Saksi PKS Bongkar Kecurangan PPS di Kampar + Video

Senin, 14 April 2014

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Cerita soal kecurangan pemilu seakan tidak ada habisnya.. Ini salah satu berita datang dari Kabupaten Kampar, keributan terjadi di Desa Kualu kecamatan Tambang. Keributan berawal dari terbongkarnya modus penggelembungan suara salah satu partai pada saat penghitungan suara, oleh saksi dari PKS pada hari Sabtu (12/4) ketika dilakukan rekap suara seluruh TPS di tingkat DPRD Kabupaten Daerah Pemilihan 1 (satu). 

Lagi-lagi keberadaan saksi yang qualified dan qualifight sangat berperan penting dalam membongkar kejahatan pemilu ini. 

Ceritanya begini.....

Setelah proses rekap jumlah suara seluruh TPS dilakukan, terjadi penggelembungan suara untuk partai nomor 1 (Nasdem), penggelembungan suara yang digagalkan itu cukup besar yaitu 541 suara yang rencananya diberikan kepada Caleg dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) atas nama Mukhtar.

Suara itu tersebar di 6 TPS, yaitu TPS 02 sebanyak 41 suara, TPS 03 sebanyak 100 suara, TPS 04 sebanyak 100 suara, TPS 9 sebanyak 100 suara, TPS 10 sebanyak 100 suara. di TPS 13 sebanyak 100 suara.  klik link ini. 

Modusnya adalah dengan menambahkan 100 suara di masing-masing TPS tersebut. 

Usaha ini berjalan rapi berkat kerjasama yang kompak dari para petugas PPS dan terkesan pihak keamanan maupun Panwas pura-pura tidak tahu. Caranya adalah di dalam sidang penghitungan suara yang dilakukan PPS di hadapan para saksi, petugas membacakan rekap jumlah suara setiap TPS dari formulir C1 secara lengkap. 

Namun ternyata juru tulisnya bermain. Yang terjadi adalah jumlah yang dibacakan oleh petugas di depan saksi berbeda dengan yang dituliskan pada rekapan, khususnya di 6 TPS di atas. Setiap jumlah yang disebutkan, di telly berlebih dan penulisannya dipaksakan lebih dari suara aslinya dengan menambahkan 100 suara. Usaha ini lebih kurang 100 suara. Pada awalnya skenario itu berjalan lancar sampai ke ‘pengeditan’ rekap C1 plano yang berstiker hologram dari KPU, direvisi oleh petugas pps kelurahan dengan menambahkan 100 suara pada masing-masing TPS di atas.
 
Kejanggalan mulai terasa. Saksi PKS, TM mulai angkat bicara. TM meragukan jumlah rekapan C1 di kelurahan ini ada kesalahan karena berbeda dengan data perolehan suara dari seluruh TPS yang ada pada data PKS. Namun sayangnya, para saksi selain PKS sudah menandatangani berita acara. Saksi TM dari PKS menolak menandatangani, kemudian membawa berita kejanggalan tersebut keluar ruangan. Di luar sana sebenarnya para caleg dari berbagai partai telah menunggu juga dengan penuh harapan. Akhirnya TM menyebarluaskan berita tersebut kepada para caleg. 

Mengetahui ada kecurangan ini, beberapa caleg langsung menanggapi secara emosional. Caleg yang hadir di antaranya PKS, PPP, GOlkar, dll. Syahrul Aidi, caleg caleg PKS kemudian memimpin mereka masuk kerungan dan minta penjelasan.

Mereka bersama-sama semua caleg dan timnya masing-masing mencoba untuk melihat kejadian sebenarnya di dalam ruangan. Kemudian meraka (beberapa caleg) bersepakat untuk melaporkan dugaan kecurangna ini ke pihak Panwas dan pihak Kepolisian. PPS menolak membuka kotak tempat disimpannya rekap C1 plano, mereka besisih setelah diskusi panjang. Singkat cerita, para caleg sepakat untuk memperkarakan kasus ini dan melengkapi alat bukti dengan memotret rekap PPS yang terindikasi digelembungkan oleh pihak petugas PPS. (adn) *

Ini Videonya...

Read Post | komentar

Ayo Kawal Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pekanbaru Selasa, 15 April 2014

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Sebanyak 42 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di empat wilayah kabupaten/kota di Riau akan melaksanakan pemungutan suara ulang, demikian Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau.
          
"Dari 42 TPS yang akan melaksanakan PSU (pemungutan suara ulang) itu, (lebih) 20 diantaranya berada di Pekanbaru," kata  Komisioner KPU Riau, Ilham Yasir kepada Antara di Pekanbaru, Minggu siang kemarin.
           
Kemudian, lanjut kata dia, di Kabupaten Bengkalis ada 2 TPS yang melaksanakan PSU dan di Pelalawan  terdapat 3 TPS.
           
"Terakhir di Kuantan Singingi kalau tidak salah tujuh TPS yang akan melaksanakan PSU," katanya.
          
"Pencoblosan ulang tersebut terpaksa dilakukan karena beberapa alasan, diantaranya adalah surat suara yang tertukar dan lainnya," kata dia.
           
Berdasarkan hasil rapat pleno yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, akan ada 30 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Seperti disampaikan oleh Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Arwin, Ahad (13/4/2014). Diantaranya yang akan

melakukan pemungutas suara ulang ada tiga Kecamatan yakni, Bukitraya, Payung Sekaki dan Kecamatan Marpoyan Damai.

"Pemungutan suara ulang akan dilakukan di 30 TPS dari 3 Kecamatan itu," jelasnya.

Diantaranya 30 TPS tersebut, Kecamatan Bukitraya, Kelurahan Simpang Tiga 4 TPS untuk PSU DPD RI, Kecamatan Payung Sekaki,

Kelurahan Air Hitam 2 TPS (DPRD Kota Pekanbaru Dapil 5) dan Kecamatan Maerpoyan Dami, Kelurahan Tangkerang Tengah 24 TPS

(DPRD Kota Pekanbaru Dapil 4) Adapun TPS yang akan melakukan pemungutan suara ulang itu sebagian besar ada di Kecamatan Marpoyan Damai yaitu:

1. TPS 8 Jl.Ketitiran RW2/RT3
2. TPS 13 Jl.Cendrawasih RW3/RT2
3. TPS 16 Jl.Kereta api RW4/RT1
4. TPS 17 Jl/gg.Cenderawasih RW4/RT2&4
5. TPS 18 Jl.Kereta Api gg.istiqomah RW4/RT3
6. TPS 19 Jl.Kereta Api no72 RW4/RT5
7. TPS 21 Jl.Kereta Api gg istiqomah RW4/RT7
8. TPS 23 Jl.Garuda No. 40 RW5/RT2
9. TPS 24 Jl.Bandeng Gg.sepakat RW5/RT3
10. TPS 31 Jl.Sempati No 6 RW6/RT5
11. TPS 32 Jl.Merpati RW6/RT5
12. TPS 33 Jl.Bandeng RW7/RT1,2
13. TPS 34 Gg.Sukarela RW8/RT1
14. TPS 35 Jl.Kaktus no3 RW8/RT2
15. TPS 36 Jl.Assyakirin RW8/RT3
16. TPS 40 Jl.Sukamaju RW9/RT2,4
17. TPS 4 Jl.Kereta api gg.rambutan12 RW10/RT1
18. TPS 44 Jl.Cendrawasih gg.msjd nurul falah RW11/RT1
19. TPS 45 Jl.Puyuh mas RW11/RT2
20. TPS 56 Gg.Mutiara paus RW15/RT1,2
21. TPS 57 Jl.Arifin Ahmad RW16/RT1,2
22. TPS 59 Jl.Kereta api gg.Kuini RW17/RT3,4
23. TPS 60 Jl.Bahana gg.mandiri RW18/RT 1, 2
24. TPS 61 Jl.Poker RW 18/RT3,4

(adn)
Read Post | komentar

Pemilih PKS "Super Sekali"

Minggu, 13 April 2014

PKSMARPOYAN.ORG.PEKANBARU. Perhelatan pesta demokrasi 2014 sudah usai, kini proses rekapitulasi suara sedang berlangsung di tingkat kelurahan. Ada cerita menarik dari sudut pemilih yg ingin kami ceritakan, yaitu tentang Pemilih PKS yang "Super Sekali". Ditengah "tsunami" money politic yg luar biasa pada pemilu kali ini, pemilih-pemilih PKS ternyata tidak terpengaruh, karena yg kami tahu mereka tidak diimingi-imingi sesuatu apapun oleh pengurus atau caleg-caleg dari PKS untuk memilih PKS atau caleg PKS tertentu. Kalaupun ada pemberitaan soal ada caleg PKS yg melakukan usaha money politic pada hari pencoblosan kemaren, banyak sumber-sumber berita tersebut yg tidak valid alias hoax.

Di Pekanbaru sendiri, berdasarkan pantauan kami tim pksmarpoyan.org, hampir seluruh partai politik melakukan money politic besar-besaran dan ceritanya sudah beredar kemana-mana tapi tidak mendapat tindak lanjut dari pihak terkait dengan berbagai alasan. Adapun nilai uang yg diberikan caleg-caleg dari parpol-parpol diluar PKS tersebut nominalnya bervariasi dari 50 ribu hingga 200 ribu perorang, bahkan ada yg memberikan paket bahan baju plus upah jahitnya 150 ribu sehingga jumlahnya bisa mencapai 300 - 500 rb. Disamping itu, belum lagi upaya-upaya kecurangan lain seperti manipulasi C-1.

Bagaimana dengan PKS untuk mempengaruhi pemilihnya ? cuma modal sms dan status saja di media sosial. Ya, disamping itu setahun belakangan dengan intensitas yg lebih tinggi, kader-kader PKS hingga ke tingkat desa/kelurahan melakukan tatap muka langsung door to door mensosialisasikan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dan jangan lupa untuk memilih PKS dan caleg-caleg PKS.

Jadi bisa disimpulkan pemilih-pemilih PKS pada pemilu kali ini adalah pemilih yg benar-benar cinta dan suka dengan PKS, pemilih yg rasional, mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh 'tsunami' money politic yg luar biasa. Tidak sama sekali terpengaruh oleh pemberitaan-pemberitaan negatif yg sangat tendensius dan mengarah kepada fitnah yg ditujukan untuk menghadang laju PKS yg sampai saat ini masih merupakan partai yg relatif bersih dari partai-partai lainnya.

Akhirnya, kami ingin mengapresiasi para pemilih setia PKS yg "Super Sekali" dan mudah-mudahan pilihan mereka terhadap Partai Dakwah ini dapat menjadi amal ibadah dan bagi caleg-caleg PKS yg dititipkan amanah duduk di lembaga legislatif nantinya bisa menjaga kredibilitas dan profesionalitasnya sebagai wakil rakyat. (def)


Read Post | komentar

Belum Sepekan Pemilu, Kader PKS Kembali Aksi Peduli Banjir yang Melanda Jayapura

JAYAPURA - Jika anda membayangkan bahwa PKS hanya turun ke masyarakat menjelang Pemilu saja, maka kegiatan PKS Jayapura kali ini menjadi bantahannya. Ya, baru tiga hari selepas pencoblosan pemilu legislatif berjalan, kembali PKS Kota Jayapura menunjukkan kepeduliannya.

Sabtu (12/4) dini hari, hujan berjam-jam yang mengguyur kota Jayapura menyisakan banjir di beberapa sudut kota dan pemukiman masyarakat. Tiga pemukiman yang menjadi lokasi banjir terparah yaitu kompleks SMA 4 Entrop, APO Kali, dan kompleks perumahan sebelah pasar Yotefa.

Seperti biasa koordinasi yang cepat, menjadikan lokasi-lokasi tersebut segera terjangkau oleh aksi peduli dari para kader PKS. Meski bisa dibilang bahwa lokasi-lokasi tersebut merupakan lokasi rawan banjir dan warga relatif siaga dengan mengamankan barang-barang berharga di tempat yang tinggi, tetap saja warga membutuhkan bantuan. Terutama bantuan awal yang sangat dibutuhkan ialah makanan, mengingat untuk sementara aktivitas dapur warga terhenti. Maka sejak pagi itu, para kader PKS telah siap dengan nasi bungkus untuk dibagikan kepada warga dari rumah ke rumah.

Ada hal yang menarik dalam aksi peduli banjir kali ini yaitu kompleks perumahan para simpatisan PDIP yang masih memasang bendera moncong putih besar-besar di depan rumahnya tak luput pula menerima bantuan nasi bungkus dari para kader PKS. Karena pemberian yang tulus dari para kader PKS, mereka pun dengan malu-malu menerimanya.

Demikianlah sepenggal kisah kepedulian kader-kader partai dakwah, tiga hari pasca pencoblosan. Tentu saja aksi ini telah membantah pernyataan beberapa kalangan bahwa PKS hanya beraksi untuk mendulang suara pada pemilu.

Sebagaimana diketahui bahwa pemilihan anggota legislatif di semua TPS-TPS di kota Jayapura telah berjalan dengan lancar sesuai tanggal yang ditetapkan KPU, tiga hari yang lalu. Bahkan aksi kali ini dilakukan ketika hampir semua konsentrasi pengurus dan kader PKS sedang tersedot pada pengamanan suara, di mana untuk kota Jayapura saat ini sedang dilakukan rekapitulasi di tingkat PPS.

Semoga aksi penuh cinta kali ini membawa manfaat. Amin. *

(Humas DPD PKS Kota Jayapura)


Read Post | komentar

Koalisi Partai Islam Sudah Kantongi Capres Alternatif Non Jokowi, Prabowo dan Ical

Sabtu, 12 April 2014

Partai politik (Parpol) berbasis Islam benar-benar serius untuk melakukan koalisi. Bahkan elit partainya tengah menggodok kemungkinan menyodorkan seorang calon presiden (Capres) alternatif diluar kandidat capres yang saat ini beredar seperti Jokowi, Prabowo, dan Aburizal Bakrie alias Ical.

"Yang jelas kami sudah punya nama, kriterianya orang muda usia 40 sampai 60 tahun," kata Wakil Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Suharso yakin kandidat Capres itu bisa diterima oleh 5 partai berbasis Islam yakni PPP, PKS, PAN, PKB, dan PBB.

"Orangnya netral bisa diterima. Nama yang kami sodorkan bisa juga diterima oleh Golkar dan Demokrat jika ingin bergabung," kata Suharso.

Siapa sosok dimaksud, Suharso enggan menyebutkan. "Sosoknya bisa diterima semua kalangan. Ini orang netral," kata dia.

Ditegaskan koalisi partai Islam sangat memungkinkan untuk mengusung kandidat Capres dan Cawapres pada Pilpres 2014 ini.

"Pembicaraan diantara sesama partai Islam sudah dilakukan, tinggal diintensifkan," ujarnya.
Dia juga tidak memungkiri bahwa Partai Demokrat akan diajak masuk untuk berkoalisi.

"Kemungkinan kedua (diajak berkoalisi) yah Golkar sebab koalisi partai Islam ini harus juga undang partai nasionalis," ujarnya. *


Read Post | komentar

Siaran PERS : Waspadai Kecurangan Formulir C-1 Untuk Katrol Suara

SEMARANG – Jelang masa penetapan suara Pemilihan Umum (Pemilu), para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta untuk tetap fokus dalam mengawal suara partai yang hingga saat ini masih etrus berlangsung. Selain menjaga stabilitas dan kondusivitas Pemilu, proses pengawalan suara itu sebagai upaya untuk terus menjaga hasil suara yang diperoleh oleh PKS.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng, Hadi Santoso, proses penjagaan yang terus dilakukan kader dan struktur akan terus dilakukan hingga tahap akhir Pemilu, yakni penetapa suara oleh Komisi Pemlihan Umum (KPU).

“Hingga hari ini, para caleg, saksi, kader pendamping TPS, tim tabulasi di berbagai kota seantero nusantara belum istirahat, karena ada tugas yang masih penting, yakni terus menjaga suara,” terangnya Sabtu (12/4/2014), di Semarang, Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Hadi yang juga caleg PKS untuk DPRD Provinsi Dapil IV (Sragen, Wonogiri dan Karanganyar) ini menghimbau kader untuk tetap fokus dan tidak terpancing segala isu dan berita miring seputar PKS yang hingga kini masih terus terjadi. “Sekarang tugas utama kita adalah menjaga suara rakyat yang diberikan atas dasar kepercayaan,” tandasnya.

Penggelembungan Suara Sistemik di Jateng
Hadi juga menyoroti banyaknya aksi penggelembungan suara di beberapa tempat di Jateng. Menurut pria yang duduk sebagai Aleg DPRD Provinsi, jika benar aksi tersebut dilakukan untuk menaikkan suara partai tertentu, tentu tidak bisa dibenarkan dan harus ada tindakan tegas.

“Ada laporan dari tim tabulasi wilayah menscan LJK C1 dan memvalidasi, hampir smua suara perincian sebuah partai berbeda jumlahnya dengan jumlah keseluruhan, rata – rata terjadi penggelembungan antara 10-50% atau hingga 500 suara.

 Awalnya kami kira ini kesalahan KPPS salah hitung, namun akhirnya kami berkesimpulan hal ini sengaja dilakukan KPPS, untuk kasus tersebut terjadi di Kecamatan Gunungpati dan Tembalang di Kota Semarang,” papar pria yang juga koordinator tabulasi wilayah PKS Jateng ini.

Selain di kota Semarang, aksi kecurangan juga terjadi di beberapa tempat di Jateng, seperti di Temanggung, Cilacap dan Pati. Dikatakan Hadi, sebuah partai mengalami kenaikan suara dan tidak sinkron data antara 10 hingga 50 suara per TPS.  “Di Kabupaten Cilacap, modus yang digunakan adalah aksi beli Form – C1 saksi oleh oknum kepada para saksi parpol,” tegasnya.

Untuk itu, Hadi meminta kepada KPU Jateng dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tidak tutup mata atas aksi ini dan segera melakukan langkah tindak lanjut. “Kami mencium adanya aroma operasi massif penggelembungan suara secara sistemik di Jateng,” kata pria asal Wonogiri ini.

Seperti diketahui, menurut UU No. 2 dan No. 8 Tahun 2013 dan Peraturan KPU (PKPU) 26 – 27 tentang kecurangan Pemilu, jika terjadi penggelembungan suara secara sengaja maka akan diancam dengan hukuman pidana selama 1 tahun penjara. Berdasar payung hukum ini, Hadi meminta agar semua elemen masyarakat bergerak dan tetap memantau proses hingga penetapan suara oleh KPU.

“Hingga saat ini, PKS telah memiliki hampir 85 % Form-C1, dan kami mengajak kepada para saksi dari semua parpol peserta pemilu untuk bersama – sama memperhatikan dan mengamati, serta menindak jika ditemukan bukti atas kasus ini,” pungkasnya.


by Humas PKS Jateng
Read Post | komentar

Selamat Kepada Siapa Yang Tak Lelah Berjuang


Saatnya kita belajar menerima ketentuan Allah setelah maksimal berusaha. Selebihnya, ini bukan titik akhir perjuangan.

Yang telah didapat disyukuri
Yang belum sesuai target dievaluasi
Yang jadi cita-cita terus ditekuni....
sederhana saja...

Beban yang diletakkan di atas pundakmu sesuai dengan kekuatan pundakmu, bukan sesuai keinginanmu. Kuatkan pundakmu.....

Kemarin kita sibuk mencari suara, berikutnya kita harus sibuk bekerja....

Kemarin kita sibuk rapat pemenangan
Kedepan kita harus sibuk rapat pelayanan...

Kemarin kita semangat usung calon kita...
Kedepan kita harus semangat usung kerja-kerja kita....

Berikutnya kita harus fokus bagaimana memaksimalkan hasil yang telah diraih dibanding memikirkan apa yang tidak dapat diraih...

Kedepan, konstituen tidak boleh dilihat sebagai ladang suara.... tapi ladang pahala... persiapkan pelayanan terbaik untuk mereka....

Suara-suara yang telah mereka berikan tanpa imbalan maknanya adalah amanah, harapan, cita-cita dan keinginan. Jangan sekali-kali kecewakan mereka..

Siapakah pemenang sesungguhnya? Dialah pemimpin yang nantinya tidak menipu rakyatnya....

Selamat kepada para pemenang...
Selamat kepada siapa yang tak lelah berjuang...*

 
 
Oleh. Ust. Abdullah Haidir
 
 
Read Post | komentar
 
© Copyright Indonesia Bangkit ! 2013 - Redesigned by @defio84 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all