Sudah bukan zamannya lagi malu-malu dan
takut-takut menyatakan pilihan politik. Ini bukan orde lama atau orde baru lagi
yang kalau menyatakan sikap diawas-awasi.
Saya pilih PKS bukan karena figur atau ketokohan.
Saya pilih PKS karena ideologi yang diusung dan manhaj dakwahnya yang jelas.
Betapa pun hebatnya ketokohan tetap saja
dikendalikan partai. Karena tidak mungkin sang tokoh mengambil kebijakan yang
bertentangan dengan ideologi partai.
Sedangkan ideologi adalah suatu yang mengikat dan
tetap. Sesuatu yang menjadi dasar pergerakan. Dia tidak berubah2 walaupun
diganti namanya dengan istilah lain. Siapapun tokohnya harus tunduk dengan
ideologi partai. Ideologi PKS adalah ideologi harapan kebangkitan Islam.
Ideologi inilah yang tertanam di otak para kader, bersama melangkah, bersama
berjuang.
PKS memiliki majlis syura yang membuat semua
kebijakan. Tidak ada istilah one man show. Semua tunduk pada kebijakan
bersama. Presiden partai bukanlah pengambil kebijakan, melainkan pengemban
amanah yang tunduk pada syura. Tidak ada yang ditinggikan dari yang lain. Semua
sama dalam syura. Kecuali ditinggikan satu ranting dan didahulukan satu langkah
sebagai tanda seorang pemimpin. Pasukan mana yang akan menang kalau semua
adalah panglima.
Kemudian PKS memiliki kaderisasi yang kuat dan
berkelanjutan. Pembinaan tidak sebatas menjelang pemilu. Penyatuan visi telah
terbentuk di tiap lapisan. Bagaikan pohon nyang memiliki akar yang dalam.
Sekeras apapun goyangan badai di atas, di bawah tetap tenang mencukam ke perut
bumi. Suatu hal yang tidak dimiliki oleh partai lain. Sesuatu yang saya yakin
membuat partai ini bertahan dan memiliki kader yang loyal. Sesuatu yang membuat
kader yang diusung pantas untuk dipercaya.
Segala kebijakan yang diambil ada alasan
politisnya. Sejauh yang saya pahami, PKS mengambil maslahat dimana bisa
lebih bekerja dan berbuat. Ya itu sebuah keputusan beresiko. Tapi saya paham
perjuangan politik bukanlah hal yang mudah. Penuh resiko dan tantangan.
Kalau ada kader yang berbuat salah atau banyak
kesalahan, tidak lain itu hanya bukti mereka bukan malaikat. Setiap hamba hanya
dibebankan sesuai kemampuan. Yang pasti kesalahan individu bukanlah kesalahan
ideologi, bukanlah kesalahan sebuah jamaah. Ketika seorang muslim pemabuk, itu
bukan kesalahan Islamnya, tapi kesalahan pribadinya.
Dalam perjuangan tidak ada yang namanya instan.
Semua butuh tahap dan berangsur-angsur. Butuh pengorbanan, keringat, harta
bahkan darah. Lihatlah bumi bagian lain. Tidak ada namanya perbaikan sekejap
mata, tapi yakinlah kita menuju kesana.
Saya bukan kampanye karena saya bukan jurkam PKS.
Ini hanya pernyataan sikap yang saya memiliki hak untuk menulisnya di dinding
fb saya. Jadi tidak memaksa anda mengikuti saya. Anda merdeka. Ikutilah pilihan
hati anda. *
Muhammad Rizqi
0 komentar:
Posting Komentar