PKS yg masih bertahan hingga akhir acara turut melompat ala raggae bersama anak-anak raggae yg juga turut meramaikan kampanye PKS "Saatnya Putihkan Riau" di Lapangan Purna MTQ. (def)

Salah seorang KORSAD berpose bersama anak-anak raggae Pekanbaru

Salah seorang fotografer relawan PKS berfoto bersama komunitas raggae Pekanbaru
Uda Irfan (paling kanan berkaos putih), menantu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama anak-anak raggae

Read Post | komentar

Polisi Pekanbaru : Makan Sate Dululah, Orang PKS Dah Tertib, Gak Perlu Diatur

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Banyak cerita-cerita menarik yg dapat diungkapkan dari Kampanye Nasional PKS "Saatnya Putihkan Riau" pada Minggu (30/3) di Lapangan Purna MTQ, Pekanbaru.

Disamping banyak aksi-aksi yg menarik dan atraktif dari komunitas-komunitas yg notabene merupakan anak-anak muda Pekanbaru yg bukan kader PKS. Sehingga, benarlah jika dinyatakan bahwa PKS "Partai Kita Semua".

Ribuan massa yg memutih dan kali ini tidak tampak anak-anak berada di dalam lokasi kampanye, karena sebelumnya sudah di sebarkan pemberitahuan dianjurkan tidak membawa anak-anak, namun jika terpaksa PKS Riau sudah menyiapkan tempat penitipannya.
Pak Razali, paling kanan, tak sungkan berfoto bersama kader-kader PKS setelah Ashar berjamaah. Foto/ArifBanna
Disamping itu, kampanye kali ini juga mendapat pujian dari seorang Polisi yg terlibat pengamanan dari Kesatuan Sabhara Polresta Pekanbaru, Pak Razali, yg menyatakan salut dan memuji kader-kader PKS yg disampaikannya sesaat setelah shalat ashar berjamaah bersama kader-kader PKS kepada Arif Banna, Tim Asykar Jempol (Tim Sosmed PKS Riau), "Selama mengamankan kampanye di Pekanbaru,  kampanye PKS ini lah yg massanya paling rame, tertib, kader-kadernya taat hukum, tidak ada yg melanggar. Dan satu lagi saya tau kalo massa yg hadir ini datang ke sini tanpa dibayar." ujarnya.

Selain Pak Razali, ada cerita lain yg pksmarpoyan.org kutip dari status fb salah seorang Korsad DPW PKS Riau Ramon Diaz yg mendengar pembicaraan 2 orang Polisi : Polisi 1: cepatlah, turun ke jalan, kampanyenya dah selesai nich!!! Di lain tempat, Polisi 2 : makan sate-lah dulu... org PKS dah tertib, gak perlu diatur. Jalanan aman terkendali...(bocoran pembicaraan antar polisi-Kampanye PKS di Purna MTQ, Pekanbaru, Riau).

Anggota polisi yg dikerahkan kurang lebih 150 orang, tugas anggota kepolisian jd ringan karena PKS punya pasukan pengamanan (kepanduan). (def)

Pujo WismonoQiyadah PKS Riau ini pun tak nyaman dengan hanya duduk santai di tenda tamu VIP
Tim Pengamanan dari elemen Kepanduan DPW PKS Riau
Seorang anggota Korsad PKS Riau, kesatuan elite pengamanan PKS Riau

Santika DPW PKS Riau


  Foto by TokGuruAqzia
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all